Checklist Kesiapan Perusahaan Sebelum Audit Eksternal SMK3

Petugas memegang clipboard checklist kesiapan audit eksternal SMK3

Petugas memegang clipboard checklist kesiapan audit eksternal SMK3

Menjelang audit eksternal SMK3, banyak perusahaan bertanya: sudah cukup siapkah kami? Checklist berikut disusun berdasarkan elemen-elemen utama SMK3 sesuai PP No. 50 Tahun 2012, untuk membantu Anda melakukan penilaian awal secara mandiri (bukan pengganti audit internal formal).

Komitmen dan Kebijakan K3

  • ☐ Kebijakan K3 sudah ditetapkan secara tertulis dan ditandatangani manajemen puncak
  • ☐ P2K3 sudah dibentuk dan disahkan oleh instansi ketenagakerjaan setempat
  • ☐ P2K3 memiliki bukti rapat rutin, notulen, dan tindak lanjut rekomendasi
  • ☐ Anggaran K3 sudah dialokasikan secara jelas dalam rencana kerja tahunan

Perencanaan dan Dokumentasi

  • ☐ Identifikasi bahaya dan penilaian risiko sudah terdokumentasi untuk seluruh area kerja
  • ☐ Rencana K3 sudah disusun dengan tujuan dan sasaran yang terukur
  • ☐ Sistem pengendalian dokumen berjalan — dokumen usang sudah ditarik dari peredaran

Pelaksanaan di Lapangan

  • ☐ Prosedur kerja aman tersedia dan dipahami oleh pekerja terkait
  • ☐ APD tersedia sesuai kebutuhan dan digunakan secara konsisten
  • ☐ Prosedur tanggap darurat tersedia dan sudah pernah disimulasikan
  • ☐ Petugas/Ahli K3 yang dipersyaratkan sudah bersertifikat sesuai bidangnya

Pemantauan dan Evaluasi

  • ☐ Audit internal SMK3 sudah dilakukan sebelum menjadwalkan audit eksternal
  • ☐ Inspeksi K3 rutin terdokumentasi, termasuk tindak lanjut temuan
  • ☐ Data kecelakaan kerja dan nearmiss tercatat serta dianalisis secara berkala
  • ☐ Alat ukur/instrumen K3 sudah dikalibrasi sesuai jadwal

Kesiapan Menghadapi Temuan Audit

  • ☐ Tim sudah memahami klasifikasi temuan (kritikal, mayor, minor) dan batas waktu tindak lanjutnya
  • ☐ Sudah ada rencana perbaikan cepat untuk potensi bahaya fatal (sumber temuan kritikal)
  • ☐ Perusahaan mengetahui tingkat audit yang akan dijalani (64, 122, atau 166 kriteria)

Cara Membaca Hasil Checklist

Semakin banyak kotak yang belum tercentang, semakin besar kebutuhan perbaikan sebelum audit eksternal dijadwalkan. Idealnya, seluruh item di atas sudah tercentang minimal beberapa bulan sebelum audit, mengingat pembentukan budaya keselamatan kerja yang konsisten membutuhkan waktu — bukan sekadar disiapkan menjelang hari-H.

Dapatkan Gap Analysis Menyeluruh

Checklist ini adalah titik awal, bukan pengganti gap analysis formal maupun audit internal. Untuk penilaian menyeluruh dan pendampingan sesuai kondisi perusahaan Anda, diskusikan dengan konsultan di sertifikat-iso.com.

Catatan: artikel ini disusun berdasarkan PP No. 50 Tahun 2012 dan publikasi terkait per September 2026. Untuk kepastian resmi, selalu rujuk dokumen PP No. 50 Tahun 2012 dan lembaga audit SMK3 yang berwenang.

Penilaian Tingkat Pencapaian SMK3: Kurang, Baik, dan Memuaskan

Petugas meninjau dokumen penilaian tingkat pencapaian SMK3

Petugas meninjau dokumen penilaian tingkat pencapaian SMK3

Setelah audit SMK3 selesai dilaksanakan, hasilnya tidak hanya berupa daftar temuan — perusahaan juga akan menerima penilaian tingkat pencapaian penerapan SMK3 secara keseluruhan. Penilaian ini dihitung dari persentase pemenuhan kriteria yang diperiksa, dan dikelompokkan ke dalam tiga kategori: kurang, baik, dan memuaskan.

Tiga Kategori Tingkat Pencapaian

Persentase Pencapaian Kategori
0% – 59% Kurang
60% – 84% Baik
85% – 100% Memuaskan

Bagaimana Persentase Ini Dihitung?

Persentase pencapaian dihitung dari jumlah kriteria yang terpenuhi dibandingkan total kriteria yang diperiksa pada tingkat audit yang berlaku (64, 122, atau 166 kriteria — lihat pembahasan lebih lanjut di artikel terpisah). Semakin banyak temuan — terutama temuan mayor dan kritikal — semakin besar pengurangan terhadap skor akhir.

Apa Artinya Bagi Perusahaan?

  • Kategori Kurang — mengindikasikan penerapan SMK3 masih jauh dari memadai dan berisiko tinggi terhadap keselamatan pekerja; perusahaan perlu perbaikan menyeluruh sebelum layak dipertimbangkan untuk sertifikasi.
  • Kategori Baik — sistem SMK3 sudah berjalan dengan cukup baik namun masih ada area yang perlu diperkuat secara konsisten.
  • Kategori Memuaskan — penerapan SMK3 sudah matang dan konsisten di hampir seluruh elemen, mencerminkan budaya keselamatan kerja yang kuat.

