Tag Archives: SMK3

Internal Audit SMK3 Berdasarkan PP No 50 Tahun 2012 (Sertifikasi Kemenaker)

Internal Audit SMK3

Internal Audit SMK3 Berdasarkan PP No 50 Tahun 2012 (Sertifikasi Kemenaker)

Internal Audit SMK3 saat ini sudah menjadi salah satu hal yang wajib dilakukan oleh organisasi yang mengimplementasikan SMk3 di dalam perusahaannya.

Internal Audit SMK3

Bisnis telah berubah secara significant  sejak revisi besar terakhir pada tahun 1999 untuk Standar Internasional mengenai Sistem Manajemen K3 , Oleh karena itu, standar lokal telah direevisi  dari peraturan lama  PERMENAKER No. 5/200 1996 menjadi PP No. 50 / 2012. Kedua pedoman tersebut Lokal dan internasional telah mengubah cara kita bekerja pada saat melakukan Audit Internal Sistem Manajemen K3/ SMK3

Satu hal yang tetap konstan, untuk menjadi sukses dalam dunia  bisnis harus kita harus selalu beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan kesehatan dan keselamatan yang berkembang baik yang disesuaikan dengan standar lokal maupun internasional.

Di Indonesia, Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan (SMK3) adalah standar pengelolaan K3 yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia sejak tahun 1996 untuk semua perusahaan yang berada di wilayah hukum Republik Indonesia. Dan pada 12 April 2012 di Jakarta yang membawahkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3). PP adalah peraturan pelaksanaan Pasal 87 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Dalam PP No. 50 Tahun 2012, Perusahaan  harus menerapkan semua SMK3, terutama perusahaan yang mempekerjakan setidaknya 100 pekerja atau perusahaan yang memiliki tingkat kecelakaan potensial yang tinggi karena karakteristik proses kerja.

Internal Audit SMK3

Salah satu persyaratan Wajib dalam implementasi SMK3 dalam perusahaan atau Organisasi adalah Internal Audit SMK3, Tentu Saja Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan teknik yang mumpuni dalam menjalankan Audit Internal SMK3 di dalam Organisasi.

Syarat Utama dalam Melaksanakan  Audit Internal SMK3 adalah Pelatihan Internal Audit SMK3 yang tentu saja mendapatkan sertifikasi dari Kemenaker.

Tujuan Pelatihan Internal Audit SMK3

Peserta mampu memahami Jenis Audit & Tujuan Internal Audit
Peserta mampu membuat program Audit SMK3
Peserta mampu memahami tugas dan tanggung Jawab Audit SMK3
Peserta Mampu melakukan Internal Audit SMK3
Peserta Mampu melakukan membuat Laporan Internal Audit SMK3
Peserta Mampu melakukan Tindak Lanjut Internal Audit SMK3

Agenda Pelatihan Internal Audit SMK3 (PP No. 50/2012 – Persyaratan )

• Pengenalan Kesehatan dan Keselamatan Kerja
• Hukum dan Peraturan yang mencakup Kesehatan dan Keselamatan Kerja
• Dasar  Dasar SMK3
• Kriteria Audit dan Elemen Audit SMK3
• Mekanisme dan alur kerja pelaksanaan audit internal berbasis SMK3
• Peran dan Tanggung Jawab Auditor Internal SMK3
• Badan Sertifikasi SMK3
• Instrumen Audit SMK3
• Penyegaran Prinsip Audit Internal
• Perencanaan dan Persiapan Audit
• Melakukan Audit
• Audit Report

Jenis Pelatihan/ Training

In House Training Peserta Minimal 10 Orang , Investasi Rp. 4.300.000/ Orang Tidak Termasuk Pajak.

Bagi anda organisasi Atau Perusahaan yang akan menjalankan Pelatihan Internal Audit SMK3, Silahkan Menghubungi kami di HP/WA 0812 10 9 10 329

email : budi_wibowo_bb@yahoo.com

Contoh Surat Pengajuan Tim P2K3 Perusahaan

Contoh Surat Pembentukan P2K3

Contoh Surat Pengajuan Tim P2K3 Perusahaan

Dengan Hormat,

Sehubungan dengan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sesuai Peraturan Pemerintah RI No 50 tahun 2012 dan menindaklanjuti Undang-undang No 1 tahun 1970 dan Permanker No PER-04/MEN/1987 maka bersama ini kami mangajukan permohonan pengesahan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) di perusahaan kami. Strukturorganisasi P2K3 terlampir.

 

Demikian yang dapatkami sampaikan.

