Training ISO 9001:2026 Lead Auditor: Kompetensi Memimpin Audit Sesuai Standar Terbaru

Checklist audit internal sistem manajemen ISO

Auditor memimpin sesi audit sistem manajemen mutu sesuai ISO 9001:2026

Perubahan pada ISO 9001:2026 — terutama persyaratan budaya kualitas, pemisahan risiko-peluang, dan asesmen perubahan iklim — menuntut auditor untuk memperbarui teknik audit mereka. Checklist audit lama yang hanya mengacu pada ISO 9001:2015 berisiko melewatkan area-area baru yang justru paling sering menjadi temuan pada audit transisi.

Training ISO 9001:2026 Lead Auditor membekali peserta kompetensi memimpin audit — baik audit internal maupun mendampingi audit pihak ketiga — terhadap SMM berbasis standar terbaru, selaras dengan panduan ISO 19011:2026.

Tujuan Training

Membekali peserta kompetensi merencanakan, memimpin, dan melaporkan hasil audit sistem manajemen mutu sesuai persyaratan ISO 9001:2026, termasuk teknik audit khusus untuk klausul-klausul yang berubah.

Materi yang Dibahas

  • Prinsip dan jenis audit sistem manajemen sesuai panduan ISO 19011.
  • Merencanakan program dan jadwal audit terhadap ISO 9001:2026.
  • Teknik audit untuk klausul baru: budaya kualitas dan etika, pemisahan risiko-peluang, serta asesmen perubahan iklim.
  • Menyusun checklist audit yang mencakup seluruh persyaratan terbaru.
  • Teknik wawancara, observasi lapangan, dan pengumpulan bukti objektif yang kredibel.
  • Menulis laporan ketidaksesuaian dan memantau tindak lanjutnya.
  • Simulasi audit penuh (role play) sebagai lead auditor.

Sebagai referensi tambahan, ISO 9001 Auditing Practices Group menyediakan panduan praktik audit SMM yang disusun oleh pakar ISO/TC 176.

Untuk Siapa Training Ini?

Cocok untuk calon auditor internal senior, calon lead auditor, dan Management Representative yang bertanggung jawab memimpin proses audit sistem manajemen mutu di organisasinya.

Durasi dan Metode

Dilaksanakan dalam 2–3 hari, menggabungkan sesi teori dengan simulasi audit penuh, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga penulisan laporan audit.

Output Training

Peserta memiliki kompetensi memimpin audit internal maupun mendampingi audit eksternal terhadap SMM berbasis ISO 9001:2026, lengkap dengan checklist audit yang sudah disesuaikan dengan persyaratan terbaru.

Butuh Pembekalan Lead Auditor untuk ISO 9001:2026?

Tim Konsultan ISO – sertifikat-iso.com siap menyelenggarakan Training ISO 9001:2026 Lead Auditor untuk membekali tim audit internal perusahaan Anda menghadapi persyaratan standar terbaru.

Training ISO 9001:2026 Lead Implementor: Merancang dan Menerapkan SMM hingga Siap Sertifikasi

Balok kayu berwarna disusun membentuk piramida sebagai simbol Harmonized Structure ISO 9001:2026

Balok kayu berwarna disusun membentuk piramida sebagai simbol membangun sistem manajemen mutu ISO 9001:2026

Baik organisasi yang baru pertama kali menerapkan sistem manajemen mutu maupun yang ingin membangun ulang SMM secara lebih matang di bawah ISO 9001:2026, dibutuhkan seseorang yang mampu merancang keseluruhan sistem secara menyeluruh — bukan hanya memahami satu-dua klausul, tetapi melihat bagaimana semuanya saling terhubung menjadi satu sistem yang berfungsi.

Training ISO 9001:2026 Lead Implementor dirancang untuk membekali peserta kemampuan memimpin proyek implementasi SMM dari nol hingga siap menghadapi audit sertifikasi.

Tujuan Training

Membekali peserta kemampuan merancang, membangun, dan menerapkan sistem manajemen mutu yang sesuai ISO 9001:2026 secara menyeluruh, terintegrasi antar klausul, dan siap diverifikasi melalui audit.

Materi yang Dibahas

  • Menyusun konteks organisasi dan menentukan ruang lingkup SMM (klausul 4.1–4.4).
  • Merancang kebijakan mutu, struktur kepemimpinan, serta budaya kualitas dan etika (klausul 5).
  • Menyusun sasaran mutu, register risiko-peluang, dan rencana pengendalian perubahan (klausul 6).
  • Menentukan kebutuhan sumber daya, kompetensi, kesadaran, dan dokumentasi pendukung (klausul 7).
  • Merancang pengendalian operasional sesuai proses bisnis organisasi (klausul 8).
  • Menyiapkan sistem evaluasi kinerja, audit internal, dan tinjauan manajemen (klausul 9).
  • Menyusun mekanisme penanganan ketidaksesuaian dan perbaikan berkelanjutan (klausul 10).
  • Workshop menyusun dokumen inti SMM secara langsung.

Untuk Siapa Training Ini?

Cocok untuk tim proyek implementasi SMM, calon Management Representative, dan konsultan internal yang ditugaskan membangun sistem manajemen mutu organisasi dari awal.

Durasi dan Metode

Dilaksanakan dalam 2–3 hari berupa workshop intensif, dengan peserta langsung menyusun rancangan dokumen inti SMM berdasarkan kondisi organisasi masing-masing sepanjang sesi.

Output Training

Peserta membawa pulang kerangka kerja SMM ISO 9001:2026 yang siap diimplementasikan secara bertahap di organisasi, lengkap dengan dokumen inti yang sudah dirancang selama training.

Butuh Pendampingan Implementasi SMM ISO 9001:2026 dari Nol?

Tim Konsultan ISO – sertifikat-iso.com siap menyelenggarakan Training ISO 9001:2026 Lead Implementor sekaligus mendampingi perusahaan Anda hingga siap menjalani audit sertifikasi oleh lembaga yang terakreditasi, misalnya oleh KAN.

Training ISO 9001:2026 Management Representative: Peran MR di Era Standar Baru

Peserta mengikuti training Management Representative di ruang workshop

Management Representative memimpin rapat tinjauan manajemen sistem mutu ISO 9001:2026

Meski ISO 9001:2015 tidak lagi mewajibkan penunjukan Management Representative (MR) secara eksplisit, peran ini tetap krusial dalam praktik — terlebih saat organisasi harus mengawal transisi menuju ISO 9001:2026. MR menjadi penghubung utama antara manajemen puncak, tim operasional, dan lembaga sertifikasi selama proses perubahan berlangsung.

Training ISO 9001:2026 Management Representative membekali MR — baik yang sudah berpengalaman maupun yang baru ditunjuk — dengan pemahaman dan keterampilan memimpin SMM organisasi sesuai persyaratan standar terbaru.

Tujuan Training

Membekali peserta memahami peran strategis MR dalam mengawal penerapan dan transisi SMM ke ISO 9001:2026, termasuk kemampuan mengoordinasikan seluruh pihak terkait di dalam organisasi.

Materi yang Dibahas

  • Peran dan tanggung jawab MR dalam konteks ISO 9001:2026.
  • Mengawal budaya kualitas dan etika kerja sesuai klausul 5.1.1 di seluruh lini organisasi.
  • Mengelola tinjauan manajemen (klausul 9.3) dengan agenda yang mencakup topik-topik baru.
  • Mengoordinasikan gap analysis dan menyusun rencana transisi organisasi secara menyeluruh.
  • Strategi komunikasi internal dan eksternal terkait perubahan standar.
  • Menyiapkan organisasi dan seluruh dokumen pendukung menghadapi audit transisi.

Untuk Siapa Training Ini?

Cocok untuk MR yang sudah menjabat maupun calon MR, serta manajer mutu yang akan mengambil peran koordinasi SMM di organisasi masing-masing.

Durasi dan Metode

Dilaksanakan dalam 1–2 hari, menggabungkan ceramah dengan simulasi peran (role play) MR dalam memimpin rapat tinjauan manajemen dan mengoordinasikan tim lintas departemen.

Output Training

Peserta siap mengambil peran kepemimpinan dalam mengawal transisi SMM organisasi ke ISO 9001:2026, lengkap dengan kerangka kerja koordinasi yang jelas.

Butuh Pembekalan MR untuk Menghadapi Transisi ISO 9001:2026?

