Tag Archives: konsultan ISO

7 Prinsip Sistem Manajemen Mutu

7 Prinsip Manajemen Mutu

7 Prinsip Sistem Manajemen Mutu

Ada 7 Prinsip Manajemen Mutu yang Menjadi Pedoman penerapan ISO 9001: 2015. Tujuh prinsip manajemen mutu adalah:

1. Fokus pelanggan
2. Kepemimpinan
3. Keterlibatan orang
4. Pendekatan proses
5. Perbaikan
6. Pengambilan keputusan berbasis bukti
7. Manajemen hubungan

Catatan : Prinsip-prinsip ini tidak tercantum dalam urutan prioritas. Kepentingan relatif setiap prinsip akan bervariasi dari organisasisatu ke organisasi yang lain.

1. Fokus pelanggan
Tidak ada satu Organisasi yang bisa berjalan tanpa adanya pelanggan, oleh karena itu Fokus utama manajemen mutu adalah untuk memenuhi persyaratan pelanggan dan berusaha untuk melebihi harapan pelanggan.
Keberhasilan yang berkelanjutan dicapai ketika suatu organisasi dapat mempertahankan kepercayaan pelanggan dan pihak-pihak lain yang berkepentingan. Setiap aspek interaksi pelanggan memberikan peluang untuk menciptakan nilai lebih bagi pelanggan. Memahami kebutuhan pelanggan saat ini dan di masa depan dan pihak-pihak lain yang berkepentingan yang berkontribusi untuk kesuksesan organisasi Secara berkelanjutan.
Keuntungan dari penerapan prinsip ini :
• Meningkatkan Nilai pelanggan bagi organisasi
• Meningkatkan kepuasan pelanggan
• Loyalitas pelanggan meningkat
• Meningkatkan bisnis yang berkelanjutan
• Meningkatkan Reputasi organisasi
• Meluasakan Basis pelanggan
• Peningkatan pendapatan dan pangsa pasar

Contoh Penerapan :
• Mengakui pelanggan langsung dan tidak langsung bahwa mereka adalah tujuan utama dari proses dalam organisasi
• Memahami kebutuhan dan harapan pelanggan saat ini dan masa depan.
• Menyelaraskan tujuan organisasi dengan kebutuhan dan harapan pelanggan.
• Komunikasikan kebutuhan dan harapan pelanggan di seluruh organisasi.
• Merencanakan, merancang, mengembangkan, memproduksi, mengirim dan mendukung barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan.
• Ukur dan pantau kepuasan pelanggan dan lakukan tindakan yang sesuai.
• Menentukan dan mengambil tindakan terhadap kebutuhan dan harapan pihak yang berkepentingan yang dapat memengaruhi kepuasan pelanggan.
• Secara aktif mengelola hubungan dengan pelanggan untuk mencapai kesuksesan berkelanjutan.

2. Kepemimpinan
Para pemimpin di semua tingkatan membangun kesatuan tujuan dan arah serta menciptakan kondisi di mana orang terlibat dalam mencapai sasaran mutu organisasi. Penciptaan kesatuan tujuan dan arah serta keterlibatan orang memungkinkan organisasi untuk menyelaraskan strategi, kebijakan, proses dan sumber daya untuk mencapai tujuannya.
Keuntungan dari penerapan prinsip ini :
• Meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam memenuhi sasaran Mutu organisasi
• Koordinasi yang lebih baik dari proses organisasi
• Peningkatan komunikasi antara level dan fungsi organisasi
• Pengembangan dan peningkatan kemampuan organisasi dan orang-orangnya untuk memberikan hasil yang diinginkan
Contoh Penerapan :
• Komunikasikan misi, visi, strategi, kebijakan, dan proses organisasi di seluruh organisasi.
• Buat dan pertahankan nilai-nilai bersama, keadilan, dan model etis untuk perilaku di semua tingkatan organisasi.
• Membangun budaya kepercayaan dan integritas.
• Mendorong komitmen seluruh organisasi terhadap Mutu .
• Pastikan bahwa pemimpin di semua tingkatan adalah contoh positif bagi orang-orang dalam organisasi.
• Memberi orang sumber daya, pelatihan, dan otoritas yang diperlukan untuk bertindak dengan akuntabilitas.
• Menginspirasi, mendorong, dan mengakui kontribusi orang.
3. Keterlibatan Semua Pihak
Orang-orang yang kompeten, diberdayakan, dan terlibat di semua tingkatan di seluruh organisasi sangat penting untuk meningkatkan kemampuannya untuk menciptakan dan memberikan nilai Untuk mengelola organisasi secara efektif dan efisien, penting untuk melibatkan semua orang di semua tingkatan dan untuk menghormati mereka sebagai individu. Pengakuan, pemberdayaan, dan peningkatan kompetensi memfasilitasi keterlibatan orang-orang dalam mencapai tujuan Mutu organisasi.

Keuntungan Penerapan Prinsip ini :
• Peningkatan pemahaman tentang sasaran Mutu organisasi oleh orang-orang di organisasi dan peningkatan motivasi untuk mencapainya
• Peningkatan keterlibatan orang dalam kegiatan peningkatan
• Peningkatan pengembangan pribadi, inisiatif, dan kreativitas
• Meningkatkan kepuasan karyawan
• Meningkatkan kepercayaan dan kolaborasi di seluruh organisasi
• Meningkatkan perhatian pada nilai-nilai dan budaya bersama di seluruh organisasi

Contoh Tindakan
• Berkomunikasi dengan orang untuk mempromosikan pemahaman tentang pentingnya kontribusi individu mereka.
• Promosikan kolaborasi di seluruh organisasi.
• Fasilitasi diskusi terbuka dan berbagi pengetahuan dan pengalaman.
• Berdayakan orang untuk menentukan hambatan kinerja dan mengambil inisiatif tanpa rasa takut.
• Mengakui dan mengakui kontribusi, pembelajaran, dan peningkatan orang.
• Aktifkan evaluasi diri kinerja terhadap tujuan pribadi.
• Lakukan survei untuk menilai performance karyawan

4. Pendekatan proses
Hasil yang konsisten dan dapat diprediksi dan dicapai lebih efektif dan efisien ketika kegiatan dipahami dan dikelola sebagai proses yang saling terkait yang berfungsi sebagai sistem yang koheren. Sistem manajemen mutu terdiri dari proses yang saling terkait. Memahami bagaimana hasil/ Produk/ Nilai dihasilkan oleh sistem ini memungkinkan organisasi untuk mengoptimalkan sistem dan kinerjanya.

