Realisasi Produk: Desain, Produksi, Sterilisasi & Traceability dalam ISO 13485 (Klausul 7)

Ilmuwan dengan alat pelindung memeriksa tabung uji menggunakan komputer sebagai simbol realisasi produk dan CAPA ISO 13485

Ilmuwan dengan alat pelindung memeriksa tabung uji menggunakan komputer sebagai simbol realisasi produk dan CAPA ISO 13485

Klausul 7 adalah jantung teknis ISO 13485 — mencakup seluruh perjalanan produk dari perencanaan, desain, pembelian bahan baku, produksi, hingga memastikan setiap unit dapat ditelusuri kembali bila suatu saat terjadi masalah.

7.1 Perencanaan Realisasi Produk

Organisasi harus merencanakan dan mengembangkan proses yang diperlukan untuk realisasi produk secara konsisten dengan persyaratan proses QMS lain, termasuk menentukan sasaran mutu dan persyaratan produk, kebutuhan proses/dokumen/sumber daya spesifik, aktivitas verifikasi/validasi/pemantauan/pengukuran/inspeksi/uji yang diperlukan, serta rekaman yang dibutuhkan sebagai bukti kesesuaian. Manajemen risiko harus didokumentasikan sepanjang realisasi produk.

7.3 Desain dan Pengembangan

Bagian ini sangat rinci dan menjadi fokus utama audit regulator:

  • Perencanaan desain — menentukan tahapan, tinjauan, verifikasi, validasi, dan aktivitas transfer desain, beserta tanggung jawab dan wewenangnya.
  • Input desain — persyaratan fungsional, kinerja, keamanan, regulasi, serta output dari manajemen risiko.
  • Output desain — harus memungkinkan verifikasi terhadap input desain dan berisi atau merujuk kriteria penerimaan.
  • Tinjauan desain — sistematis pada tahapan yang direncanakan untuk mengevaluasi kemampuan hasil desain memenuhi persyaratan.
  • Verifikasi desain — memastikan output desain memenuhi input desain.
  • Validasi desain — memastikan produk yang dihasilkan mampu memenuhi persyaratan penggunaan yang dimaksudkan, umumnya dilakukan pada produk representatif dalam kondisi penggunaan aktual atau simulasi.
  • Transfer desain — memastikan output desain diverifikasi sesuai untuk manufaktur sebelum menjadi spesifikasi produksi akhir.
  • Pengendalian perubahan desain — setiap perubahan harus diidentifikasi, didokumentasikan, ditinjau, diverifikasi/divalidasi, dan disetujui sebelum diterapkan.
  • Design history file — rekaman yang memuat atau merujuk seluruh rekaman yang dihasilkan untuk membuktikan desain sesuai dengan rencana dan persyaratan pengembangan.

7.4 Pembelian

Organisasi harus memastikan produk yang dibeli sesuai dengan persyaratan pembelian yang ditentukan, dengan tingkat pengendalian yang proporsional terhadap dampak produk yang dibeli pada mutu produk akhir dan risiko yang terkait. Pemasok harus dievaluasi dan dipilih berdasarkan kemampuannya memenuhi persyaratan, dengan kriteria evaluasi, pemilihan, pemantauan kinerja, dan evaluasi ulang yang didokumentasikan.

7.5 Produksi dan Penyediaan Jasa

Validasi Proses Khusus (Termasuk Sterilisasi)

Untuk proses yang hasilnya tidak dapat diverifikasi sepenuhnya melalui pemantauan atau pengukuran berikutnya — seperti proses sterilisasi — organisasi wajib memvalidasi proses tersebut sebelum digunakan secara rutin. Validasi mencakup kualifikasi personel, penetapan kriteria tinjauan dan persetujuan proses, penggunaan metode dan prosedur tertentu, persyaratan rekaman, serta revalidasi bila terjadi perubahan yang relevan.

7.5.9 Ketertelusuran (Traceability)

Organisasi harus menetapkan prosedur ketertelusuran yang mendefinisikan cakupan dan luasnya ketertelusuran sesuai jenis alat kesehatan, serta rekaman yang diperlukan. Untuk alat kesehatan implan, ketertelusuran diperluas mencakup identitas seluruh komponen, bahan baku, dan kondisi lingkungan kerja yang digunakan — jika hal tersebut dapat menyebabkan alat kesehatan tidak memenuhi persyaratan keamanan dan kinerjanya.

7.5.11 Preservasi Produk

Mencakup penanganan, pengemasan, penyimpanan, dan perlindungan produk selama pemrosesan internal dan pengiriman ke tujuan yang dimaksud, agar tetap sesuai persyaratan.

7.6 Pengendalian Peralatan Pemantauan dan Pengukuran

Peralatan yang digunakan untuk membuktikan kesesuaian produk terhadap persyaratan harus dikalibrasi atau diverifikasi pada interval tertentu, disesuaikan atau disesuaikan ulang bila perlu, dan dilindungi dari kerusakan yang dapat membatalkan hasil kalibrasi.

Kesalahan Umum dalam Klausul 7

  • Verifikasi desain hanya menguji terhadap spesifikasi internal tanpa membuktikan spesifikasi tersebut berasal dari input desain yang terdokumentasi.
  • Validasi proses sterilisasi dilakukan sekali di awal dan tidak pernah direvalidasi meski ada perubahan bahan kemasan atau muatan produk.
  • Sistem ketertelusuran tidak diuji secara berkala untuk memastikan kecepatan dan akurasi penelusuran produk implan.

Langkah Praktis Menerapkan Klausul 7

  1. Susun proses desain dan pengembangan yang terdokumentasi lengkap dengan design history file.
  2. Tetapkan kriteria evaluasi pemasok yang proporsional dengan risiko komponen yang dipasok.
  3. Validasi seluruh proses khusus (termasuk sterilisasi) sebelum digunakan secara rutin, dan revalidasi bila ada perubahan signifikan.
  4. Uji sistem ketertelusuran secara berkala, terutama untuk produk implan atau berisiko tinggi.

Lanjutkan ke Pengukuran, CAPA, Keluhan & Pelaporan ke Regulator dalam ISO 13485 (Klausul 8).

Butuh Bantuan Menyusun Proses Desain dan Validasi Produksi Alat Kesehatan?

Tim Konsultan ISO – sertifikat-iso.com siap membantu perusahaan Anda menyusun proses desain, validasi, dan ketertelusuran yang sesuai ISO 13485.

Catatan: artikel ini disusun berdasarkan ISO 13485:2016 serta berbagai publikasi industri terkait. Untuk kepastian klausul resmi, selalu rujuk dokumen standar asli dari ISO.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.