Penilaian Bukan Sekadar Formalitas Dokumen

Penting dipahami bahwa penilaian SMK3 berfokus pada hasil yang terukur — bukan sekadar kelengkapan dokumen. Auditor akan memverifikasi apakah praktik di lapangan benar-benar konsisten dengan apa yang tertulis dalam prosedur, sehingga perusahaan tidak bisa mengandalkan dokumentasi rapi tanpa implementasi nyata.

Strategi Meningkatkan Tingkat Pencapaian

  1. Lakukan self-assessment berkala menggunakan kriteria yang sama dengan audit eksternal, agar tahu posisi perusahaan sebelum audit resmi.
  2. Prioritaskan elemen dengan temuan berulang dari audit internal sebelumnya.
  3. Libatkan seluruh lini, bukan hanya tim HSE, karena penilaian mencakup praktik kerja di seluruh unit.

Ingin Tahu Estimasi Tingkat Pencapaian Perusahaan Anda?

Gap analysis awal dapat membantu memperkirakan posisi perusahaan Anda sebelum menjalani audit resmi. Diskusikan kebutuhan ini dengan konsultan di sertifikat-iso.com.

Catatan: artikel ini disusun berdasarkan PP No. 50 Tahun 2012 dan publikasi terkait per September 2026. Untuk kepastian resmi, selalu rujuk dokumen PP No. 50 Tahun 2012 dan lembaga audit SMK3 yang berwenang.

Kategori Temuan Audit SMK3: Kritikal, Mayor, dan Minor

Auditor mencatat temuan kritikal mayor minor pada audit SMK3

Auditor mencatat temuan kritikal mayor minor pada audit SMK3

Tidak semua temuan dalam audit SMK3 memiliki bobot yang sama. Auditor mengklasifikasikan setiap ketidaksesuaian yang ditemukan ke dalam tiga kategori — kritikal, mayor, dan minor — yang menentukan seberapa cepat perusahaan harus melakukan tindakan koreksi, dan seberapa besar pengaruhnya terhadap hasil sertifikasi.

Kategori Kritikal

Temuan kritikal adalah ketidaksesuaian yang berpotensi menyebabkan kematian atau kehilangan nyawa (fatality). Karena tingkat risikonya sangat tinggi, temuan kategori ini harus ditindaklanjuti dengan tindakan koreksi paling lambat dalam waktu 1×24 jam. Temuan kritikal yang tidak segera ditangani dapat sangat mempengaruhi — bahkan menggagalkan — proses sertifikasi perusahaan.

Kategori Mayor

Temuan digolongkan mayor apabila:

  • Terjadi ketidaksesuaian terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, atau
  • Salah satu prinsip dasar SMK3 sama sekali tidak dilaksanakan secara konsisten, atau
  • Ditemukan tiga atau lebih temuan minor pada kriteria audit yang sama namun di lokasi berbeda.

Temuan mayor harus ditindaklanjuti dengan tindakan koreksi paling lambat dalam waktu satu bulan. Kategori ini mengindikasikan adanya persoalan sistemik yang membutuhkan perbaikan substansial, bukan sekadar kesalahan administratif kecil.

Kategori Minor

Temuan minor merujuk pada ketidakkonsistenan dalam pemenuhan persyaratan peraturan perundang-undangan, standar, pedoman, atau acuan lain yang berlaku — sifatnya lebih ringan dibanding mayor, namun tetap perlu dikoreksi untuk menunjukkan kepatuhan yang utuh terhadap sistem.

Kenapa Klasifikasi Ini Penting?

Klasifikasi temuan bukan sekadar label administratif. Kombinasi dan tingkat keparahan temuan yang ditemukan auditor akan memengaruhi keputusan akhir sertifikasi — termasuk kemungkinan penundaan penerbitan sertifikat sampai tindakan koreksi terverifikasi, khususnya untuk temuan kritikal dan mayor.

Cara Meminimalkan Risiko Temuan Berat

  1. Lakukan audit internal berkala untuk menemukan dan memperbaiki ketidaksesuaian sebelum audit eksternal berlangsung.
  2. Prioritaskan potensi bahaya fatal (sumber temuan kritikal) dalam program inspeksi rutin K3.
  3. Pastikan prinsip dasar SMK3 berjalan konsisten di seluruh unit kerja, bukan hanya di lokasi yang biasa dikunjungi auditor.

Butuh Bantuan Menindaklanjuti Temuan Audit?

Baik untuk persiapan sebelum audit maupun menindaklanjuti temuan agar tidak menghambat proses sertifikasi, diskusikan kebutuhan pendampingan SMK3 perusahaan Anda dengan konsultan di sertifikat-iso.com.

Catatan: artikel ini disusun berdasarkan PP No. 50 Tahun 2012 dan publikasi terkait per September 2026. Untuk kepastian resmi, selalu rujuk dokumen PP No. 50 Tahun 2012 dan lembaga audit SMK3 yang berwenang.