Keuntungan Penerapan Prinsip ini

• Peningkatan kemampuan untuk memfokuskan upaya pada proses utama dan peluang untuk perbaikan
• Hasil yang konsisten dan dapat diprediksi melalui sistem proses yang selaras
• Kinerja yang dioptimalkan melalui manajemen proses yang efektif, penggunaan sumber daya yang efisien, dan hambatan lintas fungsi yang berkurang
• Memungkinkan organisasi untuk memberikan kepercayaan kepada pihak yang berkepentingan atas konsistensi, efektivitas dan efisiensinya
Contoh Penerapan :

• Tetapkan tujuan sistem dan proses yang diperlukan untuk mencapainya.
• Menetapkan otoritas, tanggung jawab, dan akuntabilitas untuk mengelola proses.
• Memahami kemampuan organisasi dan menentukan kendala/ Risiko dan sumber daya sebelum bertindak.
• Menentukan interdependensi proses dan menganalisis pengaruh modifikasi terhadap proses individu pada sistem secara keseluruhan.
• Kelola proses dan keterkaitannya sebagai sistem untuk mencapai sasaran mutu organisasi secara efektif dan efisien.
• Pastikan informasi yang diperlukan tersedia untuk mengoperasikan dan meningkatkan proses dan untuk memantau, menganalisis, dan mengevaluasi kinerja sistem secara keseluruhan.
• Kelola risiko yang dapat memengaruhi keluaran proses dan hasil keseluruhan sistem manajemen mutu.
5. Perbaikan
• Organisasi yang sukses memiliki fokus berkelanjutan pada peningkatan. Peningkatan sangat penting bagi organisasi untuk mempertahankan tingkat kinerja saat ini, untuk bereaksi terhadap perubahan dalam kondisi internal dan eksternal dan untuk menciptakan peluang baru.
• Keuntungan Penerapan Prinsip ini :
• Peningkatan kinerja proses, kemampuan organisasi, dan kepuasan pelanggan
• Peningkatan fokus pada investigasi dan penentuan akar penyebab, diikuti oleh pencegahan dan tindakan korektif
• Peningkatan kemampuan untuk mengantisipasi dan bereaksi terhadap risiko dan peluang internal dan eksternal
• Peningkatan pertimbangan peningkatan /terobosan
• Peningkatan penggunaan pembelajaran untuk peningkatan /dorongan untuk inovasi

Contoh Tindakan :
• Promosikan penetapan sasaran terkait dg peningkatan di semua tingkatan organisasi.
• Mendidik dan melatih orang-orang di semua tingkatan tentang cara menerapkan alat dan metodologi dasar untuk mencapai tujuan peningkatan.
• Pastikan orang kompeten untuk berhasil mempromosikan dan menyelesaikan proyek peningkatan.
• Mengembangkan dan menggunakan proses untuk mengimplementasikan proyek peningkatan di seluruh organisasi.
• Lacak, tinjau dan audit perencanaan, implementasi, penyelesaian, dan hasil proyek perbaikan.
• Mengintegrasikan pertimbangan peningkatan ke dalam pengembangan barang, layanan dan proses baru atau yang dimodifikasi.
• Implementasikan tools tools untuk peningkatan ( kaizen, 5R, pdca, dsb)
6. Pengambilan keputusan berbasis bukti
Keputusan berdasarkan analisis dan evaluasi data dan informasi lebih cenderung menghasilkan hasil yang diinginkan. Pengambilan keputusan bisa menjadi proses yang kompleks, dan selalu melibatkan ketidakpastian. Ini sering melibatkan berbagai jenis dan sumber input, serta interpretasinya, yang bisa subjektif. Penting untuk memahami hubungan sebab akibat dan potensi konsekuensi yang tidak diinginkan. Fakta, bukti dan analisis data mengarah pada obyektivitas dan kepercayaan diri yang lebih besar dalam pengambilan keputusan.

Keuntungan dalam penerapan prinsip ini :
• Perbaikan proses pengambilan keputusan
• Peningkatan penilaian kinerja proses dan kemampuan untuk mencapai tujuan
• Peningkatan efektivitas dan efisiensi operasional
• Peningkatan kemampuan untuk meninjau, menantang dan mengubah pendapat dan keputusan
• Peningkatan kemampuan untuk menunjukkan efektivitas keputusan masa lalu

Contoh Tindakan
• Tentukan, ukur dan pantau indikator-indikator kunci untuk menunjukkan kinerja organisasi.
• Jadikan semua data yang dibutuhkan tersedia untuk orang-orang yang relevan.
• Pastikan bahwa data dan informasi cukup akurat, andal, dan aman.
• Menganalisis dan mengevaluasi data dan informasi menggunakan metode yang sesuai.
• Pastikan orang kompeten untuk menganalisis dan mengevaluasi data sesuai kebutuhan.
• Buat keputusan dan ambil tindakan berdasarkan bukti, seimbang dengan pengalaman dan intuisi.
7. Manajemen hubungan
Untuk kesuksesan berkelanjutan, organisasi mengelola hubungannya dengan pihak-pihak yang berkepentingan, seperti pemasok. Pihak yang berkepentingan dapat mempengaruhi kinerja suatu organisasi. Keberhasilan yang berkelanjutan lebih mungkin dicapai ketika organisasi mengelola hubungan dengan semua pihak yang berkepentingan untuk mengoptimalkan dampaknya terhadap kinerjanya. Manajemen hubungan dengan pemasok dan jaringan mitra adalah sangat penting.
• Keuntungan Penerapan Prinsip ini :
• Meningkatkan kinerja organisasi dan pihak-pihak yang berkepentingan melalui tanggapan
• untuk peluang dan kendala/ Risiko yang terkait dengan masing-masing pihak yang berkepentingan
• Pemahaman umum tentang tujuan dan nilai-nilai di antara pihak-pihak yang berkepentingan
• Peningkatan kemampuan untuk menciptakan nilai bagi pihak yang berkepentingan dengan berbagi sumber daya dan kompetensi serta mengelola risiko terkait Mutu
• Rantai pasokan yang dikelola dengan baik yang menyediakan aliran barang dan jasa yang stabil

Contoh Tindakan :

• Tentukan pihak yang berkepentingan yang relevan (seperti pemasok, mitra, pelanggan, investor, karyawan, dan masyarakat secara keseluruhan) dan hubungannya dengan organisasi.
• Menentukan dan memprioritaskan hubungan pihak berkepentingan yang perlu dikelola.
• Membangun hubungan yang menyeimbangkan keuntungan jangka pendek dengan pertimbangan jangka panjang.
• Mengumpulkan dan berbagi informasi, keahlian, dan sumber daya dengan pihak yang berkepentingan yang relevan.
• Mengukur kinerja dan memberikan umpan balik kinerja kepada pihak yang berkepentingan, jika sesuai, untuk meningkatkan inisiatif peningkatan.
• Membangun kegiatan pengembangan dan peningkatan kolaboratif dengan pemasok, mitra, dan pihak berkepentingan lainnya.
• Dorong dan kenali peningkatan dan pencapaian oleh pemasok dan mitra.

