Pelatihan Internal Audit ISO 37001:2025 – Sistem Manajemen Anti Penyuapan

Peserta pelatihan internal audit ISO 37001:2025 meninjau checklist di laptop

Peserta pelatihan internal audit ISO 37001:2025 meninjau checklist di laptop

Salah satu bukti yang pasti diminta dalam audit transisi ISO 37001:2025 adalah laporan audit internal yang sudah menggunakan acuan standar versi baru. Masalahnya, banyak tim auditor internal masih memakai checklist dan pola pikir ISO 37001:2016. Pelatihan Internal Audit ISO 37001:2025 menjembatani kesenjangan ini: membekali auditor internal untuk mengaudit SMAP berdasarkan persyaratan terbaru ISO 37001:2025, mengacu pada panduan audit ISO 19011.

Kenapa Auditor Internal Perlu Dilatih Ulang?

  • ISO 37001:2025 menambahkan persyaratan baru yang perlu diaudit, seperti budaya anti penyuapan (5.1.3), perencanaan perubahan (6.3), dan kewajiban melaporkan konflik kepentingan (7.2.2.1 e).
  • Mengaudit budaya dan konflik kepentingan membutuhkan teknik pengumpulan bukti yang berbeda dari audit dokumen biasa.
  • Audit internal yang berkualitas membantu organisasi menemukan dan menutup kelemahan sebelum auditor eksternal datang.
  • Kompetensi auditor internal merupakan bagian dari persyaratan yang dapat diperiksa saat audit.

Tujuan Pelatihan

  • Memahami persyaratan ISO 37001:2025 dari sudut pandang auditor.
  • Memahami prinsip, teknik, dan tahapan audit sesuai ISO 19011.
  • Mampu menyusun program audit dan checklist audit internal berbasis ISO 37001:2025.
  • Mampu melaksanakan audit, mengumpulkan bukti, dan merumuskan temuan secara objektif.
  • Mampu menyusun laporan audit dan memverifikasi tindakan korektif.

Materi yang Dibahas

  1. Ringkasan persyaratan ISO 37001:2025 dan perubahannya dari versi 2016
  2. Prinsip audit dan kompetensi auditor menurut ISO 19011
  3. Perencanaan program audit internal SMAP berbasis risiko
  4. Penyusunan checklist audit untuk klausul baru dan yang berubah
  5. Teknik mengaudit budaya anti penyuapan dan komitmen pimpinan
  6. Teknik mengaudit konflik kepentingan, uji tuntas mitra bisnis, serta kontrol keuangan dan non-keuangan
  7. Mengaudit Fungsi Anti Penyuapan, perencanaan perubahan, serta program kesadaran dan pelatihan
  8. Teknik wawancara, sampling, dan verifikasi bukti
  9. Merumuskan temuan, kategori ketidaksesuaian, dan menulis laporan audit
  10. Tindak lanjut dan verifikasi tindakan korektif
  11. Simulasi audit (role play) dengan studi kasus SMAP

Untuk Siapa Pelatihan Ini?

  • Calon dan anggota tim auditor internal SMAP
  • Anggota Fungsi Anti Penyuapan (FKAP/FAP)
  • Satuan Pengawasan Intern (SPI), Unit Kepatuhan Intern, dan inspektorat
  • Tim kepatuhan, legal, dan manajemen risiko
  • Auditor internal ISO 37001:2016 yang perlu memperbarui kompetensinya

Durasi & Metode

Durasi pelatihan: 2–3 hari (in-house/online). Metode pelatihan menggabungkan pemaparan materi, diskusi interaktif, latihan penyusunan checklist, studi kasus, dan simulasi audit langsung, dibawakan oleh fasilitator berpengalaman di bidang audit sistem manajemen anti penyuapan.

Output Pelatihan

  • Sertifikat pelatihan Internal Audit ISO 37001:2025
  • Template program audit, checklist audit ISO 37001:2025, dan format laporan audit
  • Kompetensi dan kepercayaan diri untuk segera menjalankan audit internal sebelum audit transisi

Tertarik dengan Pelatihan Internal Audit ISO 37001:2025?

Tim Konsultan ISO – sertifikat-iso.com siap menyelenggarakan Pelatihan Internal Audit ISO 37001:2025 secara in-house maupun online, disesuaikan dengan kebutuhan dan jadwal organisasi Anda. Pelatihan ini juga dapat dipaketkan dengan Pelatihan Upgrade ISO 37001:2025 agar tim siap menghadapi audit transisi. Hubungi kami untuk informasi jadwal dan penawaran lebih lanjut.

Wewenang Management Representative dalam Audit Internal dan Tinjauan Manajemen

Checklist audit internal yang dikoordinasikan oleh Management Representative

Checklist audit internal yang dikoordinasikan oleh Management Representative

Audit internal dan tinjauan manajemen (management review) adalah dua elemen inti dalam siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act) sistem manajemen ISO. Management Representative (MR) memegang peran sentral dalam memastikan kedua proses ini berjalan efektif, bukan sekadar formalitas menjelang audit sertifikasi.

Wewenang MR dalam Audit Internal

1. Menyusun Program dan Jadwal Audit

MR berwenang menetapkan frekuensi, ruang lingkup, dan kriteria audit internal berdasarkan tingkat kepentingan proses, hasil audit sebelumnya, dan perubahan yang terjadi di organisasi.

2. Menunjuk dan Mengelola Tim Auditor Internal

MR memiliki wewenang menentukan siapa saja yang bertindak sebagai auditor internal, memastikan mereka kompeten dan independen terhadap area yang diaudit (tidak mengaudit pekerjaan sendiri).

3. Memastikan Pelaksanaan Audit Sesuai Rencana

MR memantau agar audit internal terlaksana sesuai jadwal, termasuk melakukan penyesuaian jika ada kendala operasional yang menghambat pelaksanaan audit di suatu unit kerja.

4. Mengelola Tindak Lanjut Temuan Audit

Setiap ketidaksesuaian yang ditemukan harus dipastikan MR mendapat tindakan korektif yang tepat, lengkap dengan batas waktu penyelesaian dan verifikasi efektivitasnya.