Tim Konsultan ISO – sertifikat-iso.com siap menyelenggarakan Training ISO 9001:2026 Management Representative untuk membekali MR perusahaan Anda menghadapi perubahan standar dengan percaya diri.

Training ISO 9001:2026 Document Control: Mengelola Informasi Terdokumentasi Sesuai Standar Baru

Workshop penyusunan dokumen sistem manajemen ISO

Tim menyusun dokumen sistem manajemen mutu dalam sesi training document control ISO 9001:2026

Dokumen SMM yang berantakan — versi ganda, revisi tidak tercatat, atau istilah yang tidak konsisten — adalah salah satu temuan audit paling umum, dan risikonya meningkat saat organisasi bertransisi ke edisi standar baru. ISO 9001:2026 bahkan memasukkan sejumlah istilah dan definisi baru langsung ke dalam badan standar, yang perlu disesuaikan dalam dokumentasi organisasi.

Training ISO 9001:2026 Document Control berfokus khusus pada bagaimana menyusun dan mengendalikan informasi terdokumentasi secara rapi dan sesuai dengan persyaratan klausul 7.5 di standar terbaru.

Tujuan Training

Membekali peserta kemampuan menyusun, mengelola, dan mengendalikan informasi terdokumentasi sesuai persyaratan ISO 9001:2026, termasuk menyesuaikan istilah dan struktur dokumen dengan perubahan pada klausul 3 dan 7.5.

Materi yang Dibahas

  • Persyaratan informasi terdokumentasi sesuai klausul 7.5 ISO 9001:2026.
  • Menyesuaikan dokumen dengan istilah dan definisi baru yang kini dicantumkan langsung dalam standar, serta keselarasannya dengan ISO 9000.
  • Menyusun bukti dokumentasi untuk topik baru: budaya kualitas, etika, dan asesmen perubahan iklim.
  • Sistem penomoran, distribusi, dan pengendalian revisi dokumen yang tertib.
  • Praktik terbaik digitalisasi dokumen (opsional) untuk mempermudah pengendalian.
  • Praktik langsung menyusun master list dokumen dan rekaman.

Untuk Siapa Training Ini?

Cocok untuk staf document control, sekretaris SMM, dan tim QA/QC yang bertanggung jawab menjaga tertibnya dokumentasi sistem manajemen mutu organisasi.

Durasi dan Metode

Dilaksanakan dalam satu hari berupa workshop praktik langsung, di mana peserta menyusun contoh template dokumen dan master list sesuai kondisi organisasi masing-masing.

Output Training

Peserta memiliki sistem pengendalian dokumen yang rapi, konsisten dengan istilah baru ISO 9001:2026, dan siap diverifikasi saat audit.

Butuh Bantuan Merapikan Document Control Sesuai ISO 9001:2026?

Tim Konsultan ISO – sertifikat-iso.com siap menyelenggarakan Training ISO 9001:2026 Document Control sekaligus membantu merapikan sistem dokumentasi SMM perusahaan Anda.

Training ISO 9001:2026 Interpretation: Memahami Setiap Klausul Secara Mendalam

Tim kerja yang beragam berdiskusi di ruang kerja modern sebagai simbol dampak ISO 9001:2026 di berbagai sektor

Tim kerja yang beragam berdiskusi di ruang kerja modern sebagai simbol dampak ISO 9001:2026 di berbagai sektor

Memiliki salinan teks ISO 9001:2026 saja tidak cukup. Tantangan sebenarnya adalah menerjemahkan bahasa standar yang formal dan umum menjadi prosedur kerja yang spesifik dan dapat diterapkan di lapangan — inilah yang sering menjadi celah antara organisasi yang “punya dokumen SMM” dan yang benar-benar menjalankan sistem manajemen mutu secara efektif.

Training ISO 9001:2026 Interpretation membedah setiap klausul secara mendalam, dilengkapi contoh dan studi kasus, agar peserta mampu menafsirkan persyaratan standar sesuai konteks bisnis mereka sendiri.

Tujuan Training

Membekali peserta kemampuan menginterpretasikan setiap persyaratan ISO 9001:2026 secara akurat dan kontekstual, sehingga penerapannya relevan dengan proses bisnis riil organisasi — bukan sekadar menyalin template dokumen generik.

Materi yang Dibahas

  • Struktur Harmonized klausul 4 hingga 10 dan keterkaitan logis antar klausul.
  • Interpretasi konteks organisasi (4.1–4.4), termasuk asesmen perubahan iklim.
  • Interpretasi kepemimpinan, kebijakan mutu, dan peran-tanggung jawab (5.1–5.3), termasuk persyaratan budaya kualitas dan etika.
  • Interpretasi perencanaan (6.1–6.3): risiko, peluang, sasaran mutu, dan manajemen perubahan.
  • Interpretasi dukungan dan operasi (klausul 7 dan 8) sesuai konteks industri peserta.
  • Interpretasi evaluasi kinerja dan peningkatan (klausul 9 dan 10).
  • Studi kasus interpretasi lintas industri untuk memperkaya perspektif peserta.

Istilah dan definisi yang digunakan dalam interpretasi merujuk pada ISO 9000, standar dasar dan kosakata manajemen mutu.

Untuk Siapa Training Ini?

Cocok untuk Management Representative, tim penyusun dokumen SMM, dan calon auditor internal yang membutuhkan pemahaman mendalam — bukan sekadar pengantar — terhadap setiap klausul ISO 9001:2026.

Durasi dan Metode

Dilaksanakan selama dua hari, menggabungkan ceramah terstruktur per klausul dengan sesi diskusi kasus agar peserta terbiasa mengaitkan teks standar dengan situasi nyata di organisasi.

Output Training

Peserta mampu menerjemahkan persyaratan standar menjadi prosedur kerja spesifik, serta lebih percaya diri saat menyusun atau meninjau dokumen SMM organisasi.

Butuh Pendalaman Interpretasi Klausul ISO 9001:2026?

Tim Konsultan ISO – sertifikat-iso.com siap menyelenggarakan Training ISO 9001:2026 Interpretation dengan studi kasus yang disesuaikan dengan sektor industri perusahaan Anda.

Training ISO 9001:2026 Upgrade: Persiapan Transisi dari ISO 9001:2015

Pebisnis pria menandatangani dokumen di meja kerja sebagai simbol proses sertifikasi ISO 9001:2026

Pebisnis pria menandatangani dokumen di meja kerja sebagai simbol proses sertifikasi ISO 9001:2026

Organisasi bersertifikat ISO 9001:2015 mendapat masa transisi tiga tahun ke ISO 9001:2026, dengan tenggat sekitar September 2029. Tiga tahun terdengar panjang, tetapi tanpa rencana yang jelas, waktu ini cepat habis oleh proses akreditasi ulang lembaga sertifikasi, gap analysis internal, dan penyesuaian dokumen.

Training ISO 9001:2026 Upgrade dirancang khusus bagi organisasi yang sudah menerapkan ISO 9001:2015 dan ingin bertransisi secara terstruktur — bukan membangun ulang SMM dari nol, melainkan menyesuaikan sistem yang sudah berjalan ke persyaratan baru.

Tujuan Training

Membekali tim mutu dengan kemampuan melakukan gap analysis praktis terhadap SMM eksisting, memahami persyaratan baru secara spesifik, dan menyusun rencana kerja transisi yang realistis menuju audit upgrade.

Materi yang Dibahas

  • Ringkasan perubahan klausul demi klausul: budaya kualitas & etika (5.1.1), kebijakan mutu (5.2), pemisahan risiko-peluang (6.1), manajemen perubahan (6.3), kesadaran (7.3), dan asesmen perubahan iklim (4.1).
  • Teknik gap analysis: membandingkan dokumen dan praktik SMM eksisting dengan persyaratan ISO 9001:2026.
  • Menyusun bukti budaya kualitas dan perilaku etis yang dapat diverifikasi auditor.
  • Restrukturisasi register risiko dan peluang sesuai sub-klausul 6.1.1–6.1.3.
  • Menyusun rencana kerja transisi lengkap dengan linimasa menuju audit upgrade, mengacu pada aturan transisi yang diterbitkan melalui dokumen transisi Global ACI.

Untuk Siapa Training Ini?

Cocok untuk Management Representative (MR), tim QA/QC, dan auditor internal di organisasi yang sudah bersertifikat ISO 9001:2015 dan bersiap menghadapi transisi ke edisi baru.