Demikian pembahasan mengenai 7 prinsip manajemen Mutu ISO 9001 2015, untuk training dan implementasi Sistem Manajemen Mutu ini silahkan kontak kami : HP : 0812 10 9 10 329, email : budiwibowo.wibowo9@gmail.com[/wr_column]]

7 Prinsip Sistem Manajemen Mutu

Ada 7 Prinsip Manajemen Mutu yang Menjadi Pedoman penerapan ISO 9001: 2015. Tujuh prinsip manajemen mutu adalah:

1. Fokus pelanggan
2. Kepemimpinan
3. Keterlibatan orang
4. Pendekatan proses
5. Perbaikan
6. Pengambilan keputusan berbasis bukti
7. Manajemen hubungan

Catatan : Prinsip-prinsip ini tidak tercantum dalam urutan prioritas. Kepentingan relatif setiap prinsip akan bervariasi dari organisasisatu ke organisasi yang lain.

1. Fokus pelanggan
Tidak ada satu Organisasi yang bisa berjalan tanpa adanya pelanggan, oleh karena itu Fokus utama manajemen mutu adalah untuk memenuhi persyaratan pelanggan dan berusaha untuk melebihi harapan pelanggan.
Keberhasilan yang berkelanjutan dicapai ketika suatu organisasi dapat mempertahankan kepercayaan pelanggan dan pihak-pihak lain yang berkepentingan. Setiap aspek interaksi pelanggan memberikan peluang untuk menciptakan nilai lebih bagi pelanggan. Memahami kebutuhan pelanggan saat ini dan di masa depan dan pihak-pihak lain yang berkepentingan yang berkontribusi untuk kesuksesan organisasi Secara berkelanjutan.
Keuntungan dari penerapan prinsip ini :
• Meningkatkan Nilai pelanggan bagi organisasi
• Meningkatkan kepuasan pelanggan
• Loyalitas pelanggan meningkat
• Meningkatkan bisnis yang berkelanjutan
• Meningkatkan Reputasi organisasi
• Meluasakan Basis pelanggan
• Peningkatan pendapatan dan pangsa pasar
Contoh Penerapan :
• Mengakui pelanggan langsung dan tidak langsung bahwa mereka adalah tujuan utama dari proses dalam organisasi
• Memahami kebutuhan dan harapan pelanggan saat ini dan masa depan.
• Menyelaraskan tujuan organisasi dengan kebutuhan dan harapan pelanggan.
• Komunikasikan kebutuhan dan harapan pelanggan di seluruh organisasi.
• Merencanakan, merancang, mengembangkan, memproduksi, mengirim dan mendukung barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan.
• Ukur dan pantau kepuasan pelanggan dan lakukan tindakan yang sesuai.
• Menentukan dan mengambil tindakan terhadap kebutuhan dan harapan pihak yang berkepentingan yang dapat memengaruhi kepuasan pelanggan.
• Secara aktif mengelola hubungan dengan pelanggan untuk mencapai kesuksesan berkelanjutan.
2. Kepemimpinan
Para pemimpin di semua tingkatan membangun kesatuan tujuan dan arah serta menciptakan kondisi di mana orang terlibat dalam mencapai sasaran mutu organisasi. Penciptaan kesatuan tujuan dan arah serta keterlibatan orang memungkinkan organisasi untuk menyelaraskan strategi, kebijakan, proses dan sumber daya untuk mencapai tujuannya.
Keuntungan dari penerapan prinsip ini :
• Meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam memenuhi sasaran Mutu organisasi
• Koordinasi yang lebih baik dari proses organisasi
• Peningkatan komunikasi antara level dan fungsi organisasi
• Pengembangan dan peningkatan kemampuan organisasi dan orang-orangnya untuk memberikan hasil yang diinginkan
Contoh Penerapan :
• Komunikasikan misi, visi, strategi, kebijakan, dan proses organisasi di seluruh organisasi.
• Buat dan pertahankan nilai-nilai bersama, keadilan, dan model etis untuk perilaku di semua tingkatan organisasi.
• Membangun budaya kepercayaan dan integritas.
• Mendorong komitmen seluruh organisasi terhadap Mutu .
• Pastikan bahwa pemimpin di semua tingkatan adalah contoh positif bagi orang-orang dalam organisasi.
• Memberi orang sumber daya, pelatihan, dan otoritas yang diperlukan untuk bertindak dengan akuntabilitas.
• Menginspirasi, mendorong, dan mengakui kontribusi orang.
3. Keterlibatan Semua Pihak
Orang-orang yang kompeten, diberdayakan, dan terlibat di semua tingkatan di seluruh organisasi sangat penting untuk meningkatkan kemampuannya untuk menciptakan dan memberikan nilai Untuk mengelola organisasi secara efektif dan efisien, penting untuk melibatkan semua orang di semua tingkatan dan untuk menghormati mereka sebagai individu. Pengakuan, pemberdayaan, dan peningkatan kompetensi memfasilitasi keterlibatan orang-orang dalam mencapai tujuan Mutu organisasi.

Keuntungan Penerapan Prinsip ini :
• Peningkatan pemahaman tentang sasaran Mutu organisasi oleh orang-orang di organisasi dan peningkatan motivasi untuk mencapainya
• Peningkatan keterlibatan orang dalam kegiatan peningkatan
• Peningkatan pengembangan pribadi, inisiatif, dan kreativitas
• Meningkatkan kepuasan karyawan
• Meningkatkan kepercayaan dan kolaborasi di seluruh organisasi
• Meningkatkan perhatian pada nilai-nilai dan budaya bersama di seluruh organisasi

Contoh Tindakan
• Berkomunikasi dengan orang untuk mempromosikan pemahaman tentang pentingnya kontribusi individu mereka.
• Promosikan kolaborasi di seluruh organisasi.
• Fasilitasi diskusi terbuka dan berbagi pengetahuan dan pengalaman.
• Berdayakan orang untuk menentukan hambatan kinerja dan mengambil inisiatif tanpa rasa takut.
• Mengakui dan mengakui kontribusi, pembelajaran, dan peningkatan orang.
• Aktifkan evaluasi diri kinerja terhadap tujuan pribadi.
• Lakukan survei untuk menilai performance karyawan

4. Pendekatan proses
Hasil yang konsisten dan dapat diprediksi dan dicapai lebih efektif dan efisien ketika kegiatan dipahami dan dikelola sebagai proses yang saling terkait yang berfungsi sebagai sistem yang koheren. Sistem manajemen mutu terdiri dari proses yang saling terkait. Memahami bagaimana hasil/ Produk/ Nilai dihasilkan oleh sistem ini memungkinkan organisasi untuk mengoptimalkan sistem dan kinerjanya.