Wewenang MR dalam Tinjauan Manajemen

1. Menyiapkan Input Tinjauan Manajemen

MR bertanggung jawab mengumpulkan dan mengolah data yang dipersyaratkan sebagai input rapat tinjauan manajemen, seperti status tindakan dari tinjauan sebelumnya, hasil audit, umpan balik pelanggan, kinerja proses, dan perubahan isu internal/eksternal.

2. Memfasilitasi Jalannya Rapat

MR umumnya bertindak sebagai fasilitator atau notulen dalam rapat tinjauan manajemen, memastikan seluruh agenda yang dipersyaratkan standar ISO dibahas secara tuntas.

3. Mendokumentasikan Keputusan dan Tindak Lanjut

Setiap keputusan dan tindakan yang disepakati dalam tinjauan manajemen – misalnya perubahan sumber daya, revisi sasaran mutu, atau peluang perbaikan – harus didokumentasikan dan dipantau realisasinya oleh MR hingga tinjauan berikutnya.

4. Melaporkan Efektivitas Sistem ke Top Management

MR memberikan gambaran objektif mengenai kondisi sistem manajemen mutu kepada top management, termasuk area yang perlu mendapat perhatian atau tambahan sumber daya.

Batasan Wewenang MR

Meski memiliki wewenang luas dalam mengoordinasikan kedua proses ini, keputusan strategis – seperti alokasi anggaran, perubahan struktur organisasi, atau investasi sumber daya besar – tetap berada di tangan top management. MR berperan memberikan rekomendasi berbasis data, bukan mengambil keputusan final secara sepihak.

Butuh Bantuan Menyusun Program Audit Internal dan Tinjauan Manajemen?

Konsultan ISO – sertifikat-iso.com membantu perusahaan Anda merancang program audit internal yang efektif dan tinjauan manajemen yang benar-benar menghasilkan perbaikan nyata. Hubungi tim kami untuk konsultasi lebih lanjut.

Catatan: artikel ini disusun berdasarkan publikasi dan informasi terbaru dari berbagai sumber industri. Untuk kepastian resmi, selalu rujuk dokumen standar ISO yang berlaku.

Training Internal Audit Berbasis ISO 19011:2026

Checklist audit internal sistem manajemen ISO

Checklist audit internal sistem manajemen ISO

Training Internal Audit Berbasis ISO 19011:2026 dirancang untuk membekali tim audit internal perusahaan dengan kompetensi audit sistem manajemen terkini — mengacu langsung pada ISO 19011:2026, revisi terbaru panduan audit sistem manajemen yang resmi menggantikan edisi 2018. Training ini cocok diterapkan untuk audit sistem manajemen apa pun (ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001, ISO 27001, dan standar lainnya), karena ISO 19011 adalah panduan lintas standar untuk pelaksanaan audit.

Kenapa Harus Mengacu pada ISO 19011:2026?

ISO 19011:2026 membawa sejumlah pembaruan penting yang memengaruhi cara audit internal seharusnya dijalankan hari ini — termasuk audit jarak jauh (remote) dan hybrid yang kini setara dengan audit on-site, kompetensi ICT sebagai bagian formal penilaian auditor, penguatan pendekatan berbasis risiko, hingga kesadaran terhadap isu perubahan iklim dan keamanan informasi. Tim auditor internal yang masih mengacu pada praktik lama berisiko tertinggal dari perkembangan standar dan kurang siap menghadapi audit sertifikasi dari lembaga yang sudah mengadopsi panduan terbaru.

Tujuan Training

  • Memahami prinsip dan teknik audit terkini sesuai ISO 19011:2026
  • Memahami perubahan utama dari ISO 19011:2018 ke ISO 19011:2026 dan dampaknya pada program audit internal
  • Mampu menyusun program dan checklist audit internal yang mengakomodasi metode on-site, remote, maupun hybrid
  • Mampu melaksanakan audit, mengidentifikasi temuan, dan menuliskan laporan audit secara objektif dan berbasis bukti
  • Memahami tindak lanjut ketidaksesuaian (non-conformity) hasil audit hingga verifikasi efektivitas tindakan korektif

Materi yang Dibahas

  • Prinsip-prinsip audit menurut ISO 19011:2026
  • Perubahan utama ISO 19011:2026: audit remote/hybrid, kompetensi ICT, risiko, perubahan iklim, dan keamanan informasi
  • Perencanaan dan pengelolaan program audit internal
  • Teknik pengumpulan bukti audit — observasi, wawancara, tinjauan dokumen (termasuk dokumen elektronik)
  • Praktik audit jarak jauh: penggunaan platform digital, wawancara via video conference, dan verifikasi bukti secara elektronik
  • Penyusunan checklist audit dan penilaian risiko dalam perencanaan audit
  • Simulasi audit (role play) langsung dengan studi kasus
  • Praktik penyusunan laporan audit dan tindak lanjut ketidaksesuaian

Untuk Siapa Training Ini?

Training ini cocok untuk calon auditor internal, tim manajemen mutu/QA-QC, HSE/K3, serta staf dari berbagai fungsi yang ditugaskan menjalankan audit internal sistem manajemen di perusahaan — baik yang baru pertama kali menjadi auditor maupun auditor berpengalaman yang perlu menyesuaikan diri dengan ISO 19011:2026.

Durasi & Metode

Durasi training: 2-3 hari (in-house/online). Metode pelatihan menggabungkan pemaparan materi, diskusi interaktif, studi kasus, dan simulasi audit langsung (termasuk simulasi audit remote/hybrid), dibawakan oleh fasilitator berpengalaman di bidang audit sistem manajemen yang memahami perubahan terbaru pada ISO 19011:2026.

Output Training

Peserta akan mendapatkan sertifikat keikutsertaan training, pemahaman menyeluruh tentang ISO 19011:2026, serta kompetensi dan kepercayaan diri untuk menjalankan audit internal — baik secara on-site, remote, maupun hybrid — sesuai jadwal dan kebutuhan organisasi.

Tertarik dengan Training Internal Audit Berbasis ISO 19011:2026?

Tim Konsultan ISO – sertifikat-iso.com siap membantu perusahaan Anda menyelenggarakan Training Internal Audit Berbasis ISO 19011:2026 secara in-house maupun online, disesuaikan dengan kebutuhan dan jadwal organisasi Anda. Hubungi kami untuk informasi jadwal dan penawaran lebih lanjut.