Kriteria Audit SMK3: Perbedaan 64, 122, dan 166 Kriteria

Helm keselamatan kerja untuk audit SMK3 tingkat awal transisi lanjutan

Helm keselamatan kerja untuk audit SMK3 tingkat awal transisi lanjutan

Salah satu hal yang sering membingungkan perusahaan yang baru pertama kali menghadapi audit SMK3 adalah: kenapa jumlah kriteria yang diperiksa auditor bisa berbeda-beda antar perusahaan? Jawabannya ada pada tingkatan audit SMK3, yang terbagi menjadi tiga: tingkat awal (64 kriteria), tingkat transisi (122 kriteria), dan tingkat lanjutan (166 kriteria).

Apa Itu Tingkatan Kriteria Audit SMK3?

Ketiga tingkatan ini merupakan variasi kedalaman pemeriksaan terhadap 12 elemen SMK3 yang sama. Semakin tinggi tingkatannya, semakin detail dan menyeluruh kriteria yang diperiksa di setiap elemen.

Tingkat Awal — 64 Kriteria

Berfokus pada elemen dasar, terutama pembangunan dan pemeliharaan komitmen serta keamanan bekerja berdasarkan SMK3. Tingkat ini umumnya digunakan untuk perusahaan yang baru menerapkan SMK3 atau memiliki tingkat risiko yang relatif lebih rendah, sehingga penilaian difokuskan pada fondasi sistem terlebih dahulu.

Tingkat Transisi — 122 Kriteria

Cakupan kriteria mulai meluas dan terdistribusi lebih merata ke seluruh 12 elemen. Tingkat ini cocok untuk perusahaan yang sistem SMK3-nya sudah berjalan beberapa waktu dan siap dinilai lebih menyeluruh, namun belum berada di level risiko atau kompleksitas tertinggi.

Tingkat Lanjutan — 166 Kriteria

Penilaian paling komprehensif, mencakup seluruh aspek dari 12 elemen SMK3 secara mendalam. Tingkat ini umumnya diterapkan pada perusahaan besar, perusahaan dengan tingkat risiko tinggi (misalnya konstruksi, pertambangan, migas, manufaktur berat), atau perusahaan yang sudah lama tersertifikasi dan dituntut menunjukkan kematangan sistem yang tinggi.

Bagaimana Tingkatan Ini Ditentukan?

Penentuan tingkat audit biasanya mempertimbangkan skala usaha, tingkat risiko kegiatan, serta rekomendasi dari lembaga audit yang ditunjuk. Perusahaan tidak bisa sembarangan memilih tingkat yang “lebih mudah” — penentuan ini didasarkan pada kondisi riil perusahaan agar hasil sertifikasi benar-benar mencerminkan kematangan penerapan K3 di lapangan.

Kenapa Perusahaan Perlu Tahu Tingkatannya Sejak Awal?

  • Membantu menentukan skala persiapan dokumen dan waktu yang dibutuhkan sebelum audit.
  • Menghindari kesalahan ekspektasi — tim internal tidak kaget saat kriteria yang diperiksa ternyata lebih banyak dari perkiraan.
  • Memudahkan perencanaan anggaran dan sumber daya untuk persiapan gap analysis internal.

Konsultasi Menentukan Tingkat Audit yang Tepat

Menentukan tingkat audit yang sesuai kondisi perusahaan sebaiknya dilakukan sejak tahap perencanaan, bukan menjelang audit. Diskusikan profil risiko dan skala usaha Anda dengan konsultan di sertifikat-iso.com untuk memastikan persiapan yang tepat sasaran.

Catatan: artikel ini disusun berdasarkan PP No. 50 Tahun 2012 dan publikasi terkait per September 2026. Untuk kepastian resmi, selalu rujuk dokumen PP No. 50 Tahun 2012 dan lembaga audit SMK3 yang berwenang.

12 Elemen Audit SMK3 PP No. 50 Tahun 2012: Penjelasan Lengkap per Elemen

Pekerja konstruksi menerapkan elemen SMK3 di lapangan

Pekerja konstruksi menerapkan elemen SMK3 di lapangan

Saat perusahaan menjalani audit eksternal Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), auditor tidak menilai secara acak. Penilaian dilakukan berdasarkan 12 elemen yang ditetapkan dalam Lampiran II Peraturan Pemerintah (PP) No. 50 Tahun 2012 tentang Penerapan SMK3. Memahami ke-12 elemen ini penting agar perusahaan tahu persis apa yang akan diperiksa dan di mana harus memperkuat dokumentasi maupun praktik di lapangan.

Artikel ini merangkum masing-masing elemen secara ringkas, sebagai panduan awal sebelum tim Anda menyiapkan bukti-bukti penerapan untuk audit.

Kenapa Elemen Ini Penting Dipahami?

Setiap elemen memiliki sejumlah kriteria pemeriksaan (total kriteria berbeda tergantung tingkat audit — 64, 122, atau 166, dibahas di artikel terpisah). Nilai akhir sertifikasi SMK3 dihitung dari persentase pemenuhan kriteria di seluruh elemen, sehingga kelemahan di satu elemen saja bisa menurunkan skor keseluruhan.

12 Elemen Audit SMK3

1. Pembangunan dan Pemeliharaan Komitmen

Menilai apakah manajemen puncak benar-benar berkomitmen terhadap K3 — mulai dari kebijakan K3 tertulis, penyediaan anggaran, penunjukan penanggung jawab K3, hingga keterlibatan pekerja dalam program keselamatan.

