ISO 9001:2026 – Standar Manajemen Mutu Terbaru untuk Meningkatkan Daya Saing Perusahaan

Checklist sistem manajemen mutu

ISO 9001:2026

Apa Itu ISO 9001:2026?

ISO 9001:2026 adalah standar internasional untuk Sistem Manajemen Mutu (Quality Management System / QMS) yang diterbitkan oleh International Organization for Standardization. Standar ini membantu organisasi memastikan bahwa produk atau layanan yang diberikan konsisten, berkualitas, dan memenuhi kebutuhan pelanggan.

Versi terbaru yang sedang dibahas secara global adalah ISO 9001:2026, yang merupakan pengembangan dari versi sebelumnya yaitu ISO 9001:2015.

Standar ini digunakan oleh jutaan perusahaan di seluruh dunia, mulai dari perusahaan manufaktur, jasa, pendidikan, kesehatan, hingga pemerintahan.

Mengapa ISO 9001 Penting bagi Perusahaan?

Implementasi ISO 9001 memberikan banyak manfaat strategis bagi organisasi, di antaranya:

1. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

ISO 9001 menekankan pada customer focus, sehingga perusahaan harus memahami kebutuhan pelanggan dan memastikan layanan atau produk memenuhi ekspektasi mereka.

2. Meningkatkan Efisiensi Operasional

Dengan sistem yang terdokumentasi dan terstruktur, proses bisnis menjadi lebih efektif dan efisien.

3. Meningkatkan Kredibilitas Perusahaan

Sertifikasi ISO 9001 menunjukkan bahwa perusahaan telah menerapkan standar internasional dalam manajemen mutu.

4. Membantu Mengelola Risiko

ISO 9001 mengadopsi pendekatan risk-based thinking, sehingga perusahaan dapat mengidentifikasi dan mengelola potensi risiko dalam proses bisnis.

5. Membuka Peluang Pasar Global

Banyak perusahaan dan pemerintah mensyaratkan sertifikasi ISO 9001 sebagai syarat tender atau kerja sama bisnis.

Prinsip Utama ISO 9001:2026

ISO 9001 dibangun berdasarkan 7 prinsip manajemen mutu, yaitu:

Customer Focus – Fokus pada kepuasan pelanggan

Leadership – Kepemimpinan yang kuat dalam organisasi

Engagement of People – Keterlibatan seluruh karyawan

Process Approach – Pendekatan berbasis proses

Improvement – Perbaikan berkelanjutan

Evidence-based Decision Making – Keputusan berbasis data

Relationship Management – Hubungan yang baik dengan stakeholder

Prinsip-prinsip ini menjadi dasar bagi organisasi untuk membangun sistem manajemen mutu yang efektif dan berkelanjutan.

Struktur Klausul ISO 9001:2026

ISO 9001 menggunakan High Level Structure (HLS) yang sama dengan standar ISO lainnya seperti:

ISO 14001

ISO 45001

Struktur utama ISO 9001 terdiri dari:

Klausul Isi
4 Context of the Organization
5 Leadership
6 Planning
7 Support
8 Operation
9 Performance Evaluation
10 Improvement

Struktur ini memudahkan organisasi untuk mengintegrasikan berbagai sistem manajemen ISO.

Perubahan yang Diperkirakan pada ISO 9001:2026

Beberapa isu yang diprediksi akan diperkuat pada revisi ISO 9001:2026 antara lain:

1. Digital Transformation

Organisasi diharapkan mampu mengelola sistem mutu dalam era digitalisasi dan Industry 4.0.

2. Sustainability dan ESG

Standar akan lebih memperhatikan aspek keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.

3. Knowledge Management

Manajemen pengetahuan organisasi menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas proses.

4. Risk Management yang Lebih Kuat

Pendekatan risiko akan lebih terintegrasi dengan strategi bisnis perusahaan.

Proses Sertifikasi ISO 9001

Untuk mendapatkan sertifikasi ISO 9001, organisasi biasanya melalui tahapan berikut:

1. Gap Analysis

Analisis kesenjangan antara sistem perusahaan dengan standar ISO.