Kompetensi Auditor Internal di Era ISO 19011:2026: Apa yang Harus Dikuasai

Auditor meninjau dokumen sistem manajemen

Auditor meninjau dokumen sistem manajemen

Salah satu dampak terbesar dari terbitnya ISO 19011:2026 dirasakan langsung oleh para auditor internal: standar terbaru ini memperluas cakupan kompetensi yang harus dimiliki, khususnya di bidang teknologi informasi dan komunikasi (ICT). Bagi perusahaan yang mengandalkan tim audit internal untuk menjaga kepatuhan sistem manajemen, memahami kompetensi apa saja yang kini dipersyaratkan menjadi penting agar program audit tetap kredibel.

Kompetensi Inti yang Tetap Dipertahankan

ISO 19011:2026 tidak mengubah fondasi kompetensi auditor yang sudah dikenal sejak edisi sebelumnya, di antaranya:

  • Pemahaman prinsip, prosedur, dan teknik audit
  • Pengetahuan tentang persyaratan standar sistem manajemen yang diaudit (misalnya ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001, dan lainnya)
  • Pemahaman konteks organisasi — termasuk sektor industri, regulasi, dan budaya kerja auditee
  • Keterampilan interpersonal — komunikasi, ketegasan, objektivitas, dan kemampuan menyimpulkan temuan secara adil
  • Perilaku etis — integritas, kerahasiaan, dan independensi selama proses audit

Kompetensi Baru yang Kini Dipersyaratkan Secara Formal

1. Kompetensi ICT (Information & Communication Technology)

Ini adalah penambahan paling signifikan. Auditor kini diharapkan mampu:

  • Menggunakan platform komunikasi digital (video conference, tools kolaborasi) secara efektif selama audit
  • Bekerja dengan rekaman elektronik, basis data, dan situs web sebagai sumber bukti audit
  • Memahami risiko keamanan siber saat mengumpulkan dan menangani bukti audit secara jarak jauh
  • Menilai secara tepat kapan pengumpulan bukti secara elektronik/jarak jauh sesuai dan kapan diperlukan verifikasi tambahan secara langsung

2. Pemahaman Risiko Perubahan Iklim

Sejalan dengan amandemen aksi iklim ISO 2024, auditor kini perlu memiliki pemahaman dasar tentang bagaimana isu perubahan iklim dapat menjadi faktor internal maupun eksternal yang relevan bagi sistem manajemen organisasi yang diaudit — termasuk kemampuan menilai apakah organisasi sudah mempertimbangkan isu ini secara memadai.

3. Literasi Analitik Data dan Kesadaran akan AI

Standar terbaru mengakui penggunaan alat AI dan analitik data untuk mendukung tinjauan dokumen dan perencanaan audit. Auditor tidak dituntut menjadi ahli teknis AI, namun perlu memahami secara umum bagaimana alat-alat ini dapat digunakan secara tepat sebagai pendukung — bukan pengganti — penilaian profesional auditor.

4. Kesadaran Keamanan Informasi

Karena bukti audit semakin banyak dikumpulkan dan disimpan secara digital, auditor perlu memahami prinsip dasar perlindungan data, kerahasiaan, kontrol akses, dan tata kelola informasi — khususnya saat audit melibatkan lokasi virtual seperti sistem berbasis cloud.

5. Kesiapan Menghadapi Audit di Berbagai Kondisi Kerja

Panduan mengenai kesehatan, keselamatan, dan protokol darurat selama audit di lapangan juga diperluas — relevan khususnya bagi auditor yang bertugas di lokasi berisiko tinggi atau kondisi kerja khusus.

Bagaimana Cara Memenuhi Kompetensi Baru Ini?

ISO 19011:2026 menekankan bahwa kompetensi auditor dibangun melalui kombinasi pendidikan, pengalaman kerja, pelatihan sebagai auditor, dan pengalaman audit — serta pengembangan profesional berkelanjutan (continual professional development). Untuk memenuhi persyaratan kompetensi ICT dan kesadaran risiko baru, organisasi disarankan:

  1. Melakukan gap assessment kompetensi tim auditor internal terhadap persyaratan ISO 19011:2026.
  2. Menyelenggarakan pelatihan khusus tentang audit jarak jauh, penggunaan tools digital, dan kesadaran keamanan siber.
  3. Memperbarui kriteria evaluasi auditor internal agar mencakup kompetensi ICT sebagai salah satu indikator penilaian.
  4. Mendorong sertifikasi atau pelatihan auditor yang sudah mengacu pada panduan ISO 19011:2026.
  5. Melibatkan auditor dalam simulasi audit remote/hybrid sebagai bagian dari pengembangan kompetensi praktis.

Kenapa Ini Penting bagi Perusahaan?

Kompetensi auditor internal yang tidak diperbarui berisiko menurunkan kualitas dan kredibilitas hasil audit — terutama jika organisasi mulai mengadopsi metode audit remote/hybrid tanpa membekali tim auditornya dengan keterampilan yang sesuai. Investasi pada pelatihan auditor internal berbasis ISO 19011:2026 membantu memastikan audit tetap menjadi alat perbaikan berkelanjutan yang efektif, bukan sekadar formalitas kepatuhan.

Butuh Pelatihan Auditor Internal Sesuai ISO 19011:2026?

Tim Konsultan ISO – sertifikat-iso.com siap membantu perusahaan Anda menyelenggarakan pelatihan Internal Audit yang mengacu pada ISO 19011:2026, mencakup teknik audit terkini, audit jarak jauh/hybrid, hingga kesadaran risiko keamanan informasi — disesuaikan dengan kebutuhan dan jadwal organisasi Anda.

Catatan: artikel ini disusun berdasarkan publikasi awal mengenai ISO 19011:2026 dari berbagai sumber industri. Untuk kepastian klausul resmi, selalu rujuk dokumen standar asli dari ISO atau lembaga sertifikasi Anda.