Durasi dan Metode

Dilaksanakan dalam 1–2 hari berupa workshop praktis, di mana peserta langsung melakukan gap analysis terhadap dokumen SMM milik organisasi masing-masing, bukan sekadar teori.

Output Training

Peserta membawa pulang dokumen hasil gap analysis dan roadmap transisi yang siap dieksekusi, lengkap dengan prioritas area yang paling membutuhkan penyesuaian.

Butuh Pendampingan Upgrade ke ISO 9001:2026?

Tim Konsultan ISO – sertifikat-iso.com siap menyelenggarakan Training ISO 9001:2026 Upgrade sekaligus mendampingi perusahaan Anda hingga siap menjalani audit transisi.

Training ISO 9001:2026 Awareness: Membangun Pemahaman Dasar Standar Terbaru

Sesi training awareness dan interpretasi standar ISO

Peserta training mengikuti sesi awareness ISO 9001:2026

ISO 9001:2026 resmi terbit menggantikan ISO 9001:2015, dan seluruh organisasi bersertifikat mendapat masa transisi tiga tahun untuk beradaptasi. Namun sebelum tim menyusun dokumen atau menjalankan gap analysis, langkah paling mendasar yang sering terlewat adalah memastikan seluruh karyawan memahami apa yang sebenarnya berubah — bukan hanya tim mutu.

Training ISO 9001:2026 Awareness dirancang sebagai langkah pertama yang tepat: membangun pemahaman dasar yang mudah dicerna oleh siapa pun, terlepas dari latar belakang teknis mereka terhadap sistem manajemen mutu.

Tujuan Training

Memberi pemahaman dasar kepada seluruh peserta tentang apa itu ISO 9001:2026, alasan revisinya, serta bagaimana perubahan standar ini relevan dengan pekerjaan sehari-hari mereka — sehingga dukungan terhadap transisi SMM datang dari seluruh lini organisasi, bukan hanya tim mutu.

Materi yang Dibahas

  • Pengenalan ISO 9001:2026: apa yang berubah dan kenapa standar ini direvisi.
  • Perbedaan mendasar dari ISO 9001:2015 secara ringkas dan mudah dipahami.
  • Prinsip-prinsip manajemen mutu yang tetap berlaku (fokus pelanggan, pendekatan proses, perbaikan berkelanjutan).
  • Budaya kualitas dan etika kerja: peran nyata setiap karyawan, bukan hanya manajemen.
  • Pengenalan persyaratan asesmen perubahan iklim dan relevansinya bagi organisasi.
  • Sesi tanya jawab dan diskusi kasus ringan seputar penerapan sehari-hari.

Sebagai bacaan pengantar sebelum training, peserta dapat merujuk ringkasan resmi ISO di ISO 9001 explained.

Untuk Siapa Training Ini?

Cocok untuk seluruh karyawan lintas departemen — produksi, administrasi, penjualan, hingga manajemen — terutama yang belum familiar dengan sistem manajemen mutu atau baru bergabung dengan organisasi bersertifikat ISO 9001.

Durasi dan Metode

Dilaksanakan secara in-house maupun online dalam durasi satu hari, menggunakan metode ceramah interaktif yang dipadukan dengan diskusi kelompok dan studi kasus ringan agar materi mudah dipahami tanpa terasa terlalu teknis.

Output Training

Peserta memiliki pemahaman dasar yang selaras mengenai ISO 9001:2026, sehingga siap mendukung proses transisi organisasi dan memahami peran masing-masing dalam menjaga budaya kualitas sehari-hari.

Butuh Training Awareness ISO 9001:2026 untuk Tim Anda?

Tim Konsultan ISO – sertifikat-iso.com siap menyelenggarakan Training ISO 9001:2026 Awareness untuk perusahaan Anda, disesuaikan dengan karakteristik industri dan tingkat pemahaman peserta.

ISO 9001 adalah iso yang membahas mengenai sisitem manajemen mutu

Checklist sistem manajemen mutu

ISO 9001 adalah iso yang membahas mengenai sisitem manajemen mutu

ISO Organisasi Internasional untuk Standardisasi (disingkat ISO)  Didirikan pada 23 Februari 1947, organisasi ini mengembangkan dan menerbitkan standar teknis, industri dan komersial di seluruh dunia. Kantor pusatnya di Jenewa, Swiss, dan bekerja di 165 negara.

APA YG DIMAKSUD DENGAN ISO

badan penetapan standar internasional yang terdiri dari perwakilan dari berbagai organisasi standar nasional dari berbagai negara.

ISO ADALAH

ISO adalah Organisasi Internasional untuk Standardisasi (disingkat ISO) yang juga terdiri dari banyak Teknical Committee / TC diantaranya adalah :

ISO/IEC JTC 1 Teknologi Informasi
ISO / TC 1 Ulir sekrup
ISO/TC 2 Pengencang
ISO / TC 4 Bantalan gelinding
ISO/TC 5 Pipa logam besi dan perlengkapan logam
ISO/TC 6 Kertas, papan dan pulp
ISO/TC 8 Kapal dan teknologi kelautan
ISO/TC 10 Dokumentasi produk teknis
ISO/TC 11 Boiler dan bejana tekan – STANDBY
ISO/TC 12 Kuantitas dan unit
ISO/TC 14 Poros untuk mesin dan aksesoris
ISO / TC 17 Baja
ISO/TC 18 Paduan seng dan seng – STANDBY
ISO/TC 19 – Nomor pilihan
ISO/TC 20 Pesawat dan kendaraan luar angkasa
ISO/TC 21 Peralatan untuk proteksi kebakaran dan pemadam kebakaran
ISO/TC 22 Kendaraan Jalan
ISO/TC 23 Traktor dan mesin untuk pertanian dan kehutanan
ISO/TC 24 Karakterisasi Partikel termasuk pengayakan
ISO/TC 25 Besi tuang dan besi kasar
ISO/TC 26 Tembaga dan paduan tembaga
ISO/TC 27 Batubara dan kokas
ISO/TC 28 Minyak bumi dan produk terkait, bahan bakar dan pelumas dari sumber alami atau sintetis
ISO/TC 29 Alat kecil
ISO/TC 30 Pengukuran aliran fluida dalam saluran tertutup
ISO/TC 31 Ban, pelek dan katup
ISO/TC 33 Refraktori
ISO/TC 34 Produk makanan
ISO/TC 35 Cat dan pernis
ISO/TC 36 Sinematografi
ISO/TC 37 Bahasa dan terminologi
ISO/TC 38 Tekstil
ISO/TC 39 Peralatan mesin
ISO/TC 41 Puli dan sabuk (termasuk veebelt)
ISO/TC 42 Fotografi
ISO/TC 43 Akustik
ISO/TC 44 Pengelasan dan proses terkait
ISO/TC 45 Karet dan produk karet
ISO/TC 46 Informasi dan dokumentasi
ISO/TC 47 Kimia
ISO/TC 48 Peralatan laboratorium
ISO / TC 51 Produk Palet buat metode beban, unit penanganan material
ISO/TC 52 Wadah logam pengukur cahaya
ISO/TC 54 Minyak esensial
ISO/TC 58 Tabung gas
ISO/TC 59 Bangunan dan pekerjaan teknik sipil
ISO/TC 60 Gears
ISO/TC 61 Plastik
ISO/TC 63 Wadah kaca
ISO/TC 67 Bahan, peralatan, dan struktur lepas pantai untuk industri minyak bumi, petrokimia, dan gas alam
ISO/TC 68 Layanan keuangan
ISO/TC 69 Penerapan metode statistik
ISO/TC 70 Mesin pembakaran internal
ISO/TC 71 Beton, beton bertulang dan beton prategang
ISO/TC 72 Mesin dan aksesoris tekstil
ISO/TC 74 Semen dan kapur –
ISO/TC 76 Peralatan transfusi, infus dan injeksi, dan pemrosesan darah untuk penggunaan medis dan farmasi
ISO/TC 77 Produk dalam semen yang diperkuat serat – STANDBY
ISO/TC 79 Logam ringan dan paduannya
ISO/TC 81 Nama umum untuk pestisida dan bahan kimia pertanian lainnya
ISO/TC 82 Penambangan
ISO/TC 83 Olahraga dan fasilitas serta peralatan rekreasi lainnya
ISO/TC 84 Perangkat untuk administrasi produk obat dan kateter
ISO/TC 85 Energi nuklir, teknologi nuklir, dan proteksi radiologi
ISO/TC 86 Pendinginan dan penyejuk udara
ISO/TC 87 Cork
ISO/TC 89 Panel berbasis kayu
ISO/TC 91 Bahan aktif permukaan
ISO/TC 92 Keamanan kebakaran
ISO/TC 93 Pati (termasuk turunan dan produk sampingan)
ISO/TC 94 Keselamatan pribadi — Alat pelindung diri
ISO/TC 96 Derek
ISO/TC 98 Dasar untuk desain struktur
ISO/TC 100 Rantai dan sprocket rantai untuk transmisi daya dan konveyor
ISO/TC 101 Peralatan penanganan mekanis berkelanjutan – STANDBY
ISO/TC 102 Bijih besi dan besi tereduksi langsung
ISO/TC 104 Kontainer kargo
ISO / TC 105 Tali kawat baja
ISO/TC 106 Kedokteran Gigi
ISO/TC 107 Lapisan logam dan anorganik lainnya
ISO/TC 108 Getaran mekanis, guncangan, dan pemantauan kondisi
ISO/TC 109 Pembakar minyak dan gas
ISO/TC 110 Truk Industri
ISO/TC 111 Rantai penghubung baja bulat, sling rantai, komponen, dan aksesori
ISO/TC 112 Teknologi vakum
ISO/TC 113 Hidrometri
ISO/TC 114 Horologi
ISO/TC 115 Pompa
ISO/TC 117 Penggemar
ISO/TC 118 Kompresor dan alat pneumatik, mesin dan peralatan
ISO / TC 119 Metalurgi Serbuk
ISO/TC 120 Kulit
ISO/TC 121 Peralatan anestesi dan pernapasan
ISO / TC 122 Kemasan
ISO / TC 123 Bantalan polos
ISO/TC 126 Tembakau dan produk tembakau
ISO/TC 127 Mesin pemindah tanah
ISO/TC 130 Teknologi grafis
ISO/TC 131 Sistem tenaga fluida
ISO/TC 132 Ferroalloy
ISO/TC 133 Sistem ukuran pakaian – penunjukan ukuran, metode pengukuran ukuran, dan perlengkapan digital
ISO/TC 134 Pupuk, pengkondisi tanah, dan zat bermanfaat
ISO/TC 135 Pengujian non-destruktif
ISO/TC 136 Perabotan
ISO/TC 137 Sistem penandaan dan penandaan ukuran alas kaki
ISO/TC 138 Pipa plastik, fitting dan katup untuk pengangkutan cairan
ISO/TC 142 Peralatan pembersih untuk udara dan gas lainnya
ISO/TC 145 Simbol grafis
ISO/TC 146 Kualitas udara
ISO/TC 147 Kualitas air
ISO/TC 148 Mesin jahit
ISO/TC 149 Siklus
ISO/TC 150 Implan untuk operasi
ISO/TC 153 Katup
ISO/TC 154 Proses, elemen data, dan dokumen dalam perdagangan, industri, dan administrasi
ISO/TC 155 Nikel dan paduan nikel
ISO/TC 156 Korosi logam dan paduan
ISO/TC 157 Kontrasepsi non-sistemik dan profilaksis penghalang IMS
ISO/TC 158 Analisis gas
ISO/TC 159 Ergonomi
ISO/TC 160 Kaca di gedung
ISO/TC 161 Kontrol dan perangkat pelindung untuk gas dan/atau minyak
ISO/TC 162 Pintu, jendela dan dinding tirai
ISO/TC 163 Performa termal dan penggunaan energi di lingkungan binaan
ISO/TC 164 Mekanik
ISO ARTINYA