Keuntungan Penerapan Prinsip ini

• Peningkatan kemampuan untuk memfokuskan upaya pada proses utama dan peluang untuk perbaikan
• Hasil yang konsisten dan dapat diprediksi melalui sistem proses yang selaras
• Kinerja yang dioptimalkan melalui manajemen proses yang efektif, penggunaan sumber daya yang efisien, dan hambatan lintas fungsi yang berkurang
• Memungkinkan organisasi untuk memberikan kepercayaan kepada pihak yang berkepentingan atas konsistensi, efektivitas dan efisiensinya
Contoh Penerapan :

• Tetapkan tujuan sistem dan proses yang diperlukan untuk mencapainya.
• Menetapkan otoritas, tanggung jawab, dan akuntabilitas untuk mengelola proses.
• Memahami kemampuan organisasi dan menentukan kendala/ Risiko dan sumber daya sebelum bertindak.
• Menentukan interdependensi proses dan menganalisis pengaruh modifikasi terhadap proses individu pada sistem secara keseluruhan.
• Kelola proses dan keterkaitannya sebagai sistem untuk mencapai sasaran mutu organisasi secara efektif dan efisien.
• Pastikan informasi yang diperlukan tersedia untuk mengoperasikan dan meningkatkan proses dan untuk memantau, menganalisis, dan mengevaluasi kinerja sistem secara keseluruhan.
• Kelola risiko yang dapat memengaruhi keluaran proses dan hasil keseluruhan sistem manajemen mutu.
5. Perbaikan
• Organisasi yang sukses memiliki fokus berkelanjutan pada peningkatan. Peningkatan sangat penting bagi organisasi untuk mempertahankan tingkat kinerja saat ini, untuk bereaksi terhadap perubahan dalam kondisi internal dan eksternal dan untuk menciptakan peluang baru.
• Keuntungan Penerapan Prinsip ini :
• Peningkatan kinerja proses, kemampuan organisasi, dan kepuasan pelanggan
• Peningkatan fokus pada investigasi dan penentuan akar penyebab, diikuti oleh pencegahan dan tindakan korektif
• Peningkatan kemampuan untuk mengantisipasi dan bereaksi terhadap risiko dan peluang internal dan eksternal
• Peningkatan pertimbangan peningkatan /terobosan
• Peningkatan penggunaan pembelajaran untuk peningkatan /dorongan untuk inovasi

Contoh Tindakan :
• Promosikan penetapan sasaran terkait dg peningkatan di semua tingkatan organisasi.
• Mendidik dan melatih orang-orang di semua tingkatan tentang cara menerapkan alat dan metodologi dasar untuk mencapai tujuan peningkatan.
• Pastikan orang kompeten untuk berhasil mempromosikan dan menyelesaikan proyek peningkatan.
• Mengembangkan dan menggunakan proses untuk mengimplementasikan proyek peningkatan di seluruh organisasi.
• Lacak, tinjau dan audit perencanaan, implementasi, penyelesaian, dan hasil proyek perbaikan.
• Mengintegrasikan pertimbangan peningkatan ke dalam pengembangan barang, layanan dan proses baru atau yang dimodifikasi.
• Implementasikan tools tools untuk peningkatan ( kaizen, 5R, pdca, dsb)
6. Pengambilan keputusan berbasis bukti
Keputusan berdasarkan analisis dan evaluasi data dan informasi lebih cenderung menghasilkan hasil yang diinginkan. Pengambilan keputusan bisa menjadi proses yang kompleks, dan selalu melibatkan ketidakpastian. Ini sering melibatkan berbagai jenis dan sumber input, serta interpretasinya, yang bisa subjektif. Penting untuk memahami hubungan sebab akibat dan potensi konsekuensi yang tidak diinginkan. Fakta, bukti dan analisis data mengarah pada obyektivitas dan kepercayaan diri yang lebih besar dalam pengambilan keputusan.

Keuntungan dalam penerapan prinsip ini :
• Perbaikan proses pengambilan keputusan
• Peningkatan penilaian kinerja proses dan kemampuan untuk mencapai tujuan
• Peningkatan efektivitas dan efisiensi operasional
• Peningkatan kemampuan untuk meninjau, menantang dan mengubah pendapat dan keputusan
• Peningkatan kemampuan untuk menunjukkan efektivitas keputusan masa lalu

Contoh Tindakan
• Tentukan, ukur dan pantau indikator-indikator kunci untuk menunjukkan kinerja organisasi.
• Jadikan semua data yang dibutuhkan tersedia untuk orang-orang yang relevan.
• Pastikan bahwa data dan informasi cukup akurat, andal, dan aman.
• Menganalisis dan mengevaluasi data dan informasi menggunakan metode yang sesuai.
• Pastikan orang kompeten untuk menganalisis dan mengevaluasi data sesuai kebutuhan.
• Buat keputusan dan ambil tindakan berdasarkan bukti, seimbang dengan pengalaman dan intuisi.
7. Manajemen hubungan
Untuk kesuksesan berkelanjutan, organisasi mengelola hubungannya dengan pihak-pihak yang berkepentingan, seperti pemasok. Pihak yang berkepentingan dapat mempengaruhi kinerja suatu organisasi. Keberhasilan yang berkelanjutan lebih mungkin dicapai ketika organisasi mengelola hubungan dengan semua pihak yang berkepentingan untuk mengoptimalkan dampaknya terhadap kinerjanya. Manajemen hubungan dengan pemasok dan jaringan mitra adalah sangat penting.
• Keuntungan Penerapan Prinsip ini :
• Meningkatkan kinerja organisasi dan pihak-pihak yang berkepentingan melalui tanggapan
• untuk peluang dan kendala/ Risiko yang terkait dengan masing-masing pihak yang berkepentingan
• Pemahaman umum tentang tujuan dan nilai-nilai di antara pihak-pihak yang berkepentingan
• Peningkatan kemampuan untuk menciptakan nilai bagi pihak yang berkepentingan dengan berbagi sumber daya dan kompetensi serta mengelola risiko terkait Mutu
• Rantai pasokan yang dikelola dengan baik yang menyediakan aliran barang dan jasa yang stabil

Contoh Tindakan :

• Tentukan pihak yang berkepentingan yang relevan (seperti pemasok, mitra, pelanggan, investor, karyawan, dan masyarakat secara keseluruhan) dan hubungannya dengan organisasi.
• Menentukan dan memprioritaskan hubungan pihak berkepentingan yang perlu dikelola.
• Membangun hubungan yang menyeimbangkan keuntungan jangka pendek dengan pertimbangan jangka panjang.
• Mengumpulkan dan berbagi informasi, keahlian, dan sumber daya dengan pihak yang berkepentingan yang relevan.
• Mengukur kinerja dan memberikan umpan balik kinerja kepada pihak yang berkepentingan, jika sesuai, untuk meningkatkan inisiatif peningkatan.
• Membangun kegiatan pengembangan dan peningkatan kolaboratif dengan pemasok, mitra, dan pihak berkepentingan lainnya.
• Dorong dan kenali peningkatan dan pencapaian oleh pemasok dan mitra.