Panduan Audit Jarak Jauh (Remote & Hybrid) Menurut ISO 19011:2026

Audit jarak jauh via video conference sesuai ISO 19011:2026

Audit jarak jauh via video conference sesuai ISO 19011:2026

Salah satu perubahan paling mencolok pada ISO 19011:2026 adalah bagaimana standar ini memperlakukan audit jarak jauh (remote) dan hybrid. Jika pada edisi 2018 audit jarak jauh hanya disinggung singkat sebagai opsi pelengkap di lampiran, pada edisi 2026 audit jarak jauh dan hybrid resmi menjadi metodologi audit yang setara dan terstruktur — harus dipertimbangkan di setiap tahap siklus audit, bukan sekadar alternatif darurat.

Kenapa Audit Jarak Jauh Kini Setara dengan Audit On-Site?

Sejak pandemi, banyak organisasi dan lembaga sertifikasi terbiasa menjalankan sebagian atau seluruh proses audit secara daring — mulai dari tinjauan dokumen elektronik, wawancara via video conference, hingga observasi proses lewat kamera. ISO 19011:2026 mengakui realitas ini secara formal: audit remote, hybrid, dan on-site kini dipandang sebagai pilihan metodologi yang keputusannya diambil berdasarkan konteks, risiko, dan tujuan audit — bukan hierarki di mana on-site selalu dianggap “lebih valid”.

Apa yang Diatur Lebih Detail di Edisi 2026?

  • Perencanaan audit jarak jauh — rekomendasi lebih rinci untuk menentukan kapan metode remote sesuai digunakan, termasuk mempertimbangkan kompleksitas proses yang diaudit.
  • Penggunaan teknologi komunikasi — panduan tentang platform video conference, tools kolaborasi digital, dan cara memastikan koneksi/kualitas komunikasi memadai selama audit.
  • Wawancara jarak jauh — teknik memastikan wawancara via video tetap efektif dan bukti yang diperoleh tetap kredibel.
  • Tinjauan dokumen elektronik — cara memverifikasi keaslian dan integritas dokumen/rekaman yang dibagikan secara digital.
  • Lokasi audit virtual — termasuk sistem berbasis cloud, yang kini dibahas dalam lampiran khusus sebagai “virtual location” yang setara dengan lokasi fisik.
  • Kerahasiaan dan keamanan data — pertimbangan privasi dan keamanan siber saat bukti audit dikumpulkan, dikirim, dan disimpan secara elektronik.

Audit Hybrid: Kombinasi yang Kini Dianggap Praktik Standar

ISO 19011:2026 juga mengakui audit hybrid — kombinasi aktivitas on-site dan remote dalam satu program atau bahkan satu sesi audit — sebagai praktik standar, bukan kompromi sementara. Misalnya, tim audit bisa melakukan observasi proses produksi secara langsung di lokasi, sementara tinjauan dokumen dan wawancara dengan pihak manajemen di kantor pusat dilakukan secara daring.

Risiko yang Perlu Diperhatikan pada Audit Jarak Jauh

Edisi 2026 juga lebih eksplisit menyebutkan keterbatasan dan risiko yang menyertai audit jarak jauh, di antaranya:

  • Keandalan teknologi (koneksi internet, platform, perangkat) yang bisa mengganggu jalannya audit
  • Keterbatasan dalam mengamati kondisi fisik atau lingkungan kerja secara langsung
  • Ketidakpastian tambahan dalam mengumpulkan dan memverifikasi bukti audit secara elektronik
  • Risiko keamanan siber saat data dan dokumen audit dipertukarkan secara digital
  • Ketersediaan auditor dan auditee dalam zona waktu atau jadwal yang berbeda

Auditor diharapkan mengevaluasi risiko-risiko ini di tahap perencanaan, lalu memutuskan kombinasi metode audit yang paling sesuai dengan konteks organisasi yang diaudit.

Yang Perlu Disiapkan Organisasi

  1. Tinjau ulang program audit internal agar secara eksplisit mengatur kapan audit remote, hybrid, atau on-site digunakan.
  2. Siapkan infrastruktur teknologi — platform video conference, akses dokumen elektronik yang aman, dan koneksi yang stabil.
  3. Susun kebijakan keamanan data untuk bukti audit yang dikumpulkan dan disimpan secara digital.
  4. Latih auditor internal agar terampil melakukan wawancara dan observasi secara jarak jauh tanpa mengurangi kualitas bukti audit.
  5. Uji coba audit hybrid pada skala kecil sebelum diterapkan penuh ke seluruh program audit.

Butuh Bantuan Menyusun Program Audit Remote/Hybrid Sesuai ISO 19011:2026?

Tim Konsultan ISO – sertifikat-iso.com siap membantu perusahaan Anda menyusun kebijakan dan program audit internal yang mengakomodasi metode remote dan hybrid sesuai panduan ISO 19011:2026, termasuk pendampingan pelatihan tim auditor internal.

Catatan: artikel ini disusun berdasarkan publikasi awal mengenai ISO 19011:2026 dari berbagai sumber industri. Untuk kepastian klausul resmi, selalu rujuk dokumen standar asli dari ISO atau lembaga sertifikasi Anda.

ISO 19011:2026 – Apa yang Berubah dari Edisi 2018?

Checklist audit sistem manajemen ISO 19011

Checklist audit sistem manajemen ISO 19011

ISO 19011, standar panduan internasional untuk audit sistem manajemen, resmi diperbarui. Setelah edisi sebelumnya bertahan sejak 2018, ISO 19011:2026 diterbitkan pada 27 Mei 2026 dan langsung berlaku tanpa masa transisi formal — artinya organisasi dan auditor sebaiknya segera menyesuaikan praktik audit mereka dengan panduan terbaru ini.

Bagi perusahaan yang rutin menjalankan audit internal maupun tim audit eksternal/lembaga sertifikasi, memahami perubahan pada ISO 19011:2026 penting agar proses audit tetap relevan dengan cara kerja organisasi modern yang semakin banyak menggunakan teknologi digital.

Apa Itu ISO 19011:2026?

ISO 19011:2026 adalah revisi dari ISO 19011:2018, standar yang memberikan panduan tentang prinsip audit, pengelolaan program audit, serta pelaksanaan audit sistem manajemen — baik audit internal (pihak pertama), audit pihak kedua (oleh pelanggan/mitra), maupun audit pihak ketiga (sertifikasi). Standar ini bersifat panduan (guidance), bukan persyaratan yang bisa disertifikasi, namun menjadi acuan utama hampir semua auditor sistem manajemen di dunia, termasuk untuk ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001, ISO 27001, dan standar sistem manajemen lainnya.