ISO ARTINYA

Organisasi Internasional untuk Standardisasi adalah organisasi non-pemerintah independen, yang anggotanya adalah organisasi standar dari 165 negara anggota. Organisasi Ini adalah pengembang standar internasional sukarela terbesar di dunia, dan memfasilitasi perdagangan dunia dengan menyediakan standar umum di antara negara-negara. Lebih dari dua puluh ribu standar telah ditetapkan, mencakup segala hal mulai dari produk manufaktur dan teknologi hingga keamanan pangan, pertanian, dan perawatan kesehatan.

 

Penggunaan standar ISO ini sangat membantu bagi organisasi dalam terciptanya produk dan jasa yang aman, handal, dan berkualitas baik. Standar ini sangat membantu bisnis dengan meningkatkan produktivitas dan meminimalkan kesalahan dan pemborosan yang tidak perlu. ISO memungkinkan produk/ Jasa dari pasar yang berbeda untuk dibandingkan langsung, mereka membantu perusahaan dalam memasuki pasar baru dan membantu dalam pengembangan perdagangan internasional secara adil. Standar ini juga berfungsi untuk melindungi customer dan pengguna akhir produk dan layanan, untuk memastikan bahwa produk yang bersertifikat sesuai dengan standar yang ditetapkan secara internasional.

 

APA ITU ISO

ISO sendiri adalah dari Bahasa Yunani yang berate sama, artinya bahwa setiap organisasi yang menerapkan Sistem manajemen ini diharapkan akan dapat memberikan layanan dan produk yang selalau sama sesuai dengan standard yang telah ditetapkan.

STANDAR ISO SINGKATAN DARI… / KEPANJANGAN DARI ISO ADALAH…

Orang sering bertanya mengenai kepanjangan dari ISO itu sendiri itu apa, kalau mengacu pada urutan katanya yang terdiri dari I S dan O, Maka bisa kita susun sebagai berikut Internastional Standard Organization ( Organisasi Standard Internasional) padahal ISO sebenarnya adalah International Organization for Standarization ( Organisasi Internasional untuk standarisasi).

ISO ADALAH KEPENDEKAN DARI

Nama organisasi dalam bahasa Prancis adalah Organization internationale de normalization dan dalam bahasa Rusia, еждународная организация по андартизации (Mezhdunarodnaya organizatsiya po standartizatsii). ISO bukanlah akronim atau initialism. ISO memberikan penjelasan nama ini: “Karena ‘Organisasi Internasional untuk Standardisasi’ akan memiliki akronim yang berbeda dalam bahasa yang berbeda (IOS dalam bahasa Inggris, OIN dalam bahasa Prancis), ISO  memutuskan untuk memberikannya bentuk pendek ISO. ISO berasal dari bahasa Yunani kata isos (ίσος, yang berarti “sama”). Apapun negaranya, apa pun bahasanya, bentuk pendek dari nama kami selalu ISO.” Selama pertemuan pendirian organisasi baru, penjelasan kata Yunani tidak digunakan, jadi makna ini mungkin diciptakan kemudian sebagai backronym.

 

ISO 9001

SMM ISO 9001:2015  didefinisikan sebagai salah satu standar internasional yang menetapkan persyaratan untuk sistem manajemen mutu(SMM). Organisasi menggunakan standar untuk menunjukkan kemampuan untuk secara konsisten menyediakan produk dan layanan yang memenuhi persyaratan pelanggan dan peraturan. Ini adalah standar paling terkenal dalam  ISO 9000 seri dan satu-satunya standar dalam seri  9000 yang dapat disertifikasi oleh organisasi/ Perusahaan.

 

ISO 9001 MERUPAKAN ISO YANG MEMBAHAS

 

ISO 9001 didasarkan pada metodologi plan-do-check-act dan menyediakan pendekatan berorientasi proses untuk mendokumentasikan dan meninjau struktur, tanggung jawab, dan prosedur yang diperlukan untuk mencapai manajemen mutu yang efektif dalam suatu organisasi. Bagian khusus dari standar berisi informasi tentang banyak topik, seperti:

 

Persyaratan untuk SMM, termasuk informasi terdokumentasi, perencanaan dan penentuan interaksi proses

  1. Tanggung jawab manajemen
  2. Manajemen sumber daya, termasuk sumber daya manusia dan lingkungan kerja organisasi
  3. Realisasi produk, termasuk langkah-langkah dari desain hingga pengiriman
  4. Pengukuran, analisis, dan peningkatan SMM melalui kegiatan seperti audit internal dan tindakan korektif dan pencegahan

Perubahan yang diperkenalkan dalam revisi ISO 9001 2015 dimaksudkan untuk memastikan bahwa ISO 9001 terus beradaptasi dengan perubahan lingkungan di mana organisasi beroperasi. Beberapa pembaruan utama dalam ISO 9001:2015 meliputi:

 