Demikian pembahasan mengenai 7 prinsip manajemen Mutu ISO 9001 2015, untuk training dan implementasi Sistem Manajemen Mutu ini silahkan kontak kami : HP : 0812 10 9 10 329, email : budiwibowo.wibowo9@gmail.com

[/wr_column][/wr_row]

LEADERSHIP ISO 9001:2015

Leadership ISO 9001 2015

Klausul 5 – LEADERSHIP ISO 9001:2015

Ayat 5.1 – Kepemimpinan dan komitmen

Ayat 5.1.1 – Umum

LEADERSHIP ISO 9001: 2015 mengharuskan manajemen puncak untuk lebih “langsung” berhubungan dengan SMM mereka.
Untuk klausal yang mengandung kata “memastikan” yang digunakan dalam sub-klausul 5.1.1, manajemen puncak masih dapat menugaskan tugas ini kepada orang lain untuk diselesaikan.
Apabila kata-kata “mempromosikan”, “mengambil”, “menarik” atau “mendukung” muncul, kegiatan ini tidak dapat didelegasikan dan harus dilakukan oleh manajemen puncak sendiri.
Manajemen puncak harus:
• memiliki akuntabilitas untuk efektivitas sistem manajemen mutu organisasi mereka;
• memastikan bahwa kebijakan mutu dan sasaran mutu organisasi mereka konsisten dengan arahan strategis organisasi secara keseluruhan dan konteks di mana organisasi beroperasi;
• bekerja bersama orang-orang mereka dalam organisasi untuk memastikan bahwa sasaran kualitas tercapai;
• memastikan bahwa kebijakan mutu dikomunikasikan, dipahami, dan diterapkan di seluruh organisasi;
• memastikan bahwa sistem manajemen mutu mencapai hasil yang dimaksudkan;
• mengarahkan orang untuk berkontribusi pada pengoperasian sistem yang efektif;
• mendorong perbaikan dan inovasi berkelanjutan dan mengembangkan kepemimpinan di manajer mereka.
Manajemen puncak diperlukan untuk memastikan bahwa:
• persyaratan yang ditetapkan dalam ISO 9001: 2015 terpenuhi;
• Proses QMS memberikan hasil yang diinginkan;
• melaporkan pengoperasian SMM dan mengidentifikasi setiap peluang untuk peningkatan yang sedang terjadi;
• fokus pelanggan dipromosikan di seluruh organisasi;
• setiap kali perubahan pada QMS direncanakan dan diimplementasikan, integritas sistem dipertahankan.

Ayat 5.1.2 – Fokus pada pelanggan

• Mengetahui hukum dan mengetahui harapan pelanggan dan mewujudkannya;
• Memahami ketidaksesuaian Produk/ Jasa anda
• Memastikan pelanggan senang.

Ayat 5.2 – Kebijakan

Ayat 5.2.1 – Menetapkan Kebijakan Mutu

Kebijakan Mutu harus mencakup hal hal sbb:
• Mematuhi Peraturan perundangan dan Persyaratan Lainnya
• berkomitmen untuk melakukannya dengan cara yang benar (misalnya sesuai dengan standar dan praktik terbaik);
• berkomitmen untuk Peningkatan terus menerus .

Ayat 5.2.2 – Sosialisasi Kebijakan Mutu

Beritahu semua orang tentang itu.
• Memastikan itu dalam bentuk tertulis.
• Memastikan orang-orang mengetahuinya dan memahaminya.
• Memberikannya kepada orang-orang yang memiliki Kepentingan dalam bisnis Anda (mis. Klien / pemasok / produsen / staf).
• Menerbitkannya di situs web Anda

Ayat 5.3 – Peran, tanggung jawab, dan wewenang organisasi

• Mengalokasikan tanggung jawab di seluruh organisasi untuk mempertahankan sistem manajemen.
• Memastikan apa yang seharusnya terjadi sedang terjadi.
• Hasil dari proses bisnis dan bagaimana prosesnya dapat ditingkatkan.
• Mengingat pelanggan setiap saat.
• Mengingat untuk memperbarui sistem ketika Anda mengubah cara kerja atau proses yang dimaksudkan diubah.

PERTANYAAN INTERNAL AUDIT ISO 9001:2015

Pertanyaan Internal  Audit ISO 9001:2015

PERTANYAAN INTERNAL AUDIT ISO 9001:2015

Banyak pertanyaan Internal Audit ISO 9001 :2015 dalam pelaksanaan internal audit, hanya kadang kita kurang memahami pola yang ada dalam typical pertanyaan internal audit, auditor biasanya menggunakan Pola PDCA dalam membuat pertanyaan seperti contoh pertanyaan pertanyaan di bawah ini :

Pertanyaan Internal Audit ISO 9001:2015 PLAN

1. Jelaskan Konteks Organisasi dan Interested Party yang terkait dengan Departemen anda.
Pertanyaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa organisasi atau departemen tersebut memahami konteks Organisasi yang terkait dengan
bagian atau departemennya, sehingga departemen atau organisasi sudah paham posisi organisasi/ departemen, serta sudah bersiap untuk mengantisipasi segala hal yang bisa menghambat performa organisasi ke depannya.

2. Risk / Opportunity apa saja yang ada di bagian/ Departemen Bapak/ Ibu ?

Pertanyaan ini akan menggali lebih dalam mengenai Resiko Resiko yang mungkin akan timbul pada saat organisasi / Departemen berjalan , juga untuk memastikan apakah organisasi atau Departemen sudah siap mengantisipasinya, Di samping itu pertanyaan ini juga dapat menggali informasi peluang peluang apa saja yang bisa segera di eksekusi dan mendatangkan benefit yang maksimal.

3. Jelaskan Tentang Kebijakan Mutu & Sasaran Mutu ?

Pertanyaan ini sangat sering muncul karena berkaitan dengan :

Perencanaan Perusahaan Secara global, untuk memastikan bahwa semua orang dalam organisasi mengetahui apa yang diinginkan organisasi berkaitan dengan Sistem Manajemen Mutu nya
Perencanaan Departemen/ Bagian/ Seksi, guna mengetahui apa target Departemen/ Bagiant tersebut.
memastikan sampai dimana pencapaian departemen/ bagian/ seksi tersebut dan memastikan tindakan pencegahan sudah di identifikasi untuk menghindari melesetnya pencapaian target
Memastikan kesadaran karyawan mengenai sistem manajemen mutu pada organisasi tersebut.

4. Jelaskan Apa tugas dan tanggung jawab anda

Pertanyaan ini terkait dengan Job Description, kepastian tanggung jawab dan tugas, sekaligus melihat kompetensi auditee apakah sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya, sampai dengan hirarki organisasi (Struktur Organisasi) dimana dengan siapa auditee bertanggung jawab dan siapa saja yang menjadi bagian dari departemenya. Sekaligus melihat apa kontribusi auditee bagi pencapaian sasaran mutu departemen, sasaran mutu perusahaan, dan melihat potensi hambatan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

Pertanyaan Internal Audit ISO 9001:2015 DO

5. Apakah anda mempunyai acuan dalam menjalankan tugas & Bagaimana anda melakukan tugas ? (Acuan bisa termasuk UU, Peraturan, Manual, Prosesdur, IK, Persyaratan lain dalam bentuk informasi terdokumentasi)

Pertanyaan ini diajukan untuk melihat apakah auditee memiliki standard­standard/ Petunjuk/ Pedoman dalam melaksanakan tugas­tugasnya. Ini adalah pertanyaan pembuka bagi auditor untuk masuk ke dalam proses kegiatan yang dilakukan oleh auditeee, melihat apakah proses tersebut sesuai dengan acuan tersebut, dan melihat potensi improvement proses yang sudah dijalankan selama ini. Termasuk di dalamya waktu penyelesaian proses, hasil yang diperoleh dan bahan / alat/ Sumber daya yang diperlukan selama proses. dan melihat ketrampilan/ kemampuan auditee dalam melakukan proses tersebut.