Kapan ISO 19011:2026 Diterbitkan?

ISO 19011:2026 dipublikasikan resmi oleh International Organization for Standardization pada 27 Mei 2026, menggantikan posisi ISO 19011:2018 sebagai acuan utama panduan audit sistem manajemen. Karena sifatnya panduan (bukan standar sertifikasi), tidak ada periode transisi wajib seperti pada standar sistem manajemen yang bisa disertifikasi — namun lembaga sertifikasi dan tim audit internal disarankan mulai mengadopsi pendekatan barunya secepat mungkin.

Apa Saja yang Berubah dari ISO 19011:2018 ke ISO 19011:2026?

Struktur inti standar — lima area utama (prinsip audit, pengelolaan program audit, pelaksanaan audit, kompetensi & evaluasi auditor) dan tujuh prinsip audit — tetap dipertahankan. Perubahan pada edisi 2026 lebih bersifat evolusi untuk menjawab cara kerja audit yang semakin digital, bukan perombakan total. Berikut poin-poin utamanya:

1. Audit Jarak Jauh (Remote) dan Hybrid Menjadi Metodologi Setara

Perubahan paling signifikan: audit jarak jauh, hybrid, dan on-site kini diperlakukan sebagai “pilihan yang setara dan harus dipertimbangkan di setiap tahap siklus audit.” Pada edisi 2018, audit jarak jauh hanya disinggung singkat di Annex A; pada edisi 2026, panduannya terintegrasi di seluruh standar, termasuk Annex baru yang membahas lokasi audit virtual secara khusus.

2. Kompetensi ICT Menjadi Persyaratan Formal Auditor

Evaluasi kompetensi auditor kini secara eksplisit mencakup kompetensi teknologi informasi dan komunikasi (ICT). Auditor diharapkan mampu menunjukkan kemahiran menggunakan platform dan alat audit digital, memahami risiko keamanan siber saat mengumpulkan dan menangani bukti audit secara jarak jauh, serta memiliki penilaian yang tepat soal kapan pengumpulan bukti jarak jauh sesuai digunakan.

3. Integrasi Isu Perubahan Iklim

Sejalan dengan amandemen aksi iklim ISO 2024 yang berlaku di seluruh standar sistem manajemen, auditor kini perlu memverifikasi apakah organisasi sudah menilai relevansi perubahan iklim sebagai bagian dari evaluasi isu internal dan eksternal yang memengaruhi sistem manajemen mereka.

4. Penguatan Pendekatan Berbasis Risiko

Panduan berbasis risiko diperluas dengan contoh yang lebih konkret — mencakup risiko keandalan teknologi, ketersediaan auditor, hingga keterbatasan infrastruktur audit jarak jauh. Auditor didorong memprioritaskan aktivitas audit berdasarkan risiko dan tingkat kepentingan, bukan sekadar mengikuti checklist secara mekanis.

5. Pengakuan Terhadap AI dan Analitik Data

Untuk pertama kalinya, standar ini secara eksplisit mengakui penggunaan alat AI untuk tinjauan dokumen dan analisis data dalam perencanaan audit — meskipun panduannya masih bersifat non-preskriptif (tidak mengatur secara rinci bagaimana AI harus digunakan).

6. Fokus Keamanan Informasi

Seiring meningkatnya ketergantungan pada teknologi digital, edisi 2026 menekankan perlindungan data, kerahasiaan, privasi, penyimpanan yang aman, kontrol akses, dan tata kelola informasi terkait audit — khususnya untuk “lokasi virtual” seperti sistem berbasis cloud.

7. Penguatan Panduan Kesehatan & Keselamatan Selama Audit

Panduan mengenai keselamatan kerja, protokol darurat, dan keamanan selama pelaksanaan audit di lapangan juga diperluas, relevan khususnya untuk audit di lokasi berisiko tinggi.

Dampak untuk Organisasi dan Auditor Internal

Karena struktur inti dan prinsip dasar tidak berubah total, organisasi yang sudah menjalankan program audit internal berbasis ISO 19011:2018 tidak perlu membangun ulang sistem dari nol. Namun ada beberapa area yang sebaiknya segera ditinjau:

  • Kebijakan dan prosedur terkait audit jarak jauh/hybrid — apakah sudah diatur secara formal dalam program audit
  • Kompetensi ICT tim auditor internal — termasuk pemahaman risiko keamanan siber saat audit dilakukan secara daring
  • Penilaian risiko perubahan iklim dalam lingkup audit sistem manajemen
  • Kebijakan keamanan informasi untuk data dan bukti audit yang dikumpulkan secara digital
  • Protokol kesehatan dan keselamatan bagi auditor saat audit di lapangan

Langkah-Langkah Persiapan Mengadopsi ISO 19011:2026

  1. Pelajari perubahan utama — bandingkan praktik audit internal yang berjalan dengan panduan baru di ISO 19011:2026.
  2. Update program audit agar secara eksplisit mengakomodasi opsi audit remote, hybrid, dan on-site.
  3. Tingkatkan kompetensi ICT auditor melalui pelatihan penggunaan alat digital dan pemahaman risiko siber.
  4. Masukkan isu perubahan iklim ke dalam kriteria dan ruang lingkup audit sistem manajemen.
  5. Perkuat kebijakan keamanan informasi untuk bukti audit yang dikumpulkan dan disimpan secara digital.
  6. Sosialisasikan perubahan ke seluruh tim auditor internal dan pihak terkait.
  7. Lakukan audit internal percontohan dengan pendekatan baru sebelum diterapkan penuh.

Butuh Bantuan Konsultan untuk Menyesuaikan Program Audit dengan ISO 19011:2026?

Menyesuaikan program audit internal dengan panduan terbaru sering kali lebih mudah dijalankan dengan pendampingan konsultan yang memahami detail perubahan dan kebutuhan praktisnya. Tim Konsultan ISO – sertifikat-iso.com siap membantu perusahaan Anda meninjau program audit, menyusun kebijakan audit remote/hybrid, hingga melatih tim auditor internal agar selaras dengan ISO 19011:2026.