  1. Pengenalan terminologi baru
  2. Restrukturisasi beberapa informasi
  3. Penekanan pada pemikiran berbasis risiko untuk meningkatkan penerapan pendekatan proses
  4. Peningkatan penerapan untuk layanan
  5. Peningkatan persyaratan kepemimpinan

 

SERTIFIKAT ISO

ISO 9001 adalah satu-satunya standar dalam seri ISO 9000 yang dapat disertifikasi oleh organisasi. Mencapai sertifikasi ISO 9001:2015 berarti bahwa suatu organisasi telah menunjukkan hal-hal berikut:

 

  • Mengikuti pedoman standar ISO 9001
  • Memenuhi persyaratannya sendiri
  • Memenuhi persyaratan pelanggan dan persyaratan undang-undang dan peraturan
  • Memelihara dokumentasi

 

Sertifikasi standar ISO 9001 dapat meningkatkan kredibilitas organisasi dengan menunjukkan kepada pelanggan bahwa produk dan layanannya memenuhi harapan. Dalam beberapa kasus atau di beberapa industri, sertifikasi diperlukan atau diamanatkan secara hukum. Proses sertifikasi mencakup penerapan persyaratan ISO 9001:2015 dan kemudian menyelesaikan audit registrar yang berhasil mengonfirmasi bahwa organisasi memenuhi persyaratan tersebut.

 

Organisasi harus mempertimbangkan hal berikut saat mereka mulai mempersiapkan sertifikasi sistem manajemen mutu ISO 9001:

 

  • Biaya registrar untuk pendaftaran, pengawasan, dan audit sertifikasi ulang ISO 9001
  • Tingkat kesesuaian saat ini dengan persyaratan ISO 9001
  • Jumlah sumber daya yang akan didedikasikan perusahaan untuk proyek ini untuk pengembangan dan implementasi
  • Jumlah dukungan yang akan dibutuhkan dari konsultan dan biaya terkait

logo ISO 9001

LOGO ISO

Identitas visual Organisasi Internasional untuk Standardisasi selalu konsisten dan hanya didesain ulang satu kali, pada tahun 2018. Meskipun bahkan setelah mendesain ulang, organisasi tersebut mempertahankan komposisi logo aslinya dan ide utamanya, hanya mengubah palet warna dan menghapus semua huruf yang tidak perlu. .

 

Logo asli terdiri dari dua bagian — lambang kotak biru dan putih di sebelah kiri dan tanda kata yang sederhana dan ringan, diatur dalam tiga tingkat, di sebelah kanan. Bagian-bagiannya dipisahkan oleh garis vertikal tipis dengan warna biru yang sama.

 

Lambang ISO terdiri dari kontur globe putih, ditempatkan di dalam kotak biru, dengan huruf “ISO” yang tumpang tindih tebal di atasnya. Singkat namun bermakna, lambang menunjukkan penangkapan organisasi, dan niatnya untuk beroperasi di seluruh dunia.

 

NAMA BADAN STANDAR INTERNASIONAL ADALAH

Banyak sekali naman ama badan sertifikasi atau nama badan standard internasional di dunia misalnya da LRQA, SGS, TUV, TNV International, AQC Indonesia, Frenchcert, dll

 

STANDAR ISO

ISO telah mengembangkan lebih dari 24214 Standar Internasional dan semuanya termasuk dalam katalog Standar ISO.

  1. Terminologi. Standardisasi. Dokumentasi
  2. Organisasi perusahaan, manajemen dan kualitas. Administrasi. Mengangkut. Sosiologi
  3. Ilmu alam dan terapan
  4. Teknologi perawatan kesehatan
  5. Perlindungan kesehatan. Keamanan
  6. Metrologi dan pengukuran. Fenomena fisik
  7. Pengujian
  8. Sistem dan komponen mekanis untuk penggunaan umum
  9. Sistem dan komponen fluida untuk penggunaan umum
  10. Rekayasa manufaktur
  11. Rekayasa perpindahan energi dan panas
  12. Teknik elektro
  13. Elektronik
  14. Rekayasa audio dan video
  15. Teknologi Informasi
  16. Teknologi gambar
  17. Mekanika presisi. Perhiasan
  18. Rekayasa kendaraan jalan
  19. Teknik perkeretaapian
  20. Pembuatan kapal dan struktur laut
  21. Teknik pesawat dan kendaraan luar angkasa
  22. Peralatan penanganan material
  23. Pengemasan dan pendistribusian barang
  24. Teknologi tekstil dan kulit
  25. Industri pakaian
  26. Pertanian
  27. Teknologi makanan
  28. Teknologi kimia
  29. Pertambangan dan mineral
  30. Minyak bumi dan teknologi terkait
  31. Metalurgi
  32. Teknologi kayu
  33. Industri kaca dan keramik
  34. Industri karet dan plastik
  35. Teknologi kertas
  36. Industri cat dan warna
  37. Bahan konstruksi dan bangunan
  38. Teknik Sipil
  39. Urusan militer. Rekayasa militer. senjata
  40. Peralatan rumah tangga dan komersial. Hiburan. Olahraga
  41. dll

 

Training Konsultasi Sertifikasi ISO 9001:2015 hubungi kami HP/WA 0812 10 9 10 329 

 

 

 

7 Prinsip Sistem Manajemen Mutu

Checklist sistem manajemen mutu

7 Prinsip Manajemen Mutu

7 Prinsip Sistem Manajemen Mutu

Ada 7 Prinsip Manajemen Mutu yang Menjadi Pedoman penerapan ISO 9001: 2015. Tujuh prinsip manajemen mutu adalah:

1. Fokus pelanggan
2. Kepemimpinan
3. Keterlibatan orang
4. Pendekatan proses
5. Perbaikan
6. Pengambilan keputusan berbasis bukti
7. Manajemen hubungan

Catatan : Prinsip-prinsip ini tidak tercantum dalam urutan prioritas. Kepentingan relatif setiap prinsip akan bervariasi dari organisasisatu ke organisasi yang lain.

1. Fokus pelanggan
Tidak ada satu Organisasi yang bisa berjalan tanpa adanya pelanggan, oleh karena itu Fokus utama manajemen mutu adalah untuk memenuhi persyaratan pelanggan dan berusaha untuk melebihi harapan pelanggan.
Keberhasilan yang berkelanjutan dicapai ketika suatu organisasi dapat mempertahankan kepercayaan pelanggan dan pihak-pihak lain yang berkepentingan. Setiap aspek interaksi pelanggan memberikan peluang untuk menciptakan nilai lebih bagi pelanggan. Memahami kebutuhan pelanggan saat ini dan di masa depan dan pihak-pihak lain yang berkepentingan yang berkontribusi untuk kesuksesan organisasi Secara berkelanjutan.
Keuntungan dari penerapan prinsip ini :
• Meningkatkan Nilai pelanggan bagi organisasi
• Meningkatkan kepuasan pelanggan
• Loyalitas pelanggan meningkat
• Meningkatkan bisnis yang berkelanjutan
• Meningkatkan Reputasi organisasi
• Meluasakan Basis pelanggan
• Peningkatan pendapatan dan pangsa pasar

Contoh Penerapan :
• Mengakui pelanggan langsung dan tidak langsung bahwa mereka adalah tujuan utama dari proses dalam organisasi
• Memahami kebutuhan dan harapan pelanggan saat ini dan masa depan.
• Menyelaraskan tujuan organisasi dengan kebutuhan dan harapan pelanggan.
• Komunikasikan kebutuhan dan harapan pelanggan di seluruh organisasi.
• Merencanakan, merancang, mengembangkan, memproduksi, mengirim dan mendukung barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan.
• Ukur dan pantau kepuasan pelanggan dan lakukan tindakan yang sesuai.
• Menentukan dan mengambil tindakan terhadap kebutuhan dan harapan pihak yang berkepentingan yang dapat memengaruhi kepuasan pelanggan.
• Secara aktif mengelola hubungan dengan pelanggan untuk mencapai kesuksesan berkelanjutan.