2. Pengembangan Dokumentasi

Menyusun dokumen seperti:

Kebijakan mutu

SOP / Prosedur

Instruksi kerja

Formulir dan rekaman

3. Implementasi Sistem

Perusahaan mulai menjalankan sistem manajemen mutu sesuai prosedur yang telah dibuat.

4. Internal Audit

Audit internal dilakukan untuk memastikan sistem berjalan dengan baik.

5. Audit Sertifikasi

Audit dilakukan oleh lembaga sertifikasi independen seperti:

TNV

AQC Indonesia

SGS

Bureau Veritas

TÜV Rheinland

Jika lulus audit, perusahaan akan memperoleh sertifikat ISO 9001 yang berlaku selama 3 tahun.

Siapa yang Membutuhkan ISO 9001?

ISO 9001 dapat diterapkan oleh berbagai jenis organisasi, seperti:

Perusahaan manufaktur

Perusahaan jasa

Rumah sakit dan klinik

Universitas dan lembaga pendidikan

Perusahaan konstruksi

Perusahaan logistik dan transportasi

Bahkan usaha kecil dan menengah (UMKM) juga dapat menerapkan ISO 9001 untuk meningkatkan profesionalitas bisnis.

Kesimpulan

ISO 9001 merupakan standar internasional yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas manajemen perusahaan. Dengan menerapkan ISO 9001, organisasi dapat meningkatkan efisiensi operasional, kepuasan pelanggan, serta daya saing di pasar global.

Dengan rencana hadirnya ISO 9001:2026, perusahaan diharapkan lebih siap menghadapi tantangan baru seperti digitalisasi, sustainability, dan manajemen risiko yang lebih kompleks.

✔ Tips SEO Keyword yang digunakan pada artikel ini:

ISO 9001

Sertifikasi ISO 9001

Sistem Manajemen Mutu

ISO 9001:2026

Konsultan ISO 9001

Sertifikat ISO untuk menghadapi Persaingan Bisnis

Jabat tangan profesional bisnis

Sertifikat ISO untuk menghadapi Persaingan Bisnis

 

Sertifikat ISO dari Badan Akreditasi Nasional (KAN)

 

Dalam era globalisasi dan persaingan bisnis yang semakin ketat, perusahaan di seluruh dunia mencari cara untuk membedakan diri mereka dari pesaing dan membangun kepercayaan pemangku kepentingan. Salah satu cara efektif untuk mencapai hal ini adalah dengan memperoleh Sertifikat ISO. Artikel ini akan membahas mengenai Sertifikat ISO, mengapa sangat penting, dan bagaimana sertifikat ini dapat menjadi pilar kesuksesan dan kredibilitas bagi bisnis.

Apa Itu Sertifikat ISO?

Sertifikat ISO (International Organization for Standardization) adalah pengakuan resmi yang diberikan kepada perusahaan atau organisasi yang telah memenuhi standar internasional yang ditetapkan oleh ISO. Standar ini mencakup berbagai aspek, termasuk manajemen mutu, lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja, keamanan informasi, dan banyak lagi.

Kategori Utama Sertifikat ISO:

a. ISO 9001: Manajemen Mutu
Fokus pada peningkatan mutu produk atau layanan, efisiensi operasional, dan kepuasan pelanggan.
b. ISO 14001: Manajemen Lingkungan
Mengatur praktik-praktik yang bertanggung jawab terhadap lingkungan, termasuk pengelolaan limbah dan penggunaan sumber daya.
c. ISO 45001: Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Membangun lingkungan kerja yang aman dan sehat, mengurangi risiko cedera dan penyakit terkait pekerjaan.
d. ISO/IEC 27001: Keamanan Informasi
Menetapkan standar untuk melindungi informasi penting dan mengelola risiko keamanan informasi.