Catatan: artikel ini disusun berdasarkan publikasi awal mengenai ISO 19011:2026 dari berbagai sumber industri. Untuk kepastian klausul resmi, selalu rujuk dokumen standar asli dari ISO atau lembaga sertifikasi Anda.

Pelatihan Auditor Internal ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, dan SMK3 PT Krakatau Sarana Property

Pekerja dengan helm keselamatan di lokasi kerja

Pelatihan Auditor Internal ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, dan SMK3 PT Krakatau Sarana Property

ISO 9001 14001 SMK3 Integrated Internal auditor training

 

Dalam dunia bisnis saat ini, organisasi berusaha keras untuk memastikan standar kualitas tertinggi, kelestarian lingkungan, dan keselamatan di tempat kerja. Untuk mencapai tujuan tersebut, banyak perusahaan memilih sertifikasi seperti ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, dan SMK3 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja). Sertifikasi ini menunjukkan komitmen terhadap keunggulan, tanggung jawab lingkungan, dan kesejahteraan karyawan.

Sekilas Pelatihan

Pada tanggal 26 dan 27 Juli 2023, PT Krakatau Sarana Property mengadakan program Pelatihan Internal Auditor di Hotel GH Universal Bandung. Pelatihan ini terselenggara atas kerja sama dengan Global Management Consulting Indonesia, sebuah perusahaan konsultan ternama yang berspesialisasi dalam memberikan keahlian dalam manajemen mutu, kelestarian lingkungan, dan keselamatan tempat kerja.

Pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menjadi auditor internal yang efektif untuk standar ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, dan SMK3. Auditor internal memainkan peran penting dalam menilai sistem dan proses manajemen organisasi, memastikan kepatuhan dengan standar internasional, dan mengidentifikasi area untuk perbaikan.

ISO 9001:2015

ISO 9001:2015 adalah standar manajemen mutu yang diakui secara internasional yang berfokus pada peningkatan kepuasan pelanggan dan perbaikan berkelanjutan dalam organisasi. Standar tersebut menekankan pentingnya sistem manajemen kualitas (QMS) yang kuat untuk memenuhi persyaratan pelanggan dan meningkatkan kinerja secara keseluruhan.

Selama pelatihan, peserta mendalami prinsip-prinsip utama ISO 9001:2015, yang meliputi:

Fokus pelanggan: Memahami dan memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan.
Kepemimpinan: Membangun komitmen kepemimpinan yang kuat terhadap SMM.
Keterlibatan orang: Melibatkan karyawan dalam mencapai sasaran mutu.
Pendekatan proses: Mengelola aktivitas dan sumber daya sebagai proses yang saling berhubungan.
Perbaikan: Terus mencari peluang untuk perbaikan.
Pengambilan keputusan berbasis bukti: Memanfaatkan data dan informasi untuk pengambilan keputusan.
Manajemen hubungan: Membangun hubungan yang menguntungkan dengan pemasok dan pemangku kepentingan.

 

Pelatihan ISO 9001 2015 140012015 SMK3 Integrated Internal auditor
ISO 14001:2015

ISO 14001:2015 adalah standar yang diakui secara global untuk sistem manajemen lingkungan (EMS). Ini memberikan kerangka kerja bagi organisasi untuk menerapkan praktik berkelanjutan, mengurangi dampak lingkungannya, dan menunjukkan komitmen terhadap tanggung jawab lingkungan.

Peserta belajar tentang elemen inti ISO 14001:2015, antara lain:

Kebijakan lingkungan: Menetapkan komitmen organisasi terhadap perlindungan lingkungan.
Perencanaan: Menetapkan tujuan lingkungan dan rencana tindakan untuk mencapainya.
Implementasi: Menerapkan EMS ke dalam praktik dan mengintegrasikannya ke dalam proses yang ada.
Memeriksa dan tindakan korektif: Memantau kinerja dan mengambil tindakan korektif.
Tinjauan manajemen: Menilai efektivitas EMS dan mengidentifikasi area untuk perbaikan.
SMK3 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja)

SMK3 adalah standar Indonesia untuk manajemen kesehatan dan keselamatan kerja. Ini memastikan bahwa organisasi memprioritaskan kesejahteraan karyawan mereka dan menjaga lingkungan kerja yang aman.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan wawasan tentang aspek fundamental SMK3, antara lain:

Identifikasi bahaya dan penilaian risiko: Mengidentifikasi potensi bahaya dan mengevaluasi risiko terkait.
Persyaratan hukum dan lainnya: Memahami dan mematuhi peraturan kesehatan dan keselamatan yang relevan.
Tujuan dan program: Menetapkan tujuan kesehatan dan keselamatan dan menerapkan rencana aksi.
Sumber daya, peran, tanggung jawab, dan wewenang: Mengalokasikan sumber daya dan menentukan peran untuk implementasi yang efektif.
Evaluasi kinerja: Memantau dan mengukur kinerja kesehatan dan keselamatan.
Tinjauan manajemen: Meninjau efektivitas SMK3 dan menentukan area untuk perbaikan.
Kesimpulan

Pelatihan Auditor Internal ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, dan SMK3 yang diselenggarakan oleh Global Management Consulting Indonesia untuk PT Krakatau Sarana Properti di Hotel GH Universal Bandung pada tanggal 26 hingga 27 Juli 2023 merupakan langkah signifikan dalam meningkatkan kapabilitas organisasi dalam kualitas manajemen, kelestarian lingkungan, dan keselamatan tempat kerja. Para peserta yang dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang berharga, kini dipersiapkan untuk berkontribusi aktif sebagai auditor internal untuk mempertahankan dan meningkatkan kepatuhan PT Krakatau Sarana Property terhadap standar internasional dan komitmen untuk keunggulan.

Pelatihan Internal Audit ISO 9001:2015 PT Cisindo

Pelatihan ISO 9001 2015

 

Pelatihan Internal Audit ISO 9001:2015 di PT Cisindo

Pelatihan Internal Audit ISO 9001:2015 di PT Cisindo, Dalam lanskap bisnis yang kompetitif saat ini, menjaga standar kualitas tinggi sangat penting bagi organisasi yang ingin meraih kesuksesan berkelanjutan. PT Cisindo, sebuah perusahaan terkemuka yang dikenal dengan komitmennya terhadap keunggulan, telah mengakui pentingnya menerapkan dan mematuhi sistem manajemen mutu yang diakui secara internasional. Untuk lebih memperkuat praktik kualitasnya, PT Cisindo baru-baru ini mengadakan program pelatihan audit internal ISO 9001:2015. Artikel ini mengeksplorasi pentingnya pelatihan ini dan bagaimana hal itu akan berkontribusi pada perjalanan peningkatan berkelanjutan PT Cisindo.