2. Kepemimpinan
Para pemimpin di semua tingkatan membangun kesatuan tujuan dan arah serta menciptakan kondisi di mana orang terlibat dalam mencapai sasaran mutu organisasi. Penciptaan kesatuan tujuan dan arah serta keterlibatan orang memungkinkan organisasi untuk menyelaraskan strategi, kebijakan, proses dan sumber daya untuk mencapai tujuannya.
Keuntungan dari penerapan prinsip ini :
• Meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam memenuhi sasaran Mutu organisasi
• Koordinasi yang lebih baik dari proses organisasi
• Peningkatan komunikasi antara level dan fungsi organisasi
• Pengembangan dan peningkatan kemampuan organisasi dan orang-orangnya untuk memberikan hasil yang diinginkan
Contoh Penerapan :
• Komunikasikan misi, visi, strategi, kebijakan, dan proses organisasi di seluruh organisasi.
• Buat dan pertahankan nilai-nilai bersama, keadilan, dan model etis untuk perilaku di semua tingkatan organisasi.
• Membangun budaya kepercayaan dan integritas.
• Mendorong komitmen seluruh organisasi terhadap Mutu .
• Pastikan bahwa pemimpin di semua tingkatan adalah contoh positif bagi orang-orang dalam organisasi.
• Memberi orang sumber daya, pelatihan, dan otoritas yang diperlukan untuk bertindak dengan akuntabilitas.
• Menginspirasi, mendorong, dan mengakui kontribusi orang.
3. Keterlibatan Semua Pihak
Orang-orang yang kompeten, diberdayakan, dan terlibat di semua tingkatan di seluruh organisasi sangat penting untuk meningkatkan kemampuannya untuk menciptakan dan memberikan nilai Untuk mengelola organisasi secara efektif dan efisien, penting untuk melibatkan semua orang di semua tingkatan dan untuk menghormati mereka sebagai individu. Pengakuan, pemberdayaan, dan peningkatan kompetensi memfasilitasi keterlibatan orang-orang dalam mencapai tujuan Mutu organisasi.

Keuntungan Penerapan Prinsip ini :
• Peningkatan pemahaman tentang sasaran Mutu organisasi oleh orang-orang di organisasi dan peningkatan motivasi untuk mencapainya
• Peningkatan keterlibatan orang dalam kegiatan peningkatan
• Peningkatan pengembangan pribadi, inisiatif, dan kreativitas
• Meningkatkan kepuasan karyawan
• Meningkatkan kepercayaan dan kolaborasi di seluruh organisasi
• Meningkatkan perhatian pada nilai-nilai dan budaya bersama di seluruh organisasi

Contoh Tindakan
• Berkomunikasi dengan orang untuk mempromosikan pemahaman tentang pentingnya kontribusi individu mereka.
• Promosikan kolaborasi di seluruh organisasi.
• Fasilitasi diskusi terbuka dan berbagi pengetahuan dan pengalaman.
• Berdayakan orang untuk menentukan hambatan kinerja dan mengambil inisiatif tanpa rasa takut.
• Mengakui dan mengakui kontribusi, pembelajaran, dan peningkatan orang.
• Aktifkan evaluasi diri kinerja terhadap tujuan pribadi.
• Lakukan survei untuk menilai performance karyawan

4. Pendekatan proses
Hasil yang konsisten dan dapat diprediksi dan dicapai lebih efektif dan efisien ketika kegiatan dipahami dan dikelola sebagai proses yang saling terkait yang berfungsi sebagai sistem yang koheren. Sistem manajemen mutu terdiri dari proses yang saling terkait. Memahami bagaimana hasil/ Produk/ Nilai dihasilkan oleh sistem ini memungkinkan organisasi untuk mengoptimalkan sistem dan kinerjanya.

Keuntungan Penerapan Prinsip ini

• Peningkatan kemampuan untuk memfokuskan upaya pada proses utama dan peluang untuk perbaikan
• Hasil yang konsisten dan dapat diprediksi melalui sistem proses yang selaras
• Kinerja yang dioptimalkan melalui manajemen proses yang efektif, penggunaan sumber daya yang efisien, dan hambatan lintas fungsi yang berkurang
• Memungkinkan organisasi untuk memberikan kepercayaan kepada pihak yang berkepentingan atas konsistensi, efektivitas dan efisiensinya
Contoh Penerapan :

• Tetapkan tujuan sistem dan proses yang diperlukan untuk mencapainya.
• Menetapkan otoritas, tanggung jawab, dan akuntabilitas untuk mengelola proses.
• Memahami kemampuan organisasi dan menentukan kendala/ Risiko dan sumber daya sebelum bertindak.
• Menentukan interdependensi proses dan menganalisis pengaruh modifikasi terhadap proses individu pada sistem secara keseluruhan.
• Kelola proses dan keterkaitannya sebagai sistem untuk mencapai sasaran mutu organisasi secara efektif dan efisien.
• Pastikan informasi yang diperlukan tersedia untuk mengoperasikan dan meningkatkan proses dan untuk memantau, menganalisis, dan mengevaluasi kinerja sistem secara keseluruhan.
• Kelola risiko yang dapat memengaruhi keluaran proses dan hasil keseluruhan sistem manajemen mutu.
5. Perbaikan
• Organisasi yang sukses memiliki fokus berkelanjutan pada peningkatan. Peningkatan sangat penting bagi organisasi untuk mempertahankan tingkat kinerja saat ini, untuk bereaksi terhadap perubahan dalam kondisi internal dan eksternal dan untuk menciptakan peluang baru.
• Keuntungan Penerapan Prinsip ini :
• Peningkatan kinerja proses, kemampuan organisasi, dan kepuasan pelanggan
• Peningkatan fokus pada investigasi dan penentuan akar penyebab, diikuti oleh pencegahan dan tindakan korektif
• Peningkatan kemampuan untuk mengantisipasi dan bereaksi terhadap risiko dan peluang internal dan eksternal
• Peningkatan pertimbangan peningkatan /terobosan
• Peningkatan penggunaan pembelajaran untuk peningkatan /dorongan untuk inovasi

Contoh Tindakan :
• Promosikan penetapan sasaran terkait dg peningkatan di semua tingkatan organisasi.
• Mendidik dan melatih orang-orang di semua tingkatan tentang cara menerapkan alat dan metodologi dasar untuk mencapai tujuan peningkatan.
• Pastikan orang kompeten untuk berhasil mempromosikan dan menyelesaikan proyek peningkatan.
• Mengembangkan dan menggunakan proses untuk mengimplementasikan proyek peningkatan di seluruh organisasi.
• Lacak, tinjau dan audit perencanaan, implementasi, penyelesaian, dan hasil proyek perbaikan.
• Mengintegrasikan pertimbangan peningkatan ke dalam pengembangan barang, layanan dan proses baru atau yang dimodifikasi.
• Implementasikan tools tools untuk peningkatan ( kaizen, 5R, pdca, dsb)
6. Pengambilan keputusan berbasis bukti
Keputusan berdasarkan analisis dan evaluasi data dan informasi lebih cenderung menghasilkan hasil yang diinginkan. Pengambilan keputusan bisa menjadi proses yang kompleks, dan selalu melibatkan ketidakpastian. Ini sering melibatkan berbagai jenis dan sumber input, serta interpretasinya, yang bisa subjektif. Penting untuk memahami hubungan sebab akibat dan potensi konsekuensi yang tidak diinginkan. Fakta, bukti dan analisis data mengarah pada obyektivitas dan kepercayaan diri yang lebih besar dalam pengambilan keputusan.

Keuntungan dalam penerapan prinsip ini :
• Perbaikan proses pengambilan keputusan
• Peningkatan penilaian kinerja proses dan kemampuan untuk mencapai tujuan
• Peningkatan efektivitas dan efisiensi operasional
• Peningkatan kemampuan untuk meninjau, menantang dan mengubah pendapat dan keputusan
• Peningkatan kemampuan untuk menunjukkan efektivitas keputusan masa lalu