2. Strategi Pendokumentasian

Menilai bagaimana perusahaan merencanakan, menyusun, dan mendokumentasikan seluruh kegiatan SMK3, termasuk rencana K3 yang selaras dengan identifikasi bahaya dan penilaian risiko.

3. Peninjauan Ulang Perancangan dan Kontrak

Memastikan aspek K3 sudah dipertimbangkan sejak tahap perancangan proses/fasilitas kerja, serta dalam peninjauan kontrak dengan pihak ketiga (kontraktor, pemasok).

4. Pengendalian Dokumen

Menilai sistem pengelolaan dokumen K3 — penerbitan, distribusi, revisi, dan penarikan dokumen usang — agar dokumen yang digunakan di lapangan selalu versi terbaru.

5. Pembelian dan Pengendalian Produk

Menilai apakah aspek K3 menjadi pertimbangan dalam proses pembelian barang/jasa, termasuk evaluasi K3 terhadap pemasok dan kontraktor.

6. Keamanan Bekerja Berdasarkan SMK3

Elemen dengan cakupan terluas — mencakup identifikasi bahaya, penilaian risiko, izin kerja (work permit), sistem kerja aman, kesiapsiagaan tanggap darurat, alat pelindung diri (APD), hingga pelayanan kesehatan kerja.

7. Standar Pemantauan

Menilai kegiatan inspeksi dan pemantauan K3 secara berkala, termasuk pemantauan lingkungan kerja, kalibrasi alat ukur, dan audit internal.

8. Pelaporan dan Perbaikan Kekurangan

Menilai sistem pelaporan kejadian (nearmiss, kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja) serta tindak lanjut perbaikannya, termasuk investigasi kecelakaan kerja.

9. Pengelolaan Material dan Perpindahannya

Mencakup penanganan bahan berbahaya (B3), penyimpanan, transportasi internal, hingga pengelolaan limbah yang berdampak pada keselamatan pekerja.

10. Pengumpulan dan Penggunaan Data

Menilai bagaimana perusahaan mengumpulkan, menganalisis, dan memanfaatkan data K3 (statistik kecelakaan, hasil inspeksi, dll.) sebagai dasar pengambilan keputusan.

11. Pemeriksaan SMK3

Mencakup audit internal SMK3 secara berkala untuk memverifikasi bahwa sistem berjalan efektif sebelum menghadapi audit eksternal.

12. Pengembangan Keterampilan dan Kemampuan

Menilai program pelatihan K3 bagi seluruh level karyawan, termasuk pelatihan khusus untuk pekerjaan berisiko tinggi dan penyegaran berkala.

Langkah Praktis Menyiapkan Bukti per Elemen

  1. Petakan dokumen yang sudah ada — cocokkan dengan ke-12 elemen di atas untuk mengetahui elemen mana yang masih lemah.
  2. Lakukan audit internal terlebih dahulu (elemen 11) sebelum menjadwalkan audit eksternal, agar kekurangan bisa diperbaiki lebih awal.
  3. Libatkan seluruh unit kerja, bukan hanya tim HSE, karena banyak elemen (pembelian, kontrak, pelatihan) melibatkan departemen lain.

Butuh Pendampingan Persiapan Audit SMK3?

Memetakan bukti penerapan ke seluruh 12 elemen bisa memakan waktu jika dilakukan sendiri tanpa panduan yang tepat. Diskusikan kebutuhan gap analysis dan pendampingan sertifikasi SMK3 perusahaan Anda dengan konsultan di sertifikat-iso.com.

Catatan: artikel ini disusun berdasarkan PP No. 50 Tahun 2012 dan publikasi terkait per September 2026. Untuk kepastian resmi, selalu rujuk dokumen PP No. 50 Tahun 2012 beserta lampirannya.

ISO 45001 Standar Internasional K3

ISO 45001:2018

Apa itu ISO 45001:2018

ISO 45001:2018

 

ISO 45001 adalah standar internasional global untuk kesehatan dan keselamatan kerja, dikeluarkan untuk melindungi karyawan dan pengunjung dari kecelakaan dan penyakit akibat pekerjaan. Sertifikasi ISO 45001:2018 ini dikembangkan oleh Internasional Organisasi (ISO) untuk dapat mengurangi faktor faktor yang dapat menyebabkan kerugian yang tidak dapat diperbaiki bagi karyawan dan bisnis. Standarnya adalah hasil dari upaya besar oleh komite ahli manajemen kesehatan dan keselamatan yang melihat secara dekat sejumlah pendekatan lain untuk manajemen sistem — termasuk ISO 9001 dan ISO 14001.

Terutama diarahkan ke manajemen senior, ISO 45001 memiliki tujuan akhir untuk membantu bisnis menyediakan lingkungan kerja yang sehat dan aman bagi karyawan mereka dan semua orang yang mengunjungi tempat kerja. Tujuan ini dapat dicapai dengan mengendalikan faktor-faktor yang berpotensi menyebabkan cedera, penyakit, dan — dalam situasi ekstrem — bahkan kematian. Akibatnya, ISO 45001 berkaitan dengan mitigasi faktor apa pun yang berbahaya atau yang menimbulkan bahaya bagi kesejahteraan fisik dan/atau mental pekerja.