Pertanyaan Internal Audit ISO 9001:2015 CHECK

6. Bagaimana anda memastikan bahwa dengan proses yang sekarang, Sesuai dengan Rencana ?

Pertanyaan ini untuk memastikan proses monitoring berjalan, sampai dimana, mau kemana, berapa lama lagi Target akan menjadi aktual. Dan apa apa yang diperlukan untuk mencapainya. Sekaligus melakukan cek apakah hasil dari proses sesuai dengan permintaan customer dan, pertanyaan berikutnya ….

7. Bagaimana jika proses/ produk/ jasa tidak sesuai dengan persyaratan ?

Pertanyan ini digunakan untuk mendapatkan gambaran apakah Ketidaksesuain telah teridentifikasi dan bagaimana menanggulanginya/ bagaiamana perlakuaan terhadap produk yang tidak sesuaia tsb.

Pertanyaan Internal Audit ISO 9001:2015 ACT & IMPROVEMENT

8. Apa ada yang bisa di tingkatkan?

Pertanyaan ini untuk melihat potensi peningkatkan kinerja proses dan potensi penghematan sumber daya yang digunakan, dibandingkan dengan apa yang telah dilakukan sekarang.

9. dll…

Semoga Bermanfaat :

Training, Internal Audit ISO 9001:2008, ISO 14001, OHSAS 18001, kontak kami HP 0812 10 9 10 329

Konsultan ISO 9001: Peran Konsultan ISO dalam membantu Organisasi Anda

Konsultan ISO 9001

Konsultan ISO 9001 dalam membantu Organisasi Anda

Konsultan ISO 9001 memastikan sistem manajemen mutu (SMM) ISO 9001berjalan dengan baik dan sesuai dengan persyaratan ISO 9001.

Meningkatkan Pemahaman Organisasi Mengenai ISO 9001

organisasi atau perusahaan harus memahami dan mengerti Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 dengan baik sebelum menerapkannya, disinilah peran dari konsultan ISO 9001 diperlukan, dengan keahlian dan ketrampilan yang mereka miliki, mereka dapat membantu organisasi dalam meningkatkan pemeahaman dan pengetahuan mengenai Sistem Manajemen yang sedang dibangun.

Meningkatkan Efesiensi dan Efektifitas Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 yang dibangun.

Konsultan ISO 9001 biasanya mempunyai banyak pengalaman dalam membangun dan menerapkan ISO 9001 di berbagai organisasi atau perushaan, dengan pengalaman dan pengetahuannya ini maka mereka akan membangun dan mengimplementasikan sisitem manajemen mutu di organisasi dengan cepat, efisien dan efektif,

Memberikan masukan dan saran kepada Organisasi

Dengan keahlian mereka, konsultan ISO dapat membantu organisasi dalam mengarahkan SMM yang sedang dikembangkan, mereka akan memberikan masukan dan arahan dalam membuat kebijakan mutu, Sasaran mutu, rencana mutu, Prosedur Mutu, dll  yang akan bisa meningkatkan efesiensi dan efektifitas ISO 9001 di Organisasi, apabila ada kebijakan, sasaran atau rencana mutu yang kurang sesuai, konsultan ISO 9001 dapat memberikan masukan.

Membantu Organisasi dalam Melihat Resiko Proses Internal

Konsultan ISO 9001 melakukan audit internal perusahaan dan audit pre asses audit sebelum dilakukan audit eksternal, dalam audit ini tentu saja auditor akan mereview dan melihat sistem manajemen mutu iso 9001 yang dibangun oleh organisasi, sehingga dari situ Konsultan ISO 9001 akan memberikan input / catatan terkait dengan resiko proses dari SMM yang sedang dijalankan.

Meningkatkan Kepercayaan organisasi dalam menghadapi auditor eksternal

Konsultan ISO 9001 akan memberikan pendampingan pada saat eksternal audit dan sebelumnya mereka akan melakukan Try Out Audit seperti yang akan dilakukan oleh eksternal audit, dengan demikian maka karyawan akan lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi auditor eksternal.

Membantu organisasi dalam bernegosiasi dengan badan sertifikasi

Konsultan ISO 9001 mempunyai kerja sama dengan badan sertifikasi pada kurun waktu yang lama, sehingga mereka sangat paham mengenai kontrak klien dengan badan sertifikasinya, dengan demikian makan Konsultan ISO 9001, dapat membantu organisasi dalam bernegosiasi dengan badan sertifikasi agar organisasi akan mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Membantu organisasi dalam menjaga (Maintanance) sistem manajemen mutu ISO 9001

Konsultan ISO 9001 sesuai dengan kontrak yang disepakati tentu saja dapat membantu organisasi dalam maintanance SMM yang dibangun, misalnya saja dengan kunjungan rutin ke organisasi yang baru memperoleh sertifikasi, periode kunjungan cukup 1 kali sebulan, sehingga implementasi ISO 9001 tetap terjaga.

 

Demikian sedikit penjelasan mengenai Peran Konsultan ISO 9001 dalam membantu Organisasi Anda, apabila organisasi anda membutuhkan Konsultan ISO 9001, 14001, OHSAS 18001, MLC 2006, dll silahkan menghubungi kami di HP  0813 16410129   email : budi_wibowo_bb@yahoo.com

 

 

 

 

Cara Memilih Konsultan ISO

Konsultan ISO

Cara memilih konsultan ISO :

1. Memilih konsultan ISO yg mandaysnya flexible
Cari konsultan yang mandays kunjunganya tidak terlalu fix tapi juga tidak terlalu longgar, bila terlalu fix biasanya konsultan akan straight pada jumlah mandays di perjanjian, hal ini tentu kurang bagus bagi organisasi, karena cepat lambatnya proses development sistem di suatau perusahaan berbeda satu dengan yang lain, kalau mandaysnya terlalu longgar, berapapun deh kunjungan kita tidak hitung ?? wah bahaya juga jangan jangan proyek implementasinya nanti ga selesai selesai ?? untuk Global K consulindo, kami memberikan spare maksimum 10% dari total kunjungan kami , free untuk organisasi yang kita tangani.

2. Memilih Konsultan ISO yang berpengalaman

Cari konsultan yang punya experience menangani perusahaan-perusahaan besar yang skopenya nasional/ multinasional, dengan demikian tidak ada kekhawatiran bagi perusahaan untuk menyerahklan development sistem manajemennya pada konsultan tsb. Konsultan dari gmci (www.consultant-iso.com ) sangat berpengalaman dalam menangani perusahaan- perusahaan nasional maupun multinasional.