Contoh Tindakan
• Tentukan, ukur dan pantau indikator-indikator kunci untuk menunjukkan kinerja organisasi.
• Jadikan semua data yang dibutuhkan tersedia untuk orang-orang yang relevan.
• Pastikan bahwa data dan informasi cukup akurat, andal, dan aman.
• Menganalisis dan mengevaluasi data dan informasi menggunakan metode yang sesuai.
• Pastikan orang kompeten untuk menganalisis dan mengevaluasi data sesuai kebutuhan.
• Buat keputusan dan ambil tindakan berdasarkan bukti, seimbang dengan pengalaman dan intuisi.
7. Manajemen hubungan
Untuk kesuksesan berkelanjutan, organisasi mengelola hubungannya dengan pihak-pihak yang berkepentingan, seperti pemasok. Pihak yang berkepentingan dapat mempengaruhi kinerja suatu organisasi. Keberhasilan yang berkelanjutan lebih mungkin dicapai ketika organisasi mengelola hubungan dengan semua pihak yang berkepentingan untuk mengoptimalkan dampaknya terhadap kinerjanya. Manajemen hubungan dengan pemasok dan jaringan mitra adalah sangat penting.
• Keuntungan Penerapan Prinsip ini :
• Meningkatkan kinerja organisasi dan pihak-pihak yang berkepentingan melalui tanggapan
• untuk peluang dan kendala/ Risiko yang terkait dengan masing-masing pihak yang berkepentingan
• Pemahaman umum tentang tujuan dan nilai-nilai di antara pihak-pihak yang berkepentingan
• Peningkatan kemampuan untuk menciptakan nilai bagi pihak yang berkepentingan dengan berbagi sumber daya dan kompetensi serta mengelola risiko terkait Mutu
• Rantai pasokan yang dikelola dengan baik yang menyediakan aliran barang dan jasa yang stabil

Contoh Tindakan :

• Tentukan pihak yang berkepentingan yang relevan (seperti pemasok, mitra, pelanggan, investor, karyawan, dan masyarakat secara keseluruhan) dan hubungannya dengan organisasi.
• Menentukan dan memprioritaskan hubungan pihak berkepentingan yang perlu dikelola.
• Membangun hubungan yang menyeimbangkan keuntungan jangka pendek dengan pertimbangan jangka panjang.
• Mengumpulkan dan berbagi informasi, keahlian, dan sumber daya dengan pihak yang berkepentingan yang relevan.
• Mengukur kinerja dan memberikan umpan balik kinerja kepada pihak yang berkepentingan, jika sesuai, untuk meningkatkan inisiatif peningkatan.
• Membangun kegiatan pengembangan dan peningkatan kolaboratif dengan pemasok, mitra, dan pihak berkepentingan lainnya.
• Dorong dan kenali peningkatan dan pencapaian oleh pemasok dan mitra.

Demikian pembahasan mengenai 7 prinsip manajemen Mutu ISO 9001 2015, untuk training dan implementasi Sistem Manajemen Mutu ini silahkan kontak kami : HP : 0812 10 9 10 329, email : budiwibowo.wibowo9@gmail.com[/wr_column]]

7 Prinsip Sistem Manajemen Mutu

Ada 7 Prinsip Manajemen Mutu yang Menjadi Pedoman penerapan ISO 9001: 2015. Tujuh prinsip manajemen mutu adalah:

1. Fokus pelanggan
2. Kepemimpinan
3. Keterlibatan orang
4. Pendekatan proses
5. Perbaikan
6. Pengambilan keputusan berbasis bukti
7. Manajemen hubungan

Catatan : Prinsip-prinsip ini tidak tercantum dalam urutan prioritas. Kepentingan relatif setiap prinsip akan bervariasi dari organisasisatu ke organisasi yang lain.

1. Fokus pelanggan
Tidak ada satu Organisasi yang bisa berjalan tanpa adanya pelanggan, oleh karena itu Fokus utama manajemen mutu adalah untuk memenuhi persyaratan pelanggan dan berusaha untuk melebihi harapan pelanggan.
Keberhasilan yang berkelanjutan dicapai ketika suatu organisasi dapat mempertahankan kepercayaan pelanggan dan pihak-pihak lain yang berkepentingan. Setiap aspek interaksi pelanggan memberikan peluang untuk menciptakan nilai lebih bagi pelanggan. Memahami kebutuhan pelanggan saat ini dan di masa depan dan pihak-pihak lain yang berkepentingan yang berkontribusi untuk kesuksesan organisasi Secara berkelanjutan.
Keuntungan dari penerapan prinsip ini :
• Meningkatkan Nilai pelanggan bagi organisasi
• Meningkatkan kepuasan pelanggan
• Loyalitas pelanggan meningkat
• Meningkatkan bisnis yang berkelanjutan
• Meningkatkan Reputasi organisasi
• Meluasakan Basis pelanggan
• Peningkatan pendapatan dan pangsa pasar
Contoh Penerapan :
• Mengakui pelanggan langsung dan tidak langsung bahwa mereka adalah tujuan utama dari proses dalam organisasi
• Memahami kebutuhan dan harapan pelanggan saat ini dan masa depan.
• Menyelaraskan tujuan organisasi dengan kebutuhan dan harapan pelanggan.
• Komunikasikan kebutuhan dan harapan pelanggan di seluruh organisasi.
• Merencanakan, merancang, mengembangkan, memproduksi, mengirim dan mendukung barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan.
• Ukur dan pantau kepuasan pelanggan dan lakukan tindakan yang sesuai.
• Menentukan dan mengambil tindakan terhadap kebutuhan dan harapan pihak yang berkepentingan yang dapat memengaruhi kepuasan pelanggan.
• Secara aktif mengelola hubungan dengan pelanggan untuk mencapai kesuksesan berkelanjutan.
2. Kepemimpinan
Para pemimpin di semua tingkatan membangun kesatuan tujuan dan arah serta menciptakan kondisi di mana orang terlibat dalam mencapai sasaran mutu organisasi. Penciptaan kesatuan tujuan dan arah serta keterlibatan orang memungkinkan organisasi untuk menyelaraskan strategi, kebijakan, proses dan sumber daya untuk mencapai tujuannya.
Keuntungan dari penerapan prinsip ini :
• Meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam memenuhi sasaran Mutu organisasi
• Koordinasi yang lebih baik dari proses organisasi
• Peningkatan komunikasi antara level dan fungsi organisasi
• Pengembangan dan peningkatan kemampuan organisasi dan orang-orangnya untuk memberikan hasil yang diinginkan
Contoh Penerapan :
• Komunikasikan misi, visi, strategi, kebijakan, dan proses organisasi di seluruh organisasi.
• Buat dan pertahankan nilai-nilai bersama, keadilan, dan model etis untuk perilaku di semua tingkatan organisasi.
• Membangun budaya kepercayaan dan integritas.
• Mendorong komitmen seluruh organisasi terhadap Mutu .
• Pastikan bahwa pemimpin di semua tingkatan adalah contoh positif bagi orang-orang dalam organisasi.
• Memberi orang sumber daya, pelatihan, dan otoritas yang diperlukan untuk bertindak dengan akuntabilitas.
• Menginspirasi, mendorong, dan mengakui kontribusi orang.
3. Keterlibatan Semua Pihak
Orang-orang yang kompeten, diberdayakan, dan terlibat di semua tingkatan di seluruh organisasi sangat penting untuk meningkatkan kemampuannya untuk menciptakan dan memberikan nilai Untuk mengelola organisasi secara efektif dan efisien, penting untuk melibatkan semua orang di semua tingkatan dan untuk menghormati mereka sebagai individu. Pengakuan, pemberdayaan, dan peningkatan kompetensi memfasilitasi keterlibatan orang-orang dalam mencapai tujuan Mutu organisasi.

Keuntungan Penerapan Prinsip ini :
• Peningkatan pemahaman tentang sasaran Mutu organisasi oleh orang-orang di organisasi dan peningkatan motivasi untuk mencapainya
• Peningkatan keterlibatan orang dalam kegiatan peningkatan
• Peningkatan pengembangan pribadi, inisiatif, dan kreativitas
• Meningkatkan kepuasan karyawan
• Meningkatkan kepercayaan dan kolaborasi di seluruh organisasi
• Meningkatkan perhatian pada nilai-nilai dan budaya bersama di seluruh organisasi

Contoh Tindakan
• Berkomunikasi dengan orang untuk mempromosikan pemahaman tentang pentingnya kontribusi individu mereka.
• Promosikan kolaborasi di seluruh organisasi.
• Fasilitasi diskusi terbuka dan berbagi pengetahuan dan pengalaman.
• Berdayakan orang untuk menentukan hambatan kinerja dan mengambil inisiatif tanpa rasa takut.
• Mengakui dan mengakui kontribusi, pembelajaran, dan peningkatan orang.
• Aktifkan evaluasi diri kinerja terhadap tujuan pribadi.
• Lakukan survei untuk menilai performance karyawan

4. Pendekatan proses
Hasil yang konsisten dan dapat diprediksi dan dicapai lebih efektif dan efisien ketika kegiatan dipahami dan dikelola sebagai proses yang saling terkait yang berfungsi sebagai sistem yang koheren. Sistem manajemen mutu terdiri dari proses yang saling terkait. Memahami bagaimana hasil/ Produk/ Nilai dihasilkan oleh sistem ini memungkinkan organisasi untuk mengoptimalkan sistem dan kinerjanya.