Sayangnya, ribuan pekerja kehilangan nyawa mereka setiap hari karena kondisi tempat kerja yang merugikan yang sebenarnya dapat dicegah. Faktanya, menurut ISO dan Organisasi Buruh Internasional — atau ILO — lebih dari 2,7 juta kematian terjadi secara global karena kecelakaan kerja. Dan selain itu ada 374 juta cedera non-fatal setiap tahun, yang mengakibatkan 4 hari atau lebih absen dari pekerjaan.

Menurut banyak pakar kesehatan dan keselamatan — termasuk para profesional yang bekerja di komite ISO — ISO 45001 merupakan terobosan penting. Untuk pertama kalinya secara internasional, bisnis dari semua ukuran sekarang dapat mengakses satu kerangka kerja yang menawarkan mereka jalur yang jelas untuk mengembangkan langkah-langkah kesehatan dan keselamatan kerja yang lebih baik dan lebih kuat.

ISO 45001 telah mengalami peningkatan 97,3% dalam sertifikat di seluruh dunia pada tahun 2020, menunjukkan pertumbuhan dan pentingnya sertifikasi terakreditasi UKAS belakangan ini. Statistik langsung dari Survei ISO terbaru.

ISO 45001 banyak diinformasikan oleh OHSAS 18001 — bukan revisi sederhana atau pembaruan singkat. Baca terus untuk melihat apa yang perlu dilakukan organisasi dari semua jenis dan ukuran untuk mempertahankan kepatuhan dan mencapai sertifikasi ISO 45001.

Manfaat Penerapan ISO 45001

Seperti yang mungkin Anda ketahui, ISO 45001 adalah standar global baru untuk kesehatan dan keselamatan kerja, tetapi memahami apakah investasi tersebut layak untuk bisnis ANDA adalah langkah penting berikutnya. Skenario impian adalah bahwa investasi Anda dalam sertifikasi ISO 45001 menyempurnakan cara Anda bekerja, menjadikan tempat kerja Anda lebih bahagia dan lebih aman, dan sertifikasi menjadikan Anda prospek yang lebih menarik bagi klien dan karyawan.

Untuk membantu Anda menilai apa yang benar-benar akan berdampak pada bisnis Anda dan membantu Anda membuat keputusan apakah ISO 45001 adalah investasi yang berharga, inilah manfaat fantastis yang bisa Anda dapatkan dari ISO 45001.

Apa manfaat ISO 45001?

1. Posisikan bisnis Anda sebagai pemimpin industri
Dengan menerapkan standar kesehatan dan keselamatan kerja terbaru, organisasi Anda akan terlihat sebagai kategori bisnis elit, dan diakui secara internasional. Ini adalah tingkat keunggulan yang diakui di seluruh dunia dan akan membantu membedakan Anda dari pesaing Anda.

2. Meningkatkan kepercayaan
Dengan menunjukkan bahwa Anda secara aktif memfasilitasi peningkatan berkelanjutan dari moral, keselamatan, dan kinerja karyawan Anda, ini akan memungkinkan orang untuk mempercayai Anda dan membuat Anda bertanggung jawab secara sosial atas kesejahteraan staf Anda. Menjadi transparan dan mempromosikan upaya tanggung jawab sosial perusahaan Anda dapat berdampak besar pada bagaimana publik, karyawan masa depan Anda, dan calon klien memandang bisnis Anda.

3. Konsistensi berarti efisiensi
ISO 45001 menciptakan organisasi yang dibangun berdasarkan praktik terbaik. Ini kemudian dicerminkan di seluruh perusahaan dan menetapkan standar untuk mengelola risiko. Memiliki standar yang kuat dan konsisten berarti bahwa organisasi lebih efisien secara menyeluruh.

4. Menurunkan premi asuransi
Dengan hanya menerapkan ISO 45001, ini menyediakan platform untuk menarik premi asuransi yang lebih rendah karena membuktikan bahwa organisasi melakukan uji tuntas yang kuat dalam mengelola dan melindungi karyawan mereka.

5. Meningkatkan keselamatan individu serta organisasi
ISO 45001 telah diantisipasi secara luas oleh komunitas bisnis global karena membahas risiko kesehatan dan keselamatan pribadi bagi individu dari setiap proses atau penggunaan mesin dalam suatu organisasi. Ini berkaitan dengan kesehatan mental dan keamanan fisik mereka di tempat kerja Anda.

6. Meningkatkan pengawasan manajerial
ISO khusus ini memastikan tanggung jawab dan kepemilikan terletak pada personel manajemen keselamatan atau manajemen tingkat atas. Dengan melibatkan pimpinan puncak dan proses yang dikomunikasikan dengan jelas untuk mengidentifikasi bahaya, kesehatan dan keselamatan kerja karyawan terus ditingkatkan dari waktu ke waktu.

7. Risiko pencegahan dan penilaian bahaya
Menerapkan ISO 45001 membantu organisasi Anda mencegah risiko daripada bereaksi terhadapnya begitu terdeteksi oleh orang lain. Sistem audit internal menyediakan ‘sistem peringatan dini’ untuk membantu Anda menemukan potensi ancaman terhadap kesehatan dan keselamatan.