3. Memilih Konsultan ISO dengan harga yang bersahabat
Sekali lagi mahal belum tentu bagus, kami global K Consulindo sangat memahami kebutuhan klien untuk mendapatkan sertifikasi iso namun dengan biaya yang terjangkau, bila bapak ibu berkenan silakan berkonsultasi dengan kami mengenai pembiayaan konsultasi dengan gmci.

4. Biaya development sistem

Dalam mendevelop sistem tentu akan muncul pembiayaan-pembiayaan terkait pemenuhan standard maupun regulasi. Misalnya untuk iso 9001 akan muncul pembiayaan untuk kalibrasi alat, pengurusan perijinan, dsb, untuk iso 14001 akan muncul pembiayaan untuk TPS, Ijin penyimpanan limbah, upl ukl, dsb, untuk OHSAS dan SMK3, akan muncul pembiayaan APD, Pemeriksaan kesehatan dsb.

Nah sekarang tidak ada keraguan lagi untuk hitung-hitungan “ menjadi perusahaan yang bersertifikasi internasional”

 

“ Penerapan sistem itu lebih penting daripada hanya sertifikasi” boleh saja bagi organisasi anda untuk membangun sistem manajemennya saja tanpa sertifikasi, bila merasa sudah siap, silakan sewaktu waktu bisa diaudit untuk sertifikasi, namun apapun kebutuhan anda kami siap membantu….

Untuk Sertifikasi ISO dengan harga terjangkau …? Hubungi Kami 0813 1641 0129

Konsultan ISO 9001:2015

Konsultan ISO 9001:2015

 

konsultan iso 9001

Salah satu jasa utama  dari kami adalah program konsultasi ISO 9001 2015, bagi organisasi yang ingin membangun dan menerapkan sisitem manajemen mutu ISO 9001:2015,  dalam pekerjaan Konsultan ISO 9001:2015 ada beberapa tahapan,  Tahapan program Konsultasi ISO 9001 2015  Sistem Manajemen Mutu adalah sebagai berikut:

1. Tahap Pengecekan awal

Tahapan ini terdiri atas pengecekan awal, kondisi aktual organisasi, disini akan diidentifikasi mana persyaratan ISO yang sudah terpenuhi oleh organisasi dan mana yang belum terpenuhi, sehingga memudahkan proses konsultasi yang akan dijalankan.

2. Tahap Development sistem

Tahap Developmen sistem ini terdiri dari pembuatan Tim , Pelatihan Tim, Pembuatan Dokumentasi sisitem manajemen ISO 9001, Pengesahan, distribusi dan sosialisasi dokumen.

3. Tahap Implementasi Sistem

di tahap ini dilakukan, implementasi terhadap sisitem manajemen yang sudah dibuat, implementasi ini diawasi oleh management representative, dan konsultan ISO 9001:2015 ini secara berkala akan melihan progress dari implementasi dari sistem manajemen yang dijalankan.

4. Evaluasi dan perbaikan sistem

Tahap ini adalah tahap monitoring dan evaluasi dari sistem manajemen mutu ISO 9001 2008 yang sudah dibuat, hasil evaluasi ini harus mencakup aspek internal evaluasi yang didapat dari

  • internal audit
  • ketidaksesuaian produk/ jasa
  • tindakan perbaikan
  • tindakan pencegahan
  • monitoring proses
  • monitoring produk

dan eksternal evaluasi yang bisa didapat dari

  • customer survey
  • laporan komplain
  • komunikasi eksternal
  • klaim
  • warranty
  • dll

semua indikator monitoring dan evaluasi tersebut akan di bahas dalam rapat tinjauan manajemen yg kemudian akan menghasilkan tindakan perbaikan dan peningkatan untuk proses selanjutnya.

5. Audit Sertifikasi

TUJUAN KONSULTASI ISO 9001

  • Membangun dan menerapkan sistem manajemen mutu sesuai dengan persyaratan ISO 9001:2008
  • Membuat standarisasi pekerjaan sesuai dengan kaidah kaidah ISO 9001 2015
  • Meningkatkan Improvement proses pekerjaan
  • Memperoleh Sertifikasi ISO 9001:2015

 

RUANG LINGKUP  PEKERJAAN KONSULTAN ISO 9001:2015

  • Pengembangan dan implementasi Sistem Manajemen Mutu berdasarkan persyaratan ISO 9001:2008I

 

STRATEGI KONSULTAN ISO 9001:2015

  • Komitmen dari Manajemen yang kuat
  • Team Work/ steering Commitee Yang solid
  • Dukungan penuh dari semua karyawan
  • Pendekatan dari keaktifan dan partisipasi semua orang dalam organisasi
  • mengimplementasikan standard yang customize dan sesuai dengan kebutuhan organisasi
  • Pembuatan dokumen yang standard, tidak terlalu banyak dokumen.
  • Continual improvement
  • Case study dan workshop

JASA YANG DIBERIKAN KONSULTAN ISO 9001:2015

  • Gap Aanlysis kondisi saat ini
  • Managment Briefing
  • Pembentukan Team audit
  • Penjelasan Business Proses Perusahaan
  • Rencana Bisnis, sasaran dan Target
  • Action Plan
  • Pembuatan Manual Mutu, Prosesdur dan Instruksi Kerja
  • Pembuatan Form / Record / Bukti Kerja
  • Implementasi Sistem
  • Tindakan Perbaikan
  • Pelatihan ISO 9001:2008
  • Pre Asses Audit
  • Pendampingan Audit Sertifikasi

TRAINING ISO 9001:2015 YANG DIBERIKAN :

 

  • Dokumentasi Sistem Manajemen Mutu
  • Pemahaman standar ISO 9001:2008
  • Training Internal Quality Auditor
  • Praktek Audit ISO 9001:2008

PERUSAHAAN YANG BISA MENERAPKAN ISO 9001:2015

 

  • Perusahaan Jasa
  • Perusahaan Manufacture
  • Pelayanan Public
  • Kantor Pemerintah
  • Sekolah
  • Yayasan
  • dll

bagi anda organisasi yang membutuhkan jasa konsultasi & Training ISO 9001:2008 silahkan menghubungi kami di HP : 0813 1681 0129  email : budi_wibowo_bb@yahoo.com

 

Konsultan ISO 14001

Konsultan ISO 14001:2015

ISO 14001 Fokus pada Manajemen Lingkungan ,yang berarti bahwa bagaimana organisasi harus bisa memenuhi, peraturan dan perundangan lingkungan. sehingga pada akhirnya jalannya bisnis perusahaan tidak menyebabkan pencemaran lingkungan

Manfaat penerapan ISO 14001:2015

  • Membuka pangsa pasar Nasional maupun Internasional
  • Mengurangi pencemaran lingkungan
  • Meningkatkan efisiensi dan efektifitas perusahaan
  • Pengurangan energi dan sumber daya alam
  • Meningkatkan image perusahaan
  • Menunjukan komitmen perusahan yang kuat terhadap lingkungan
  • Pengakuan secara Internasional terhadap Sistem Manajemen Lingkungan Perusahaan
  • Membantu bumi yang hijau dan lestari

Banyak Sekali Perusahaan yang telah mendapatkan manfaat dari penerapan ISO 14001:2015 ini, bagi anda yang ingin membangun dan menerapkan sistem manajemen Lingkungan ISO14001:2015 di Organisasi anda, kami siap membantu memberikan service konsultasi ISO 14001:2004 yang sangat customize dan sesuai dengan bisnis model organisasi anda.