Keuntungan Penerapan Prinsip ini

• Peningkatan kemampuan untuk memfokuskan upaya pada proses utama dan peluang untuk perbaikan
• Hasil yang konsisten dan dapat diprediksi melalui sistem proses yang selaras
• Kinerja yang dioptimalkan melalui manajemen proses yang efektif, penggunaan sumber daya yang efisien, dan hambatan lintas fungsi yang berkurang
• Memungkinkan organisasi untuk memberikan kepercayaan kepada pihak yang berkepentingan atas konsistensi, efektivitas dan efisiensinya
Contoh Penerapan :

• Tetapkan tujuan sistem dan proses yang diperlukan untuk mencapainya.
• Menetapkan otoritas, tanggung jawab, dan akuntabilitas untuk mengelola proses.
• Memahami kemampuan organisasi dan menentukan kendala/ Risiko dan sumber daya sebelum bertindak.
• Menentukan interdependensi proses dan menganalisis pengaruh modifikasi terhadap proses individu pada sistem secara keseluruhan.
• Kelola proses dan keterkaitannya sebagai sistem untuk mencapai sasaran mutu organisasi secara efektif dan efisien.
• Pastikan informasi yang diperlukan tersedia untuk mengoperasikan dan meningkatkan proses dan untuk memantau, menganalisis, dan mengevaluasi kinerja sistem secara keseluruhan.
• Kelola risiko yang dapat memengaruhi keluaran proses dan hasil keseluruhan sistem manajemen mutu.
5. Perbaikan
• Organisasi yang sukses memiliki fokus berkelanjutan pada peningkatan. Peningkatan sangat penting bagi organisasi untuk mempertahankan tingkat kinerja saat ini, untuk bereaksi terhadap perubahan dalam kondisi internal dan eksternal dan untuk menciptakan peluang baru.
• Keuntungan Penerapan Prinsip ini :
• Peningkatan kinerja proses, kemampuan organisasi, dan kepuasan pelanggan
• Peningkatan fokus pada investigasi dan penentuan akar penyebab, diikuti oleh pencegahan dan tindakan korektif
• Peningkatan kemampuan untuk mengantisipasi dan bereaksi terhadap risiko dan peluang internal dan eksternal
• Peningkatan pertimbangan peningkatan /terobosan
• Peningkatan penggunaan pembelajaran untuk peningkatan /dorongan untuk inovasi

Contoh Tindakan :
• Promosikan penetapan sasaran terkait dg peningkatan di semua tingkatan organisasi.
• Mendidik dan melatih orang-orang di semua tingkatan tentang cara menerapkan alat dan metodologi dasar untuk mencapai tujuan peningkatan.
• Pastikan orang kompeten untuk berhasil mempromosikan dan menyelesaikan proyek peningkatan.
• Mengembangkan dan menggunakan proses untuk mengimplementasikan proyek peningkatan di seluruh organisasi.
• Lacak, tinjau dan audit perencanaan, implementasi, penyelesaian, dan hasil proyek perbaikan.
• Mengintegrasikan pertimbangan peningkatan ke dalam pengembangan barang, layanan dan proses baru atau yang dimodifikasi.
• Implementasikan tools tools untuk peningkatan ( kaizen, 5R, pdca, dsb)
6. Pengambilan keputusan berbasis bukti
Keputusan berdasarkan analisis dan evaluasi data dan informasi lebih cenderung menghasilkan hasil yang diinginkan. Pengambilan keputusan bisa menjadi proses yang kompleks, dan selalu melibatkan ketidakpastian. Ini sering melibatkan berbagai jenis dan sumber input, serta interpretasinya, yang bisa subjektif. Penting untuk memahami hubungan sebab akibat dan potensi konsekuensi yang tidak diinginkan. Fakta, bukti dan analisis data mengarah pada obyektivitas dan kepercayaan diri yang lebih besar dalam pengambilan keputusan.

Keuntungan dalam penerapan prinsip ini :
• Perbaikan proses pengambilan keputusan
• Peningkatan penilaian kinerja proses dan kemampuan untuk mencapai tujuan
• Peningkatan efektivitas dan efisiensi operasional
• Peningkatan kemampuan untuk meninjau, menantang dan mengubah pendapat dan keputusan
• Peningkatan kemampuan untuk menunjukkan efektivitas keputusan masa lalu

Contoh Tindakan
• Tentukan, ukur dan pantau indikator-indikator kunci untuk menunjukkan kinerja organisasi.
• Jadikan semua data yang dibutuhkan tersedia untuk orang-orang yang relevan.
• Pastikan bahwa data dan informasi cukup akurat, andal, dan aman.
• Menganalisis dan mengevaluasi data dan informasi menggunakan metode yang sesuai.
• Pastikan orang kompeten untuk menganalisis dan mengevaluasi data sesuai kebutuhan.
• Buat keputusan dan ambil tindakan berdasarkan bukti, seimbang dengan pengalaman dan intuisi.
7. Manajemen hubungan
Untuk kesuksesan berkelanjutan, organisasi mengelola hubungannya dengan pihak-pihak yang berkepentingan, seperti pemasok. Pihak yang berkepentingan dapat mempengaruhi kinerja suatu organisasi. Keberhasilan yang berkelanjutan lebih mungkin dicapai ketika organisasi mengelola hubungan dengan semua pihak yang berkepentingan untuk mengoptimalkan dampaknya terhadap kinerjanya. Manajemen hubungan dengan pemasok dan jaringan mitra adalah sangat penting.
• Keuntungan Penerapan Prinsip ini :
• Meningkatkan kinerja organisasi dan pihak-pihak yang berkepentingan melalui tanggapan
• untuk peluang dan kendala/ Risiko yang terkait dengan masing-masing pihak yang berkepentingan
• Pemahaman umum tentang tujuan dan nilai-nilai di antara pihak-pihak yang berkepentingan
• Peningkatan kemampuan untuk menciptakan nilai bagi pihak yang berkepentingan dengan berbagi sumber daya dan kompetensi serta mengelola risiko terkait Mutu
• Rantai pasokan yang dikelola dengan baik yang menyediakan aliran barang dan jasa yang stabil

Contoh Tindakan :

• Tentukan pihak yang berkepentingan yang relevan (seperti pemasok, mitra, pelanggan, investor, karyawan, dan masyarakat secara keseluruhan) dan hubungannya dengan organisasi.
• Menentukan dan memprioritaskan hubungan pihak berkepentingan yang perlu dikelola.
• Membangun hubungan yang menyeimbangkan keuntungan jangka pendek dengan pertimbangan jangka panjang.
• Mengumpulkan dan berbagi informasi, keahlian, dan sumber daya dengan pihak yang berkepentingan yang relevan.
• Mengukur kinerja dan memberikan umpan balik kinerja kepada pihak yang berkepentingan, jika sesuai, untuk meningkatkan inisiatif peningkatan.
• Membangun kegiatan pengembangan dan peningkatan kolaboratif dengan pemasok, mitra, dan pihak berkepentingan lainnya.
• Dorong dan kenali peningkatan dan pencapaian oleh pemasok dan mitra.

Demikian pembahasan mengenai 7 prinsip manajemen Mutu ISO 9001 2015, untuk training dan implementasi Sistem Manajemen Mutu ini silahkan kontak kami : HP : 0812 10 9 10 329, email : budiwibowo.wibowo9@gmail.com

[/wr_column][/wr_row]

Pelatihan ISO 9001:2015 Awareness & Interpretation Jakarta

Sesi training awareness dan interpretasi standar ISO

Standard ISO 9001:2015 telah resmi dirilis..
1. Apa Saja Yang berubah ?
2. Mengapa Berubah?
3. Bagaimana menyesuiakan perubahannya?
4. Apa saja yang harus dipersiapkan.?
5. Apakah kita siap untuk Berubah ?

Temukan jawabannya di Training “ISO 9001:2015 Awareness dan Interpretation yang diselenggarakan oleh Global Management Consulting Indonesia, Training satu hari ini akan mengupas semua mengenai perubahan ISO 9001:2008 ke ISO 9001:2015, dan sekaligus membahas dan menjelaskan klausal klausal ISO 9001:2015…

ISO 9001 2015 Training 2

1 2