 

Terimakasihatasperhatiandankerjasamanya

 

Hormat kami,

 

 

Nama :___________

DirekturUtama

 

Surat Keputusan

Pembentukan Panitia Pembina Keselamatan dan kesehatan Kerja (P2K3) PT XXXXX

 

  • Nomor : ……/SK-P2K3/VII/2016

 

M E N I M B A N G

  1. Undang-undang No 1 tahun 1970 tentang Keselamatan dan kesehatan Kerja
  2. Peraturan pemerintahan RI No 50 tahun 2012, maka dalam rangka memenuhi persayaratan standar tersebut dipandang perlu untuk menetapakan Struktur Organisasi P2K3
  3. Permenaker RI Nomor PER.04/MEN/1987 tentang Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Beserta Tata Cara Penunjukan Ahli Keselamatan Kerja ( Ahli K3 ).

 

M E M U T U S K A N

  1. Mengangkat saudara yang tercantum di dalam surat keputusan ini sebagai P2K3 di PT _______________
  2. Apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan, akan dilakukan peninjauan kembali sebagaimana mestinya.
  3. Surat Keputusan ini disampaikan kepada yang bersangkutan.

 

Keanggotaan P2K3

 

  • KETUA                                 : ______________________
  • WAKIL KETUA                    : ______________________
  • SEKRETARIS                     : ______________________
  • WAKIL SEKERTARIS         : ______________________
  • ANGGOTA                          :

 

 

Tugas P2K3

 

KETUA

  • Memimpin rapat atau menunjuk anggota lain sebagai pimpinan rapat,
  • Menentukan policy/langkah terhadap program K3,
  • Mempertanggungjawabkan pelaksanaan program -program K3 baik internal/eksternal,
  • Memonitor & mengevaluasi kinerja P2K3,

 

SEKRETARIS

  • Membuat undangan dan notulensi rapat,
  • Mengelola administrasi surat/dokumen P2K3,
  • Membantu/memberi saran dan bantuan kepada semua departemen anggota demi suksesnya program K3,
  • Membantu ketua dalam memantau pelaksanaan program dan menentukan tindakan perbaikan

 

ANGGOTA

  • Melaksanakan program-program K3 yang telah ditetapkan sebelumnya,
  • Melaporkan kepada ketua atas pelaksanaan program-program K3,

 

Tugas P2K3 (Sesuai Permenaker PER-04/MEN/1987 Pasal 4)

 

Memberi saran dan pertimbangan baik diminta maupun tidak kepada pengusaha atau pengurus mengenai masalah K3

 

Fungsi P2K3 (Sesuai Permenaker PER-04/MEN/1987 Pasal 4)

 

  1. Menghimpun dan mengolah data K3

 

  1. Membantu menunjukan dan menjelaskan kepada setiap tenaga kerja mengenai :
  • Bahaya ditempat kerja
  • Faktor yang dapat mempengaruhi efisiensi dan produktivitas kerja
  • Alat Pelindung Diri
  • sikap dan cara kerja aman

 

  1. Membantu pengusaha atau pengurus dalam :
  • Mengevaluasi cara kerja, proses & lingkungan kerja
  • Menentukan tindakan koreksi dengan alternatif terbaik
  • Mengembangkan sistem pengendalian bahaya terhadap K3
  • Memeriksa kelengkapan peralatan keselamatan kerja
  • Mengevaluasi penyebab kecelakaan & penyakit akibat kerja serta langkah perbaikannya
  • Mengadakan penyuluhan dalam bidang K3, higene & ergonomic
  • Mengembangkan pelayanan kesehatan tenaga kerja
  • Menyelenggarakan administrasi K3

 

  1. Membantu pimpinan perusahaan menyusun kebijakan manajemen dan pedoman kerja dalam rangka meningkatkan:
    • Keselamatan Kerja
    • Kesehatan Kerja
    • Higene Perusahaan
    • Ergonomi

 

 

Kegiatan  P2K3

  • Mengadakan pertemuan/rapat rutin P2K3
  • Menyusun program kerja P2K3
  • Mengidentifikasi masalah-masalah K3 di tempat kerja
  • Melaksanakan kegiatan identifikasi bahaya seperti inspeksi, audit, monitoring,dll.
  • Mengadakan kegiatan penyuluhan/pelatihan K3 kepada tenaga kerja
  • Memberikan rekomendasi tindakan perbaikan
  • Membuat laporan hasil kegiatan P2K3 kepada pihak internal atau eksternal perusahaan
  • Membahas hasil kegiatan/kinerja pelaksanaan program-program K3

 

Rapat-Rapat P2K3 (sesuai  Kepmenaker No.155/MEN/1984 Pasal 6)

dilaksanakan 1 (satu) kali tiap satu bulan dengan dihadiri oleh Ketua, Sekretaris, dan Anggota.