3. Mengapa Sertifikat ISO Penting?

a. Kepuasan Pelanggan dan Pemangku Kepentingan:
Meningkatkan kepercayaan pelanggan dan pemangku kepentingan dengan menunjukkan komitmen terhadap standar internasional.
b. Keunggulan Kompetitif:
Memberikan keunggulan kompetitif dalam tender dan proses pengadaan dengan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
c. Peningkatan Efisiensi dan Produktivitas:
Implementasi standar ISO melibatkan pemetaan proses, perbaikan berkelanjutan, dan efisiensi operasional.
d. Keberlanjutan dan Kepatuhan Hukum:
Meningkatkan keberlanjutan bisnis dan memastikan kepatuhan terhadap persyaratan hukum dan regulasi.
4. Proses Perolehan Sertifikat ISO:
a. Evaluasi Awal:
Konsultan ISO melakukan evaluasi awal untuk menilai sejauh mana perusahaan memenuhi persyaratan standar ISO.
b. Implementasi dan Pelatihan:
Rencana implementasi dan pelatihan diterapkan untuk memastikan pemahaman dan kepatuhan yang tepat.
c. Audit Internal:
Perusahaan melakukan audit internal untuk memastikan sistem berjalan dengan baik sebelum audit eksternal.
d. Audit Eksternal:
Lembaga sertifikasi melakukan audit eksternal untuk memverifikasi kepatuhan dan kelayakan perusahaan.
e. Pemeliharaan dan Peningkatan Berkelanjutan:
Proses pemeliharaan dan peningkatan terus-menerus dilakukan untuk memastikan kepatuhan dan perbaikan berkelanjutan.
5. Kredibilitas dengan Akreditasi IAS IAF atau KAN:
a. Pengakuan Internasional:
Akreditasi dari lembaga seperti IAS, IAF, atau KAN memberikan pengakuan internasional terhadap kepatuhan perusahaan terhadap standar ISO.
b. Keyakinan Pemangku Kepentingan:
Pemangku kepentingan cenderung lebih percaya pada perusahaan yang memegang sertifikat ISO dengan akreditasi internasional.
6. Kesimpulan: Membangun Fondasi Bisnis yang Kuat
Mendapatkan Sertifikat ISO bukan hanya tentang memenuhi persyaratan formal, tetapi juga tentang membangun fondasi bisnis yang kuat. Keberhasilan dalam mendapatkan dan memelihara sertifikat ini menciptakan landasan yang kokoh untuk pertumbuhan, keberlanjutan, dan kredibilitas bisnis di pasar global yang kompetitif. Sertifikat ISO adalah bukti nyata bahwa perusahaan telah berkomitmen untuk mencapai dan mempertahankan standar tertinggi dalam operasional dan manajemen.

bagaimana langkah pengembangan ISO di Organisasi

Implementasi dan pengembangan sistem manajemen ISO di dalam organisasi melibatkan serangkaian langkah yang terstruktur dan terencana. Berikut adalah panduan umum untuk langkah-langkah pengembangan ISO di organisasi:

1. Penetapan Tujuan dan Ruang Lingkup:

Identifikasi tujuan bisnis yang ingin dicapai melalui implementasi ISO.
Tentukan ruang lingkup sistem manajemen ISO, yaitu area atau fungsi di dalam organisasi yang akan mencakup standar tertentu.

2. Pemahaman Standar ISO:

Pelajari standar ISO yang relevan dengan kebutuhan organisasi (misalnya, ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001).
Terapkan pemahaman ini pada konteks dan kebutuhan spesifik organisasi.

3. Penetapan Tim Pengelola Proyek:

Bentuk tim pengelola proyek yang terdiri dari individu yang memiliki pengetahuan tentang proses bisnis dan pemahaman tentang standar ISO.
Tentukan peran dan tanggung jawab masing-masing anggota tim.

4. Penyusunan Kebijakan dan Prosedur:

Artikulasikan kebijakan organisasi terkait dengan standar ISO.
Susun prosedur operasional yang mendukung implementasi dan pemeliharaan sistem manajemen ISO.

5. Pelatihan Personel:

Lakukan pelatihan untuk personel yang terlibat dalam implementasi dan pemeliharaan sistem manajemen ISO.
Pastikan pemahaman mereka tentang kebijakan, prosedur, dan tanggung jawab mereka.

6. Pemetaan dan Dokumentasi Proses:

Identifikasi dan pahami proses bisnis utama di dalam organisasi.
Buat peta alur kerja (flowchart) untuk proses-proses tersebut dan dokumentasikan langkah-langkahnya.

