Perbedaan ISO 13485 dengan ISO 9001 & Tahapan Sertifikasi ISO 13485

Ilmuwan dengan alat pelindung memeriksa tabung uji menggunakan komputer sebagai simbol realisasi produk dan CAPA ISO 13485

Ilmuwan dengan alat pelindung memeriksa tabung uji menggunakan komputer sebagai simbol realisasi produk dan CAPA ISO 13485

Menutup seri pembahasan ISO 13485, dua pertanyaan yang paling sering diajukan pelaku usaha alat kesehatan: apa bedanya dengan ISO 9001 yang lebih dikenal luas, dan bagaimana sebenarnya proses menuju sertifikasi?

Perbedaan ISO 13485 dengan ISO 9001

  • Fokus utama: ISO 9001 menitikberatkan kepuasan pelanggan dan peningkatan berkelanjutan yang fleksibel; ISO 13485 menitikberatkan pemenuhan persyaratan regulasi dan konsistensi sistem yang terkontrol ketat demi keselamatan pasien.
  • Peningkatan berkelanjutan: ISO 9001 mendorong perbaikan berkelanjutan secara luas; ISO 13485 lebih menekankan pemeliharaan efektivitas QMS sesuai persyaratan yang berlaku, karena perubahan pada sistem mutu alat kesehatan dapat berdampak pada status registrasi produk.
  • Elemen tambahan: ISO 13485 memiliki elemen yang sama sekali tidak ada di ISO 9001 — Medical Device File, validasi proses steril, ketertelusuran hingga ke komponen untuk implan, dan kewajiban vigilance reporting ke regulator.
  • Manajemen risiko: ISO 13485 mewajibkan pendekatan berbasis risiko secara eksplisit di seluruh siklus hidup produk, terintegrasi dengan ISO 14971; ISO 9001 menyinggung risk-based thinking secara lebih umum.
  • Struktur standar: ISO 9001:2015 mengikuti High Level Structure terbaru; ISO 13485:2016 mempertahankan struktur klasik demi stabilitas regulasi.

Apakah Perusahaan dengan ISO 9001 Bisa Langsung Naik ke ISO 13485?

Perusahaan yang sudah menerapkan ISO 9001 memiliki fondasi kuat — struktur dokumentasi, audit internal, dan tinjauan manajemen umumnya sudah familiar. Namun elemen spesifik alat kesehatan (Medical Device File, validasi proses khusus, ketertelusuran diperluas, vigilance reporting) tetap harus dibangun dari awal karena tidak dicakup ISO 9001.

Tahapan Menuju Sertifikasi ISO 13485

1. Gap Analysis

Membandingkan sistem mutu yang sudah berjalan (baik ISO 9001 maupun praktik internal) terhadap seluruh persyaratan ISO 13485, termasuk elemen regulasi spesifik negara tujuan pasar.

2. Penentuan Klasifikasi Risiko Produk dan Persyaratan Regulasi

Menentukan kelas risiko alat kesehatan yang diproduksi dan regulasi yang berlaku di negara tujuan, karena ini akan memengaruhi tingkat pengendalian yang dibutuhkan di seluruh proses QMS.

3. Penyusunan dan Implementasi Dokumentasi QMS

Membangun manual mutu, prosedur, Medical Device File, dan rekaman yang dipersyaratkan sebagaimana dibahas pada Sistem Manajemen Mutu & Dokumentasi ISO 13485.

4. Implementasi Proses Desain, Produksi, dan Validasi

Menjalankan proses desain dan pengembangan, pembelian, produksi dengan validasi proses khusus, serta sistem ketertelusuran sebagaimana dibahas pada Realisasi Produk dalam ISO 13485.

5. Audit Internal dan Tinjauan Manajemen

Melaksanakan minimal satu siklus audit internal penuh dan tinjauan manajemen untuk membuktikan QMS berjalan efektif sebelum audit eksternal.

6. Audit Sertifikasi Tahap 1 dan Tahap 2

Auditor lembaga sertifikasi meninjau kelengkapan dokumentasi (tahap 1), kemudian melakukan verifikasi lapangan menyeluruh terhadap implementasi, termasuk observasi proses produksi dan validasi (tahap 2).

7. Keputusan Sertifikasi

Setelah temuan (bila ada) ditutup, lembaga sertifikasi menerbitkan sertifikat ISO 13485 yang umumnya berlaku tiga tahun, dengan audit surveillance tahunan.

8. Pertimbangan MDSAP (Opsional)

Bila menyasar pasar Amerika Utara, Australia, Brasil, atau Jepang, perusahaan dapat mempertimbangkan audit tambahan dalam skema Medical Device Single Audit Program untuk efisiensi proses registrasi multi-negara.

Langkah-Langkah Bersiap Menuju Sertifikasi

  1. Lakukan gap analysis menyeluruh terhadap kondisi sistem mutu saat ini.
  2. Tentukan klasifikasi risiko dan regulasi negara tujuan pasar produk Anda.
  3. Bangun dan jalankan QMS secara konsisten minimal beberapa bulan sebelum audit sertifikasi.
  4. Pilih lembaga sertifikasi terakreditasi yang berpengalaman di sektor alat kesehatan.

Untuk memahami dasar-dasar standar ini, baca kembali Apa Itu ISO 13485? dan Manfaat Sertifikasi ISO 13485.

Butuh Bantuan Konsultan untuk Sertifikasi ISO 13485?

Tim Konsultan ISO – sertifikat-iso.com siap mendampingi perusahaan Anda dari gap analysis, implementasi, audit internal, hingga pendampingan audit sertifikasi ISO 13485.

Catatan: artikel ini disusun berdasarkan ISO 13485:2016 serta berbagai publikasi industri terkait. Untuk kepastian klausul resmi dan regulasi yang berlaku, selalu rujuk dokumen standar asli dari ISO dan otoritas regulator terkait.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.