Category Archives: Training ISO 19011:2018

Training ISO 19011:2018 Management System Audit

Training ISO 19011:2018

Training ISO 19011:2018

Sasaran Training ISO 19011:2018

  • Peserta mampu memahami Jenis Audit &Tujuan Audit ISO 19011:2018
  • Peserta mampu memahami tugas dan tanggung Jawab Auditor & Lead auditor
  • Peserta Mampu melakukan Internal Audit
  • Peserta Mampu melakukan membuat Laporan Audit
  • Peserta Mampu melakukan Tindak Lanjut Audit ISO

Outline Training ISO 19011:2018

  • Pengenalan ISO 19011:2018
  • Pengertian dan Pemahaman audit
  • Perbedaan Utama ISO 19011:2011 VS ISO 19011:2018
  • Istilah dan definisi
  • Prinsip audit 8
  • Mengelola program audit
  1. Membuat Program audit
  2. Implementasi Program audit
  3. Monitoring Program audit
  • Melaksanakan Audit ( Opening & Closing Meeting. Pengumpulan Bukti, Vervivikasi , dll)
  • kompetensi dan Evaluasi auditor
  1. Menentukan Kompetensi auditor
  2. Memilih Metode Evaluasi auditor yang Tepat
  3. Melakukan Evaluasi auditor
  4. Memelihara dan meningkatkan kompetensi auditor

Metode Training ISO 19011:2018

Pelatihan ini menggunakan Metode Accelerated Learning lebih menitikberatkan pada peran aktif peserta pelatihan.

Waktu Training ISO 19011:2018

2 hari  (09.30 – 15.30)

Fasilitas

  • Materi Pelatihan
  • Sertifikat Pelatihan

Lokasi  Training ISO 19011:2018

Global Management Consulting Indonesia

Ruko Persada Otto No. 12 A Periuk / Tangerang

Investasi  Training

  • Rp Rp 3.500.000,- /Orang

Account Pembayaran

  • Pembayaran Melalui BCA No Rekening 713 094 999 6 A/n CV. Global Management Consulting Indonesia
  • Pembayaran dilakukan paling lambat 1 Minggu  sebelum Pelatihan.

Kontak Person

Global Management Consulting Indonesia

email : budiwibowo.gmci@gmail.com

HP/WA : 0812 10 9 10 329

Sekilas Mengenai Perubahan ISO 19011:2018

ISO (Organisasi Internasional untuk Standardisasi) adalah beranggotakan federasi standar nasional di seluruh dunia.
Bagian/ anggota ISO ada yang bekerja mempersiapkan standar internasional yang biasanya dilakukan melalui komite teknis ISO.
Komite yang telah dibentuk berhak untuk diwakili negarannya dalam komite organisasi Internasional selain itu badan pemerintah dan non-pemerintah, terkait dengan ISO, juga berpartisipasi dalam pekerjaan ini.
ISO bekerja sama dengan Komisi Elektroteknik Internasional (IEC) dalam semua aspek standardisasi elektroteknis.
Prosedur yang digunakan untuk mengembangkan dokumen ini dan termasuk perubahannya dijelaskan dalam Petunjuk ISO / IEC, Bagian 1. Khususnya kriteria persetujuan yang diperlukan untuk Beberapa jenis dokumen ISO harus dipertimbangkan.

Dokumen ini disiapkan sesuai dengan
Aturan editorial dari Petunjuk ISO / IEC, Bagian 2 (lihat www.iso.org/directives).
Perhatian diberikan pada kemungkinan bahwa beberapa elemen dari dokumen ini tunduk
Dokumen ini disiapkan oleh Komite Proyek ISO / PC 302, Pedoman untuk manajemen audit Sistem.
Edisi ketiga ini membatalkan dan menggantikan edisi kedua (ISO 19011: 2011), yang secara teknis sudah
direvisi
Perbedaan utama dibandingkan dengan edisi kedua adalah sebagai berikut:

  • menambahkan pendekatan berbasis risiko pada prinsip-prinsip audit;
  • perpanjangan pedoman untuk mengelola program audit, termasuk risiko program audit;
  • perpanjangan pedoman tentang kinerja audit, khususnya bagian perencanaan audit;
  • perluasan persyaratan umum kompetensi untuk auditor;
  • Penyesuaian terminologi untuk mencerminkan proses dan bukan objek (“objek”);
  • penghapusan lampiran yang berisi persyaratan kompetensi untuk audit manajemen khusus
    disiplin sistem (karena banyak standar individu dari sistem manajemen,
    tidak praktis untuk memasukkan persyaratan kompetensi untuk semua disiplin ilmu);
  • perpanjangan Lampiran A untuk memberikan panduan tentang konsep audit (baru), seperti konteks organisasi,
    kepemimpinan dan komitmen, audit virtual, kepatuhan dan rantai pasokan.

ISO 19011:2018 Perbedaan Utama dg Versi sebelumnya

Perbedaan ISO 9001:2018 dengan ISO 19011:2011

ISO 19011:2018, Penambahan pendekatan berbasis risiko pada prinsip-prinsip audit
• Pendekatan berbasis risiko: pendekatan audit yang mempertimbangkan risiko dan peluang
• Melakukan pengecekan / review terkait dengan risiko dan peluang baik itu yang terkait dengan Program audit, rencana audit, proses audit, proses pada auditee, dll
Perluasan panduan dalam mengelola program audit, termasuk risiko program audit.
• Program audit yang dibuat harus mempertimbangkan berbagai peluang dan risiko terkait dengan program, pelaksanaan program dan evaluasinya,
• Risiko terkait dengan program misalnya :
 Perencanaan yang tidak sesuai
 Sumber daya yang kurang memadai
 Pemilihan tim audit yang tidak kompeten
 Komunikasi antara auditor yang tidak lancar
 Pelaksanaan audit tidak sesuai jadwal
 Kontrol informasi yang terdokumentasi
 Tidak dilakukan Pemantauan, Peninjauan, dan Program meningkatkan program audit
 Tidak ada kerjasama antara pihak yang diaudit dan ketidak ketersediaan bukti untuk dijadikan sampel
• Peluang dalam Program audit
 memungkinkan beberapa audit dilakukan dalam satu kunjungan
 meminimalkan waktu dan jarak
 bepergian ke Lokasi Audit dengan lebih cepat
 menyesuaikan tingkat kompetensi tim audit dengan tingkat kompetensi yang dibutuhkan
 menyelaraskan tanggal audit dengan jadwal auditee.
 ketersediaan staf kunci auditee

Perluasan pedoman untuk melakukan audit, khususnya bagian tentang perencanaan audit
Pendekatan berbasis risiko untuk perencanaan Audit
 Risiko bagi Auditee : K3L, dan kualitas, dan produk, layanan, personel atau infrastrukturnya (mis. Kontaminasi dalam fasilitas kamar bersih).
 Risiko dari sisi Auditor : Kesalahan Jadwal, Kurang Komptensi, Kurang Orang, dsb
 Opportunity : Efektifitas , efisiensi.

Perluasan persyaratan kompetensi generik untuk auditor
• Generic knowledge and skills of management system auditors : Seorang auditor management system harus menguasai ketrampilan terkait hal hal sbb :
 Prinsip, proses, dan metode audit
 Standar sistem manajemen dan referensi lainnya
 Organisasi dan konteksnya
 Persyaratan hukum dan peraturan yang berlaku dan persyaratan lainnya

Penghapusan lampiran yang memuat persyaratan kompetensi untuk mengaudit disiplin sistem manajemen spesifik (karena banyaknya standar sistem manajemen individual, tidaklah praktis untuk memasukkan persyaratan kompetensi untuk semua disiplin ilmu)

Perluasan Lampiran A untuk memberikan panduan tentang konsep audit (baru) seperti konteks organisasi, kepemimpinan dan komitmen, audit virtual, kepatuhan dan rantai pasokan