7. Identifikasi Risiko dan Peluang:

Identifikasi risiko dan peluang yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan organisasi dan kesesuaian dengan standar ISO.
Pengembangan strategi untuk mengelola risiko dan memanfaatkan peluang.

8. Implementasi Sistem Manajemen:

Terapkan kebijakan, prosedur, dan langkah-langkah yang telah disusun ke dalam operasi sehari-hari organisasi.
Sosialisasikan perubahan kepada seluruh personel dan pastikan pemahaman mereka.

9. Audit Internal:

Lakukan audit internal untuk mengevaluasi kepatuhan organisasi terhadap standar ISO.
Identifikasi peluang perbaikan dan tindakan korektif yang diperlukan.

10. Manajemen Resiko dan Peningkatan Berkelanjutan:

Implementasikan strategi manajemen risiko yang telah diidentifikasi.
Evaluasi secara berkala efektivitas sistem manajemen dan identifikasi peluang untuk peningkatan berkelanjutan.

11. Pemilihan Lembaga Sertifikasi:

Pilih lembaga sertifikasi yang diakui dan memiliki reputasi baik untuk mengaudit dan memberikan sertifikasi terhadap sistem manajemen ISO.

12. Audit Eksternal:

Jalani audit eksternal oleh lembaga sertifikasi yang dipilih.
Tindak lanjuti temuan dan rekomendasi yang dihasilkan selama audit.

13. Sertifikasi dan Pemeliharaan:

Setelah berhasil melewati audit eksternal, organisasi akan memperoleh sertifikat ISO.
Pemeliharaan sistem manajemen melibatkan pemantauan, audit internal berkala, dan peningkatan berkelanjutan.

14. Komunikasi dan Kesadaran:

Komunikasikan pencapaian sertifikasi ISO ke seluruh organisasi dan pemangku kepentingan.
Tingkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga dan terus memperbaiki sistem manajemen.

15. Evaluasi Kinerja:

Evaluasi kinerja sistem manajemen ISO secara berkala.
Revisi dan penyesuaian kebijakan, prosedur, dan proses berdasarkan hasil evaluasi.
Melalui langkah-langkah ini, organisasi dapat membangun dan memelihara sistem manajemen ISO yang efektif dan berkelanjutan, yang tidak hanya memenuhi standar internasional tetapi juga meningkatkan kinerja dan reputasi bisnis mereka.

apa saja manfaat memperoleh sertifikat ISO bagi Perusahaan

Perolehan sertifikat ISO dapat memberikan sejumlah manfaat yang signifikan bagi perusahaan. Berikut adalah beberapa manfaat utama yang dapat diperoleh:

1. Kepercayaan Pemangku Kepentingan:

Sertifikat ISO menunjukkan bahwa perusahaan berkomitmen untuk memenuhi standar internasional, meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan seperti pelanggan, pemasok, dan mitra bisnis.

2. Keunggulan Kompetitif:

Sertifikat ISO memberikan keunggulan kompetitif dalam tender dan proses pengadaan, karena banyak organisasi dan pemerintah memprioritaskan pemasok yang memegang sertifikat ISO.

3. Peningkatan Kepuasan Pelanggan:

ISO 9001, misalnya, fokus pada peningkatan mutu produk dan layanan, yang dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan membangun loyalitas.

4. Efisiensi Operasional:

Implementasi standar ISO mendorong pemetaan proses, identifikasi efisiensi, dan perbaikan berkelanjutan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi operasional.

5. Perbaikan Kinerja dan Produktivitas:

Sertifikat ISO mendorong organisasi untuk terus meningkatkan kinerja melalui pemantauan dan evaluasi berkala, sehingga mendukung peningkatan produktivitas.

6. Peningkatan Kualitas Produk atau Layanan:

ISO 9001 membantu perusahaan untuk menetapkan dan mempertahankan standar kualitas tinggi, yang dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas produk atau layanan.

7. Kepatuhan Hukum dan Peraturan:

Memegang sertifikat ISO dapat membantu perusahaan memastikan kepatuhan terhadap persyaratan hukum dan peraturan terkait bisnis mereka.