Memahami ISO 9001:2015:

ISO 9001:2015 adalah standar yang diakui secara internasional yang menguraikan kriteria untuk sistem manajemen mutu. Ini menyediakan kerangka kerja bagi organisasi untuk memenuhi harapan pelanggan, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan. Standar ini berfokus pada berbagai bidang utama, termasuk kepemimpinan, manajemen risiko, pendekatan proses, dan peningkatan berkelanjutan. Dengan mematuhi ISO 9001:2015, PT Cisindo menunjukkan komitmennya untuk secara konsisten memberikan produk dan layanan berkualitas tinggi.

 

Pentingnya Audit Internal:

Audit internal memainkan peran penting dalam memelihara dan meningkatkan sistem manajemen mutu organisasi. Mereka membantu mengidentifikasi area untuk perbaikan, mengungkap ketidaksesuaian, dan memastikan kepatuhan dengan standar dan peraturan yang berlaku. Dengan melakukan audit internal, organisasi dapat secara proaktif mengatasi potensi masalah, memitigasi risiko, dan mengoptimalkan proses mereka. Audit internal juga memberikan umpan balik dan wawasan yang berharga bagi manajemen untuk membuat keputusan berdasarkan informasi dan mendorong peningkatan berkelanjutan.

Manfaat Pelatihan Audit Internal ISO 9001:2015:

Pelatihan audit internal ISO 9001:2015 di PT Cisindo baru-baru ini telah membawa beberapa manfaat bagi organisasi:

Peningkatan Pemahaman: Program pelatihan memberi karyawan pemahaman yang komprehensif tentang persyaratan ISO 9001:2015, teknik audit internal, dan praktik terbaik. Pengetahuan ini membekali mereka dengan keterampilan yang diperlukan untuk melakukan audit secara efektif dan mengidentifikasi area perbaikan.

Peningkatan Kepatuhan: Dengan melatih auditor internal, PT Cisindo memastikan bahwa sistem manajemen mutunya sesuai dengan persyaratan ISO 9001:2015. Auditor lebih siap untuk mengidentifikasi ketidaksesuaian dan segera menerapkan tindakan korektif, mengurangi risiko ketidakpatuhan dan potensi ketidakpuasan pelanggan.

Proses yang Disederhanakan: Audit internal memungkinkan PT Cisindo untuk mengevaluasi efisiensi dan efektivitas prosesnya. Dengan mengidentifikasi kemacetan dan area pemborosan, organisasi dapat merampingkan operasinya, mengurangi biaya, dan meningkatkan produktivitas.

Peningkatan Berkelanjutan: Pelatihan audit internal ISO 9001:2015 mempromosikan budaya perbaikan berkelanjutan di dalam PT Cisindo. Melalui audit rutin, organisasi dapat memantau kemajuannya, mengidentifikasi tren, dan menerapkan tindakan proaktif untuk meningkatkan sistem manajemen mutunya.

Internal Audit Training ISO 9001 2015

Kesimpulan:
Komitmen PT Cisindo untuk mempertahankan dan meningkatkan standar kualitas dicontohkan oleh program pelatihan audit internal ISO 9001:2015 baru-baru ini. Dengan membekali karyawannya dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan, organisasi bertujuan untuk memastikan kepatuhan terhadap ISO 9001:2015, merampingkan prosesnya, dan menumbuhkan budaya peningkatan berkelanjutan. Melalui upaya ini, PT Cisindo menunjukkan dedikasinya untuk menghadirkan produk dan layanan yang luar biasa, sehingga memperkuat posisinya sebagai penyedia terpercaya di industri ini.

ISO 19011:2018 Perbedaan Utama dg Versi sebelumnya

Checklist audit sistem manajemen ISO 19011

Perbedaan ISO 9001:2018 dengan ISO 19011:2011

ISO 19011:2018, Penambahan pendekatan berbasis risiko pada prinsip-prinsip audit
• Pendekatan berbasis risiko: pendekatan audit yang mempertimbangkan risiko dan peluang
• Melakukan pengecekan / review terkait dengan risiko dan peluang baik itu yang terkait dengan Program audit, rencana audit, proses audit, proses pada auditee, dll
Perluasan panduan dalam mengelola program audit, termasuk risiko program audit.
• Program audit yang dibuat harus mempertimbangkan berbagai peluang dan risiko terkait dengan program, pelaksanaan program dan evaluasinya,
• Risiko terkait dengan program misalnya :
 Perencanaan yang tidak sesuai
 Sumber daya yang kurang memadai
 Pemilihan tim audit yang tidak kompeten
 Komunikasi antara auditor yang tidak lancar
 Pelaksanaan audit tidak sesuai jadwal
 Kontrol informasi yang terdokumentasi
 Tidak dilakukan Pemantauan, Peninjauan, dan Program meningkatkan program audit
 Tidak ada kerjasama antara pihak yang diaudit dan ketidak ketersediaan bukti untuk dijadikan sampel
• Peluang dalam Program audit
 memungkinkan beberapa audit dilakukan dalam satu kunjungan
 meminimalkan waktu dan jarak
 bepergian ke Lokasi Audit dengan lebih cepat
 menyesuaikan tingkat kompetensi tim audit dengan tingkat kompetensi yang dibutuhkan
 menyelaraskan tanggal audit dengan jadwal auditee.
 ketersediaan staf kunci auditee

Perluasan pedoman untuk melakukan audit, khususnya bagian tentang perencanaan audit
Pendekatan berbasis risiko untuk perencanaan Audit
 Risiko bagi Auditee : K3L, dan kualitas, dan produk, layanan, personel atau infrastrukturnya (mis. Kontaminasi dalam fasilitas kamar bersih).
 Risiko dari sisi Auditor : Kesalahan Jadwal, Kurang Komptensi, Kurang Orang, dsb
 Opportunity : Efektifitas , efisiensi.