 

Laporan P2K3 (Menurut Permenaker PER-04/MEN/1987 Pasal 12)

Sekurang-kurangnya 3 bulan sekali pengurus wajib menyampaikan laporan tentang kegiatan P2K3 kepada Menteri melalui Kantor Departemen Tenaga Kerja setempat

 

Jakarta, _________________

 

 

 

Nama :________________

Direktur Utama

 

untuk training, konsultasi , Sertifikasi SMK3

dapat menghubungi kami di HP/WA 0812 10 9 10 329  email :budi_wibowo_bb@yahoo.com

Tanggung Jawab dan wewenang SMK3

Tanggung jawab dan wewenang SMK3

Tanggung Jawab dan wewenang SMK3

Direktur

  • Bertanggung jawab untuk memastikan bahwa sistem manajemen K3 telah berjalan dengan baik dengan memberikan komitmen dan menetapkan kebijakan termasuk memberikan sumber daya yang diperlukan.
  • Melakukan tinjauan manajemen secara berkala untuk melihat kinerja pelaksanaan SMK3 serta memberikan arahan dan peningkatan yang diperlukan secara berkesinambungan

Management Representative  

  • Memastikan proses yang diperlukan untuk Sistem Manajemen K3 ditetapkan, diterapkan dan dipelihara.
  • Melaporkan kepada Direktur Utama / Top Management mengenai kinerja Sistem Manajemen K3L dan peluang untuk perbaikan.
  • Memastikan kesadaran dari seluruh karyawan mengenai pentingnya memenuhi persyaratan pelanggan.
  • Bertanggungjawab terhadap pemecahan masalah / kendala dalam pembangunan dan penerapan Sistem Manajemen K3 di semua unit kerja.
  • Memastikan penggunaan Standar Kerja/ Acuan Kerja terkini untuk masing-masing unit kerja.
  • Mewakili perusahaan untuk masalah Sistem Manajemen K3 terutama kepada Pihak Luar.
  • Merencanakan dan melaksanakan serta memantau Program Audit Internal serta Tinjauan Manajemen.
  • Mengontrol dokumen, seperti menerbitkan, perubahan, distribusi, penomoran dan pemusnahan.
  • Memelihara dokumen, seperti master dokumen Manual K3, Prosedur, K3 Plan, Form, Catatan K3, Laporan Audit dan hasil Rapat Sistem Manajemen K3.
  • Sebagai penghubung perusahaan dengan pihak luar yang berhubungan dengan Sistem Manajemen K3.

Manager

  • Bertanggung jawab terhadap keselamatan dan kesehatan dari seluruh pekerja, tamu dan masyarakat ketika berada di bidang kerjanya.
  • Bertanggung jawab menyediakan sumber daya untuk penerapan sistem manajemen K3 di lingkungannya masing-masing
  • Bertanggung jawab untuk memastikan bahwa peraturan perundangan dibidang K3 yang berlaku bagi perusahaan telah dipenuhi
  • Berwenang untuk menentukan suatu kegiatan dapat diteruskan atau harus dihentikan berdasarkan penilaian resiko
  • Berwenang untuk mengeluarkan Laporan ketidak sesuaian
  • Berwenang untuk mengambil tindakan tegas terhadap tindakan-tindakan yang dapat membahayakan K3
  • Berwenang untuk memberlakukan keadaan dalam darurat ( emergency )

Manager K3 (HSE):

  • Bertanggung jawab terjaganya dokumentasi sistem manajemen K3
  • Menerima tanggung jawab untuk memastikan sistem diterapkan diseluruh bagian/fungsi
  • Bertanggung jawab untuk memastikan sistem berjalan efektif dan tetap sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan
  • Bertanggung jawab mendapatkan informasi peraturan yang terbaru
  • Bertanggung jawab untuk mengaudit sistem dan melaporkan kepada managing director
  • Bertanggung jawab untuk melaksanakan komunikasi dengan eksternal
  • Bertanggung jawab mengevaluasi bahaya-bahaya dari proses yang ada atau yang baru dan untuk menekan resiko-resikonya
  • Bertanggung jawab menetapkan dan mengembangkan rencana tanggap darurat
  • Berwenang untuk mengeluarkan laporan kecelakaan, laporan ketidak sesuaian dan tindakan perbaikan

Seluruh Supervisor :

  • Bertanggung jawab untuk memastikan penerapan sistem manajemen K3 di tempat kerjanya dan memastikan bahwa seluruh resiko yang ada di areanya telah diidentifikasi, terdokumentasi, direkam dan dikendalikan
  • Memastikan bahwa program peningkatan K3 di area kerja mereka telah dijalankan dengan baik
  • Membina dan memastikan bahwa pekerja bawahannya termasuk pihak ketiga telah memahami dan mematuhi semua ketentuan keselamatan kerja yang berlaku.