8. Manajemen Risiko yang Lebih Baik:

ISO 31000 memberikan kerangka kerja untuk manajemen risiko yang dapat membantu organisasi mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengelola risiko dengan lebih efektif.

9. Lingkungan Kerja yang Aman dan Sehat:

ISO 45001 mendukung penciptaan lingkungan kerja yang aman dan sehat, yang dapat meningkatkan kesejahteraan karyawan dan mengurangi risiko cedera dan penyakit terkait pekerjaan.

10. Keberlanjutan dan Pertumbuhan:

Standar seperti ISO 14001 membantu organisasi mengelola dampak lingkungan mereka dan meningkatkan keberlanjutan, yang semakin dihargai oleh konsumen dan pasar.

11. Peningkatan Hubungan dengan Pemasok:

Memiliki sertifikat ISO dapat meningkatkan hubungan dengan pemasok, karena ini menunjukkan komitmen terhadap standar kualitas yang tinggi.

12. Inovasi dan Pengembangan Produk:

Sertifikat ISO dapat merangsang inovasi dan pengembangan produk, karena fokus pada perbaikan berkelanjutan dan adaptasi terhadap perubahan pasar.

13. Mengurangi Risiko Bisnis:

Pemetaan risiko dan implementasi manajemen risiko sesuai dengan ISO dapat membantu mengurangi risiko bisnis yang mungkin timbul dari berbagai faktor.

14. Akses ke Pasar Global:

Sertifikat ISO sering kali menjadi syarat untuk memasuki pasar global, membuka peluang bisnis di tingkat internasional.

15. Peningkatan Reputasi dan Citra:

Memegang sertifikat ISO dapat meningkatkan reputasi dan citra perusahaan di mata pelanggan, pemangku kepentingan, dan masyarakat umum.
Dengan menerima sertifikat ISO, perusahaan dapat memperoleh sejumlah manfaat ini, yang pada gilirannya dapat mengarah pada keberlanjutan, pertumbuhan, dan keberhasilan bisnis jangka panjang.

Persyaratan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008

Checklist sistem manajemen mutu

 

Persyaratan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008  merupakan persyaratan standard  yang berfokus pada proses dan pelanggan, maka pemahaman terhadap persyaratan-persyaratan dari ISO 9001:2008 akan membantu organisasi dalam menetapkan dan mengembangkan sistem manajemen mutu secara sistematik untuk memenuhi kepuasan pelanggan (customer satisfaction) dan peningkatan proses terus-menerus (continious process impovement). 

klausal utama dalam sisitem manajemen mutu tersebut adalah :

 

Klausul 4. Sistem Manajemen Mutu

Klausul ini lebih menekankan pada kebutuhan untuk peningkatan terus-menerus (continual improvement). Manajemen organisasi harus menetapkan langkah-langkah untuk implementasi sistem manajemen mutu 9001:2008.

klausal ini berisi terutama terkait dengan persyaratan umum dari sisitem manajemen mutu dan persyaratan dokumentasi sisitem manajemen mutu.

 

Klausul 5. Tanggung Jawab Manajemen

Klausul ini menekankan pada komitmen dari manajemen puncak menuju perkembangan dan peningkatan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008. Klausul ini juga menjelaskan

1. keterlibatan manajemen puncak untuk memahami  kebutuhan-kebutuhan pelanggan,

2. menetapkan kebijakan untuk mutu,

3. menetapkan sasaran  mutu, perencanaan sistem manajemen mutu,

4. menetapkan tanggung jawab dan wewenang organisasi,

5. mengangkat  seorang yang mewakili manajemen dan

6. menjamin proses komunikasi internal yang tepat,

7. serta harus melakukan peninjauan ulang sistem manajemen mutu.

 

Klausul 6. Manajemen Sumber Daya Manusia

Klausal ini menyatakan bahwa suatu organisasi hasus menetapkan dan memberikan sumber-sumber daya yang diperlukan untuk memenuhi harapan dan kepuasan pelanggan.