Perluasan persyaratan kompetensi generik untuk auditor
• Generic knowledge and skills of management system auditors : Seorang auditor management system harus menguasai ketrampilan terkait hal hal sbb :
 Prinsip, proses, dan metode audit
 Standar sistem manajemen dan referensi lainnya
 Organisasi dan konteksnya
 Persyaratan hukum dan peraturan yang berlaku dan persyaratan lainnya

Penghapusan lampiran yang memuat persyaratan kompetensi untuk mengaudit disiplin sistem manajemen spesifik (karena banyaknya standar sistem manajemen individual, tidaklah praktis untuk memasukkan persyaratan kompetensi untuk semua disiplin ilmu)

Perluasan Lampiran A untuk memberikan panduan tentang konsep audit (baru) seperti konteks organisasi, kepemimpinan dan komitmen, audit virtual, kepatuhan dan rantai pasokan

PERTANYAAN DALAM INTERNAL AUDIT ISO 9001:2015

Checklist audit sistem manajemen ISO 19011

Pertanyaan Internal Audit ISO 9001:2015

PERTANYAAN INTERNAL AUDIT ISO 9001:2015

Banyak pertanyaan Internal Audit ISO 9001 :2015 dalam pelaksanaan internal audit, hanya kadang kita kurang memahami pola yang ada dalam typical pertanyaan internal audit, auditor biasanya menggunakan Pola PDCA dalam membuat pertanyaan seperti contoh pertanyaan pertanyaan di bawah ini :

Pertanyaan Internal Audit ISO 9001:2015 PLAN

1. Jelaskan Konteks Organisasi dan Interested Party yang terkait dengan Departemen anda.
Pertanyaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa organisasi atau departemen tersebut memahami konteks Organisasi yang terkait dengan
bagian atau departemennya, sehingga departemen atau organisasi sudah paham posisi organisasi/ departemen, serta sudah bersiap untuk mengantisipasi segala hal yang bisa menghambat performa organisasi ke depannya.

2. Risk / Opportunity apa saja yang ada di bagian/ Departemen Bapak/ Ibu ?

Pertanyaan ini akan menggali lebih dalam mengenai Resiko Resiko yang mungkin akan timbul pada saat organisasi / Departemen berjalan , juga untuk memastikan apakah organisasi atau Departemen sudah siap mengantisipasinya, Di samping itu pertanyaan ini juga dapat menggali informasi peluang peluang apa saja yang bisa segera di eksekusi dan mendatangkan benefit yang maksimal.

3. Jelaskan Tentang Kebijakan Mutu & Sasaran Mutu ?

Pertanyaan ini sangat sering muncul karena berkaitan dengan :

Perencanaan Perusahaan Secara global, untuk memastikan bahwa semua orang dalam organisasi mengetahui apa yang diinginkan organisasi berkaitan dengan Sistem Manajemen Mutu nya
Perencanaan Departemen/ Bagian/ Seksi, guna mengetahui apa target Departemen/ Bagiant tersebut.
memastikan sampai dimana pencapaian departemen/ bagian/ seksi tersebut dan memastikan tindakan pencegahan sudah di identifikasi untuk menghindari melesetnya pencapaian target
Memastikan kesadaran karyawan mengenai sistem manajemen mutu pada organisasi tersebut.

4. Jelaskan Apa tugas dan tanggung jawab anda

Pertanyaan ini terkait dengan Job Description, kepastian tanggung jawab dan tugas, sekaligus melihat kompetensi auditee apakah sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya, sampai dengan hirarki organisasi (Struktur Organisasi) dimana dengan siapa auditee bertanggung jawab dan siapa saja yang menjadi bagian dari departemenya. Sekaligus melihat apa kontribusi auditee bagi pencapaian sasaran mutu departemen, sasaran mutu perusahaan, dan melihat potensi hambatan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

Pertanyaan Internal Audit ISO 9001:2015 DO

5. Apakah anda mempunyai acuan dalam menjalankan tugas & Bagaimana anda melakukan tugas ? (Acuan bisa termasuk UU, Peraturan, Manual, Prosesdur, IK, Persyaratan lain dalam bentuk informasi terdokumentasi)

Pertanyaan ini diajukan untuk melihat apakah auditee memiliki standard­standard/ Petunjuk/ Pedoman dalam melaksanakan tugas­tugasnya. Ini adalah pertanyaan pembuka bagi auditor untuk masuk ke dalam proses kegiatan yang dilakukan oleh auditeee, melihat apakah proses tersebut sesuai dengan acuan tersebut, dan melihat potensi improvement proses yang sudah dijalankan selama ini. Termasuk di dalamya waktu penyelesaian proses, hasil yang diperoleh dan bahan / alat/ Sumber daya yang diperlukan selama proses. dan melihat ketrampilan/ kemampuan auditee dalam melakukan proses tersebut.

Pertanyaan Internal Audit ISO 9001:2015 CHECK

6. Bagaimana anda memastikan bahwa dengan proses yang sekarang, Sesuai dengan Rencana ?

Pertanyaan ini untuk memastikan proses monitoring berjalan, sampai dimana, mau kemana, berapa lama lagi Target akan menjadi aktual. Dan apa apa yang diperlukan untuk mencapainya. Sekaligus melakukan cek apakah hasil dari proses sesuai dengan permintaan customer dan, pertanyaan berikutnya ….

7. Bagaimana jika proses/ produk/ jasa tidak sesuai dengan persyaratan ?

Pertanyan ini digunakan untuk mendapatkan gambaran apakah Ketidaksesuain telah teridentifikasi dan bagaimana menanggulanginya/ bagaiamana perlakuaan terhadap produk yang tidak sesuaia tsb.

Pertanyaan Internal Audit ISO 9001:2015 ACT & IMPROVEMENT

8. Apa ada yang bisa di tingkatkan?

Pertanyaan ini untuk melihat potensi peningkatkan kinerja proses dan potensi penghematan sumber daya yang digunakan, dibandingkan dengan apa yang telah dilakukan sekarang.

9. dll…

Semoga Bermanfaat :

Training, Internal Audit ISO 9001:2008, ISO 14001, OHSAS 18001, kontak kami HP 0812 10 9 10 329

1 2