8. Meningkatkan laba atas investasi (ROI)
Ada berbagai cara ISO 45001 akan memberikan ROI untuk organisasi Anda. Dengan menerapkan ISO 45001, efisiensi staf Anda meningkat, sementara cedera di tempat kerja berkurang. Ini berarti tingkat produktivitas Anda dapat ditingkatkan secara signifikan secara menyeluruh. Peningkatan produktivitas dan keselamatan karyawan secara umum ini dapat berdampak positif pada premi asuransi untuk organisasi Anda. Produk sampingan dari hal ini adalah klaim asuransi terkait pekerjaan berkurang dan semakin meningkatkan biaya asuransi untuk bisnis.

9. Fokus pekerjaan
Fokusnya terutama pada kesejahteraan fisik dan mental karyawan di tempat kerja yang bertentangan dengan manajemen kualitas sistem tempat kerja dan alat yang digunakan. Ini adalah faktor penting yang harus dikenali ketika ingin menerapkan ISO 45001 ke dalam organisasi Anda, karena ini meningkatkan moral staf, yang memiliki dampak signifikan pada tingkat pergantian dan retensi staf.

10. Berurusan dengan risiko dan peluang
Pada dasarnya, ini berkaitan dengan risiko dan peluang sedangkan OHSAS 18001 dan standar sebelumnya terutama menangani risiko yang disajikan oleh suatu organisasi.

Ada segudang manfaat untuk menerapkan ISO 45001 ke dalam proses bisnis Anda. Pada akhirnya, ini adalah sistem manajemen fantastis yang bertujuan untuk mengurangi risiko kesehatan dan keselamatan di tempat kerja yang menempatkan perlindungan kesehatan karyawan di garis depan semua proses dan perencanaan. Untuk mengetahui lebih banyak tentang ISO 45001

OHSAS 18001

OHSAS 18001:2007 adalah sertifikasi tingkat perusahaan berdasarkan standar yang dikembangkan oleh sekelompok badan standar nasional, lembaga pemerintah dan asosiasi industri berjudul “Sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja. Persyaratan”. Standar tersebut menetapkan persyaratan untuk dan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (K3), pengendalian risiko K3 dan meningkatkan kinerja K3. Standar ini bertujuan untuk memberikan kesadaran dan pengendalian yang lebih baik kepada organisasi tentang bahaya dan risiko di tempat kerja.
Sertifikasi ini sesuai untuk setiap organisasi yang ingin membangun sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja.
Organisasi memiliki opsi untuk menyatakan sendiri kepatuhan terhadap OHSAS 18001 atau melalui audit pendaftaran pihak ketiga. Audit pendaftaran akan dilakukan pada awalnya oleh badan sertifikasi untuk menentukan apakah organisasi tersebut sesuai dengan standar. Audit pengawasan tahunan atau terjadwal secara teratur akan dilakukan untuk memverifikasi kepatuhan yang berkelanjutan.

ISO TERBARU DARI SISTEM MANAJEMEN K3 INTERNATIONAL

ISO 45001 adalah standar internasional untuk kesehatan dan keselamatan di tempat kerja yang dikembangkan oleh komite standar nasional dan internasional yang independen dari pemerintah.

Diperkenalkan pada Maret 2018, menggantikan standar saat ini (BS OHSAS 18001) yang akan ditarik. Organisasi Bisnis hanya mempunyai waktu tiga tahun untuk berpindah dari standar lama ke standar baru.

Anda tidak diwajibkan oleh hukum untuk menerapkan ISO 45001 atau standar manajemen serupa lainnya, tetapi mereka dapat membantu menyediakan kerangka kerja terstruktur untuk memastikan tempat kerja yang aman dan sehat.

ISO K3

ISO K3 secara Internasional menggunakan ISO 45001:2015 sebagai salah satu standard terkait keselamatan dan Kesehatan kerja yang berada dibawah naungan ISO. ISO 45001:2018 ini telah diterapkan di perusahaan perusahaan UMKM, Skala Nasional maupun Internasional. Standard ini disyaratkan untuk berbagai keperluan seperti : Pemenuhan permintaan pelanggan, persyaratan Tender, Persyaratan asuransi, Persyaratan Pengurusan legalitas Perusahaan dan lain lain.

PERBEDAAN HSE DAN K3

K3 adalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan semua kegiatan yang dilakukan guna menjamin, melindungi keselamatan dan kesehatan karyawan/ tenaga kerja melalui usaha dan upaya dalam pencegahan kecelakaan kerja serta penyakit akibat kerja (PP 50 Tahun 2012).
HSE Health and Safety Environment adalah gabungan dari K3 dan Lingkungan artinya bahwa selain membahas masalah K3 juga membahas hal hal yang terkait isu lingkungan Hidup.

PENGERTIAN SMK3

Sistem Manajemen K3 (SMK3) berdasarkan pada PER.50/2012 adalah Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan bagian sistem manajemen organisasi secara keseluruhan yang meliputi organisasi, kegiatan perencanaan, tanggung-jawab, implementasi/ pelaksanaan, prosedur prosedur K3/ Dokumentasi, proses & sumber-daya yang diperlukan bagi 1.pengembangan, 2.penerapan, 3.pencapaian, 4.pengkajian dan pemeliharaan kebijakan, Keselamatan dan kesehatan kerja untuk pengendalian risiko yang terkait dg dengan kegiatan kerja untuk terciptanya tempat kerja yang aman, ,efisien dan produktif.