Seluruh Karyawan:

  • Bertanggung jawab untuk memenuhi persyaratan sistem manajemen K3 setiap saat di dalam menjalankan pekerjaannya masing-masing.
  • Bertanggung jawab melaporkan kecelakaan atau insiden atau tindakan yang dapat mengarah pada insiden (unsafe condition) kepada atasannya dan merekamnya dalam buku kecelakaan dan insiden
  • Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan keselamatan dan cara kerja aman yang berlaku untuk pekerjaannya masing-masing, termasuk penggunaan alat keselamatan yang sesuai.

KOSA KATA SMK3 / Sistem Manajemen

kosa kata SMK3

KOSA KATA SMK3  / Sistem Manajemen K3

  1. Kecelakaan : Kejadian yang tidak diinginkan dapat menimbulkan cidera, sakit, luka, kerusakan atau kehilangan.
  2. Audit : Pengujian sistematis untuk menentukan apakah kegiatan dan hasil yang bersangkutan sesuai dengan pengaturan yang telah direncanakan dan apakah pengaturan ini diterapkan secara efektif dan sesuai dengan pencapaian kebijakan dan sasaran organisasi.
  3. Peningkatan berkelanjutan : Proses untuk peningkatan sistem manajemen K3 untuk mencapai perbaikan kinerja secara keseluruhan dari kesehatan dan keselamatan kerja, searah dengan kebijakan K3 organisasi
  1. Bahaya : Keadaan atau situasi yang berpotensi menimbulkan kerugian seperti luka, sakit, kerusakan harta-benda, kerusakan lingkungan kerja, atau gabungan dari keadaan-keadaan
  2. Identifikasi bahaya : Proses mengenali bahaya-bahaya yang ada dan menetapkan sifat-sifatnya.
  3. Kejadian / Insiden : Peristiwa yang menyebabkan kecelakaan atau yang dapat mengarah pada kecelakaan
  4. Pihak yang berkepentingan : Kelompok atau perorangan yang memperhatikan atau menerima dampak dari kinerja  K3 perusahaan.
  5. Ketidak sesuaian : Segala penyimpangan dari standar kerja, tuntunan, prosedur, peraturan, kinerja sistem manajemen, dll, yang dapat secara langsung atau tidak langsung menyebabkan luka atau sakit, kerusakan harta/benda, kerusakan lingkungan kerja atau gabungan dari semuanya.
  6. Sasaran : Target dibidang kinerja K3 yang ditetapkan oleh perusahan untuk dicapai.
  7. Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) : Proses untuk meningkatkan sistem manajemen K3, untuk memperoleh peningkatan keseluruhan dari peri kerja K3, searah dengan kebijakan K3 perusahaan.
  8. Sistem manajemen SMK3 : Bagian dari sistem manajemen keseluruhan yang memudahkan pengelolaan dari resiko-resiko K3 yang terkait dengan kegiatan perusahaan. Hal ini mencakup struktur organisasi, rencana kegiatan, tanggung jawab, turunan, prosedur, proses dan dan sumber daya untuk pengembangan, penerapan, pencapaian dan peninjauan
  9. Perusahaan : Perusahaan yang Mengimplementasikan SMK3
  10. Kinerja : Hasil yang dapat diukur dari sistem manajemen SMK3 yang berhubungan dengan pengendalian organisasi terhadap resiko K3, didasarkan pada kebijakan dan sasaran yang telah ditetapkan.
  11. Resiko : Gabungan dari kemungkinan dan konsekuensi dari bahaya yang telah ditentukan bila terjadi.
  12. Penilaian resiko : Proses mengukur besaran resiko secara menyeluruh dan memutuskan apakah resiko dapat diterima atau tidak.
  13. Keselamatan : Bebas dari resiko atau bahaya yang tidak dapat diterima
  14. Resiko yang dapat diterima : Resiko yang telah dikurangi sampai tingkatan yang dapat diterima oleh organisasi dalam upaya pemenuhan terhadap ketentuan hukum maupun kebijakan K3 yang telah ditetapkan perusahaan.

demikian beberapa  kosa kata SMK3, Semoga bermanfaat….

untuk ada yang memerlukan Training, Konsultasi, Sertifikasi SMK3, silahkan menghubungi kami di

HP/WA/SMS : 0812 10 9 10 329

email : budi_wibowo_bb@yahoo.com