Waktu Konsultan ISO 14001:2015

Untuk waktu yang diperlukan untuk membangun dan menerapkan sistem manajemen mutu ISO 14001:2015, sangat bervariasi bisanya natara 3-5 bulan, apabila Tim dalam organisasi bisa berjalan dengan baik maka waktu yang diperlukan pun semakin singkat.

Biaya Konsultan ISO 14001:2015

Biaya Konsultasi sangat Terjangkau bisa disesuaikan dengan budget organisasi, sehingga jumlah kunjungan kami bisa sangat flexible tergantung dengan upaya internal perusahaan dan kerjasama yang baik dengan Tim Konsultan Kami.

ayo burauan kontak kami sekarang di HP : 0813 1641 0129 email: budi_wibowo_bb@yahoo.com

SERTIFIKAT ISO KONTRAKTOR

LATAR BELAKANG SERTIFIKAT ISO KONTRAKTOR

Sertifikat ISO kontraktor saat ini adalah sudah menjadi suatu kewajiban, mengingat persaingan dunia konstruksi sangatlah ketat, Tuntutan kualitas/mutu atas barang dan jasa yang diperlukan terus meningkat, bahkan peningkatannya sangat tajam. sehingga diperlukan strategi strategi yang jitu dalam menghadapi persaingan tersebut.

Untuk menjamin mutu, mengelola lingkungan dan menjaga keselamatan kerja karyawannya dan membangun kepercayaan, banyak perusahaan dan institusi yang telah menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9000, Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14000 (14001). Sistem Manajemen K3 (OHSAS 18000 (18001), Implementasi/penerapan ISO dalam bidang konstruksi merupakan sesuatu yang tak bisa dilepaskan

SERTIFIKAT ISO KONTRAKTOR YANG UMUM DIGUNAKAN

Sertifikasi ISO 9001 memberikan jaminan suatu perusahaan melaksanakan sistem manajemen mutu ISO 9001 secara konsisten. sehingga semua proses dalam perusahaan tersebut terkendali dan terkontrol agar senantiasa dapat memperoleh hasil yang baik dan terus menerus ditingkatkan, artinya dengan mendapatkan sertifikat ini, organisasi bisa berjalan dengan efektif dan efisisen,

Sertifikasi ISO 14001 memberikan jaminan suatu perusahaan melaksanakan sistem manajemen Lingkungan ISO 14001 secara konsisten. sehingga semua proses dalam perusahaan tersebut terkendali dan terkontrol agar senantiasa dapat mengurangi bahkan menghilangkan dampak pencemaran lingkungan dari kegiatan perusahaan, artinya dengan mendapatkan sertifikat ini, organisasi bisa berjalan dengan efektif dan efisisen dalam mengendalikan pencemaran lingkungan.

Sertifikasi OHSAS 18001 memberikan jaminan suatu perusahaan melaksanakan sistem manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (OHSAS 18001) secara konsisten. sehingga semua proses dalam perusahaan tersebut terkendali dan terkontrol agar senantiasa dapat mengurangi bahkan menghilangkan resiko kecelakaan kerja dari kegiatan perusahaan, artinya dengan mendapatkan sertifikat ini, organisasi bisa berjalan dengan efektif dan efisisen dalam mengelola resiko bahaya di dalam kegiatan perusahaannya.

CARA MEMPEROLEH SERTIFIKAT ISO KONTRAKTOR

untuk memperoleh sertifikat ISO kontraktor sangat mudah

1. Pembuatan Tim ISO di Perusahaan

2. Training mengenai sertifikat ISO kontraktor yang akan diambil

3. Pembuatan SOP yang diperlukan

4. Implementasi SOP yang sudah dibuat

5. Internal audit

6. Manajemen Review

7. Stage 1 Audit

8. S2 Audit dan Rekomendasi Sertifikat ISO

demikianlah sedikit penjelasan mengenai sertifikat ISO Kontraktor, semoga bermanfaat, bagi anda perusahaan yang membutuhkan konsultan untuk sertifikasi ISO kontraktor dapat menghubungi kami di HP : 0813 1641 0129  email :globalk_consulindo@yahoo.co.id

kami siap membantu anda, banyak kontraktor yang sudah kami bantu…

Sertifikat ISO 9001, 14001, OHSAS 18001 Kontraktor

Seiring dengan perkembangan global maka saat ini banyak sekali perusahaan kontraktor yang mengimplementasikan dan mendapatkan sertifikat ISO 9001, 14001 dan OHSAS 18001.

banyak sekali alasan mengapa kontraktor mengimplementasikan dan mensertifikasi perusahaan dengan standard internasional seperti ISO 9001, ISO 14001, dan OHSAS 18001.

1. Memberikan Pelayanan yang terbaik

dengan membuat standard sisitem manajemen terutama sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 tentu saja diharapkan bahwa pelayanan akan meningkat pesat sehingga sistem dalam organisasi akan berjalan efektif dan efisien.

2. Efeisiensi dan efektifitas Pelayanan

Jasa yang diberikan kepada customer tentu saja yang terbaik, namun hal itu juga harus dibarengi dengan efisiensi dan efektifitas dalam segala hal, sisitem manajemen ISO 14001 dan OHSAS tentu saja dapat digunakan untuk memperoleh tujuan tersebut.

3. Mengurangi kecelakaan Kerja

Ya dalam pekerjaan kontraktor tentu saja banyak sekali resiko dalam proses pekerjaan, dengan menerapkan sisitem manajemen keselamatan kerja yang baik, tentu saja resiko bahaya dan kecelakaan kerja bisa dihindari.

4. Mengurangi dampak terhadap lingkungan

dalam melakukan pekerjaan kontraktor, tentu saja banyak sekali proses yang berdampak terhadap lingkungan, menerapkan sisitem manajemen lingkungan tentu saja bisa digunakan untuk mengelola dan mengurangi aspek dampak lingkungan.

5.Pengakuan Secara Internasional sistem manajemen di Perusahaan

Dengan sertifikasi ISO ini, maka sistem manajemen perusahaan sudah mendapatkan pengakuan oleh badan sertifikasi bahwa standard manajemen organisasi sudah sesuai dengan sistem manajemen yang diakui secara internasional.

6. Membuka Peluang Pasar

banyak sekali organisasi yang mensyaratkan sertifikat ISO bagi suppliernya, dengan sertifikasi ISO ini tentu saja organisasi akan berpeluang mendapatkan market yang mensyaratkan Sertifikat ISO tersebut.

demikian sedikit penjelasan mengenai sertifikat ISO kontraktor, semoga bermanfaat….