 

STANDARISASI KESELAMATAN KERJA

Standarisasi K3 di perusahaan sangat diperlukan, karena hal ini dapat berpengaruh dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi, terkait dengan sistem manajemen K3 di perusahaan, standarisasi keselamatan kerja ini bisa diupayakan dengan:

1. Membangun dan mengimplementasikan sistem manajemen K3 atau smk3
2. Membuat komitmen atau kesepakatan bersama bahwa smk3 ini akan dijalankan diseluruh tempat dimana organisasi ini beroperasi
3. Menyusun dan menjalankan prosedur-prosedur terkait dengan K3
4. Training dan sosialisasi K3 di seluruh perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan dan di organisasi tersebut
5. Evaluasi dengan monitoring dan internal audit safety
6. Sertifikasi sistem manajemen K3 oleh lembaga baik nasional maupun internasional

 

STRUKTUR ORGANISASI K3 DI PERUSAHAAN

Struktur organisasi K3 di perusahaan Terutama ada 2

1. Tim K3 atau Safety Tim atau bisa juga tim P2K3

Anggotanya terdiri dari

Ketua : Top Management
Sekretaris : Ahli K3 Umum Sertifikasi Kemenaker
Para Anggota: Perwakilan masing masing Departemen

2. Tim Emergency Respond atau Tanggap darurat

Anggotanya terdiri dari

Ketua
Anggota Bid Evakuasi
Anggota Bid Damkar
Anggota Bid P3K
Anggota Bid Dokumentasi & Publikasi

dll

 

Training Konusltasi Sertifikasi ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, ISO 45001:2018, SMK3 hub kami HP/WA 0812 10 9 10 329…

Biaya Sertifikasi SMK3

Sertifikasi SMK3

Biaya Sertifikasi SMK3

Biaya Sertifikasi SMK3

Sertifikasi smk3, dan menjadi salah satu syarat utama untuk berbagai macam keperluan, baik itu keperluan untuk tende, ataupun merupakan aturan wajib dari pemerintah yang harus diterapkan pada perusahaan-perusahaan yang sudah memenuhi kriteria secara undang-undang.

Dalam implementasi sistem manajemen K3, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, terutama terkait dengan biaya sertifikasi SMK3, biaya sertifikasi smk3 ini terdiri dari beberapa komponen. Komponen-komponen smk3 ini adalah sebagai berikut:

Biaya training atau sertifikasi wajib bagi perusahaan yang mau menerapkan SMK3
Ada beberapa training wajib yang diperlukan seperti:

Training pengenalan atau pemahaman smk3

Training ini berisi mengenai pengenalan dasar-dasar SMK3. seperti sejarah SMK 3, Manfaat smk3, bagaimana perusahaan bisa menerapkan smk3 di dalam organisasinya, dll
Training ini dilakukan oleh konsultan sistem manajemen k3, misalnya saja global management Consulting Indonesia atau GMCI.

Kemudian training p3K,

dalam implementasi smk3 di perusahaan tentu saja diperlukan salah seorang atau lebih bagian khusus yang bertanggung jawab terkait dengan pertolongan pertama pada kecelakaan, nah penanggung jawab dari P3K ini wajib mendapatkan pelatihan dari lembaga pelatihan yang sudah ditunjuk oleh kemenaker.

Training pemadam kebakaran, untuk mengimplementasi sistem manajemen K3 Tentu saja Ini adalah hal yang wajib, sehingga bagi tim pemadam kebakaran perusahaan harus mendapatkan pelatihan terkait dengan teknik dan tata cara Bagaimana menghadapi kebakaran, sehingga pada saat terjadinya insiden kebakaran di organisasi tim ini bisa bergerak cepat untuk mengatasi insiden kebakaran yang terjadi.

Kemudian training ahli K3 umum,

salah satu syarat untuk bisa mendapatkan pengesahan Tim P2K3 oleh dinas Ketenagakerjaan setempat, adalah adanya salah satu karyawan yang sudah mendapatkan sertifikasi ahli K3 umum. Nah ahli K3 umum ini harus berada pada posisi sebagai sekretaris p2k3

Training Operator Alat

Selain itu training-training terkait dengan alat-alat yang dimiliki oleh perusahaan terutama bagi operator alat berat tersebut, misalnya SIO untuk crane, forklift dan sebagainya

Biaya konsultasi dan Pembuatan Dokumen SMK3

Kemudian selanjutnya biaya yang diperlukan adalah biaya terkait dengan konsultasi, dan pembuatan dokumen smk3. Pada saat akan sertifikasi SMK3 ini diperlukan dokumentasi atau prosedur-prosedur K3, manual K3, kebijakan K3 sasaran dan target K3, sasaran dan target. terkait dengan K3, instruksi kerja operasional dan yang terkait dengan K3, sistem pelaporan bahaya, investigasi kecelakaan, identifikasi bahaya dan resiko, log out tag out, pelaporan kecelakaan kerja, emergency respond, dll

Tentu saja banyak perusahaan tidak dapat membuat dokumentasi terkait dengan smk3 ini untuk itu diperlukan konsultan sistem manajemen K3 dalam hal ini bisa menghubungi Global management Consulting Indonesia / GMCI, kami dengan senang hati akan membantu anda.

Biaya Sertifikasi SMK3

Salah satu komponen biaya yang lain adalah biaya sertifikasi smk3 kepada lembaga sertifikasi yang sudah ditunjuk oleh Kementerian tenaga kerja.