1. Menyiapkan sumber daya yang diperlukan untuk proses produksi atau penyediaan jasa

2. Memastikan bahwa orang  yang bekerja di masing masing bagian sesuai dengan kompetensinya

3. Penyelenggaraan training dan evaluasinya

4. kesadaran pentingnya memenuhi persyaratan pelanggan

Klausul 7. Realisasi Produk/ Jasa

Klausul ini menyatakan bahwa organisasi harus menjamin bahwa proses realisasi produk/Jasa  berada di bawah pengendalian agar memenuhi persyaratan produk.

1. Perencanaan Realisasi Produk

2. Komunikasi pelanggan

3. Design dan Pengembangan

4. Pembelian

5. Pengendalian Produksi/ Jasa

6. Kalibrasi

 

Klausul 8. Pengukuran, Analisis dan Peningkatan

Menurut klausul ini organisasi harus  menerapkan proses-proses pengukuran, pemantauan, analisis dan peningkatan yang diperlukan agar menjamin kesesuaian dari produk, menjamin kesesuaian dari sistem manajemen mutu dan meningkatkan terus-menerus efektivitas dari sistem manajemen mutu.

1. Pengukuran Produk

2. Pengukuran Proses

3. Internal audit

4. Ketidaksesuaian Produk/ Jasa

4. Tindakan Perbaikan

5. Tindakan Pencegahan

6. Analisa Data

demikian sedikit penjelasan pengenai persyaratan ISO 9001:2008, semoga bermanfaat….

Pendekatan Proses dalam ISO 9001:2015

logo ISO 9001

Pengertian Manajemen  Proses

menurut wikipedia Manajemen proses adalah rangkaian aktivitas perencanaan dan pengawasan kinerja suatu proses, terutama proses bisnis . Manajemen proses mengaplikasikan pengetahuan, ketrampilan, peralatan, teknik, serta sistem untuk mendefinisikan, memvisualisasikan, mengukur, mengontrol, melaporkan, dan memperbaiki proses dengan tujuan untuk meningkatkan keuntungan atau laba. ISO 9001 mempromosikan pendekatan proses untuk mengelola suatu organisasi

di dalam ISO 9001 2015 diterapkan juga prinsip pendekatan / manajemen proses ini untuk terus menerus menemukan proses yang terstandard dan diperbaiki efektifitas dan Efisiensinya,

Pendekatan Proses :

Identifikasi dan pengaturan yang sistematis dari proses-proses yang dikerjakan dalam  suatu organisasi dan merupakan Interaksi Antar Proses-proses tersebut

Metode dalam menjelaskan pendekatan proses ini adalah siklus deming yaitu Plan  – Do  – Check  – Act (PDCA) yang diterapkan dalam penyusunan dan penetapan proses-proses yang dilakukan.

 

siklus PDCA

 

PDCA inilah nantinya yang akan menjadi nyawa dalam implementasi ISO 9001 di Orgianisasi, baik level individu, departemen atau dalam lingkaran utama di dalam organisasi.

sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 ini juga menerapkan prinsip pendekatan proses ini seperti yang terlihat pada gambar berikut :

pendekatan proses ISO-9001-2008-Model

 Plan dalam siklus diatas adalah Management Responsibility dan Resource Management, Do nya adalah Product Realization, check nya adalah measurement analysis, actnya kembali lagi ke Management responsibility dan jangan lupa Improvement.

siklus PDCA ini seharusnya tetap dipelihara dari level individu, departemen sampai dengan organisasi, agar semua orang dan semua bagian terlibat dalam usaha usaha mencari cara / proses yang paling efisien dan efektif dalam organisasi.

seandainya ini sudah dijalankan dengan baik, maka kepuasan pelanggan dapat diraih dan proses kerja dalam organisasi pun terus menerus ditingkatkan, sehingga organisasi bisa semakin maju dan berkembang..

demikian sedikit shraing mengenai pendekatan proses dalam ISO 9001:2015, semoga bermanfaat…

training, konsultasi, mengenai PDCA concept dan Sertifikasi ISO 9001: 2015 dapat menghubungi kami di HP 0812 10 9 10 329, email :budiwibowo.gmci@gmail.com

Pengertian ISO 9001

Checklist sistem manajemen mutu

Training  ISO 9001

Pengertian ISO 9001

menurut wikipedia ISO 9001 merupakan standar internasional di bidang sistem manajemen mutu. Suatu lembaga/organisasi yang telah mendapatkan akreditasi (pengakuan dari pihak lain yang independen) ISO tersebut, dapat dikatakan telah memenuhi persyaratan internasional dalam hal manajemen penjaminan mutu produk/jasa yang dihasilkannya.

Generic Generic berarti standar yang sama dapat diterapkan pada berbagai organisasi, besar atau pun kecil, apapun product dan layanannya, dalam sembarang actifitas suatu sektor, dan apakah itu adalah perusahaan business, layanan public atau departemen pemerintahan.

Sistem manajemen mengacu pada apa yang organisasi lakukan untuk mengelola proses, atau aktivitas, sehingga produk atau jasa memenuhi tujuan yang telah ditetapkannya sendiri, seperti:

  • Memenuhi persyaratan kualitas pelanggan,
  • Sesuai dengan peraturan, atau
  • tujuan lingkungan.

Sejarah ISO 9001:2008

  • Dikeluarkan oleh International Organization for Standardization (ISO) , berkedudukan di Genewa, Swiss.
  • ISO 9001:2008 disusun oleh Technical Committee (TC) 176.
  • Dikeluarkan pertama kali pada tahun 1987.
  • Telah mengalami perubahan / revisi sebanyak dua kali yaitu pada tahun 1994 dan 2008.
  • Diadopsi oleh serluruh negara anggota ISO menjadi standar pada masing-masing negara tersebut

Keluarga ISO 9000

  • ISO 9000 – Sistem Manajemen Mutu           Dasar Acuan dan Kosa Kata
  • ISO 9001 – Sistem Manajemen Mutu                           Persyaratan
  • ISO 9004 – Sistem Manajemen Mutu         Panduan untuk Peningkatan Kinerja
  • ISO 19011 – Panduan untuk Audit Sistem Manajemen      Mutu dan Lingkungan

 

Pada dasarnya ISO 9001 satu ini adalah suatu standard bagi organisasi untuk dapat mencapai kepuasan pelanggan sehingga pada akhirnya bisnis organisasi tersebut bisa berjalan secara berkesinambungan.

Manfaat Penerapan  sistem manajemen Mutu ISO 9001:2008

  • Untuk menetapkan standar dan membakukan proses kerja serta penanggung jawabnya
  • Untuk memastikan standar kerja tetap pada perusahaan, bukan pada individu karyawannya
  • Untuk memastikan proses tetap berkelanjutan, walaupun ada perubahan personel
  • Sebagai alat bantu training untuk karyawan baru
  • Untuk menghindari perubahan tanpa adanya pemberitahuan
  • Sebagai referensi dan bukti tertulis yang standar sehingga proses bisa diaudit
  • Bisa digunakan untuk pengembangan organisasi
  • Memenuhi kebutuhan pasar

kira kira bagaimana kondisi organisasi apabila tidak menjalankan sistem manajemen Mutu ini ?

  • Tidak ada instruksi kerja / informasi tertulis
  • Instruksi kerja tidak ditaati
  • Tidak ada record (rekaman)
  • Record sukar ditemukan
  •  Dokumen-dokumen tidak terkontrol
  •  Melakukan perubahan yang bukan wewenangnya
  •  Peralatan inspeksi tidak dikalibrasi
  •  Meletakan barang tidak pada tempatnya
  •  Status barang tidak jelas
  •  Komplain Pelanggan tidak ditangani sampai tuntas
  • Target dan sasaran perusahaan tidak jelas
  • tidak ada improvement dan efisiensi

nah bisa dibayangkan kondisi usaha yang tidak menjalankan sistem manajemen mutu dengan baik, apabila organisasi mengalami salah satu kondisi seperti di atas maka sudah saatnya organisasi anda menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001 ini ..

Demikian sedikit penjelasan mengenai ISO 9001:2008, semoga bermanfaat,

apabila organisasi anda membutuhkan konsultasi , Training, Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 ini , silahkan mengontak kami

Global Management Consulting Indonesia, HP 0812 10 9 10 329

 

1 2 3 4