Biaya sertifikasi masing-masing defekasi bisa berbeda-beda, misalnya saja biaya sertifikasi smk3 Sucofindo, bisa berbeda dengan biaya sertifikasi smk3 DKI mutuagung dan sebagaianya,

Biaya Sertifikasi SMK3 Sucofindo,

Biaya sertifikasi Sucofindo bisa berdasarkan jumlah karyawan atau berdasarkan besar atau kecilnya perusahaan, terkait dengan nama besar sucofindo di dalam proses sertifikasi smk3 ini tentu saja mereka akan memberikan biaya yang cukup lumayan.

Biaya Sertifikasi SMK3 Non Sucofindo,

biaya sertifikasi smk3 dari perusahaan Sucofindo, ada yang menggunakan sistem penghitungan seperti yang dilakukan oleh Sucofindo ataupun ada yang sistem perhitungan yang berbeda, sistem perhitungan ini tergantung dari kebijakan harga dari masing-masing lembaga sertifikasi.

Sebenarnya untuk sertifikasi smk3 ini, anda tidak perlu bingung memilih lembaga sertifikasi, pada akhirnya nanti lembaga sertifikasi tidak akan dicantumkan di dalam sertifikat smk3 yang dikeluarkan oleh kemenaker, jadi anda bebas memilih apakah anda akan menggunakan lembaga sertifikasi smk3 Sucofindo, Lembaga sertifikasi SMK3 BKI, Mutu Agung, MSI, dll.

Biaya Infrastruktur dan Pengadaan APD, Kotak P3K, APAR, dll

Yang tak kalah pentingnya adalah dan harus di perhitungkan juga biaya pengadaan infrastruktur untuk lebih mendukung sistem manajemen K3 yang dijalankan di perusahaan, misalnya saja pembuatan pagar pembatas, pegangan tangga, dan lain-lain. Serta biaya pengadaan pembelian aPAR, seperti helm, sepatu safety, dll. Juga sign atau simbol simbol k3.

 

demikian sedikit penjelasan dari kami mengenai biaya sertifikasi smk3, semoga bermanfaat untuk training dan konsultasi terkait dengan K3, dapat menghubungi kami Global management Consulting Indonesia

HP/WA 081210910329
email : budi_wibowo_bb@yahoo.com

Laporan Audit Sertifikasi SMK3 / Sistem Manajemen K3

Laporan audit SMK3

 

Laporan Audit SMK3

Audit SMK3 dilakukan oleh badan sertifikasi yang telah ditunjuk oleh depnaker untuk melakukan audit SMK3 dan memberikan rekomendasi/ penilaian terhadap perusahaan. keluaran dari audit ini adalah hasil audit SMK3/ Laporan audit SMK3, Seperti sistem manajemen yang lain, pada saat perusahaan kita sudah dilakukan audit oleh auditor dari badan sertifikasi yang mengeluarkan smk3, maka mereka akan mencatat ketidak sesuaian atau kekurangan terkait dengan sistem manajemen K3 atau SMK 3 yang sedang dibangun di dalam perusahaan. Laporan ini akan diberikan oleh auditor secara langsung untuk selanjutnya organisasi harus melakukan tindakan perbaikan.

Jenis Laporan / Ketidak sesuaian

Laporan ketidaksesuain audit akan memberikan gambaran kepada perusahaan, untuk mengetahui dimana kelemahan dan kekurangan dalam implementasi Sistem Manajemen Lingkungan dan sekaligus untuk melakukan perbaikan terhadap temuan auditor.

Untuk jenis ketidak sesuaian ada dua yaitu ada ketidak sesuaian major dan ketidak sesuaian minor.

Ketidak sesuaian Major: Yaitu apabila terjadi kekurangan dalam implementasi 1 elemen dari sistem manajemen k3 atau smk3, atau apabila terjadi pelanggaran yang bisa berakibat fatal terhadap keselamatan kerja karyawan.

Ketidak sesuaian Minor: Apabila terjadi ketidakkonsistenan terhadap pelaksanaan elemen dari sistem manajemen K3.

Tindakan Perbaikan : Setelah auditor memberikan laporan ketidak sesuaian, maka perusahaan harus mencari akar masalah dari ketidaksesuan, dan melakukan tindakan perbaikan, namun sebelumnya perusahaan harus mengisi apa rencana tindakan perbaikan yang akan dilakukan berikut target pelaksanaannya

Evaluasi Tindakan Perbaikan

Setelah tindakan perbaikan dilakukan perusahaan harus melakukan evaluasi terhadap tindakan perbaikan yang diambil, kemudian auditor akan memverifikasi apakah tindakan perbaikan yang diambil sudah bisa menghilangkan penyebab ketidak sesuaian. untuk ketidaksesuaian yang sudah selesai dilakukan tindakan perbaikan, bukti perbaikan bisa dilampirkan pada lembar laporan untuk mempermudah proes verivikasi laporan audit SMK3.

demikian sedikit penjelasan mengenai laporan audit sitem manajemen K3/ SMK3, semoga bermanfaat.

untuk anda yang membutuhkan training, konsultasi dan sertifikasi Sistem manajemen k3 atau SMK3, dapat menghubungi kami di HP/SMS/WA : 0812 10 9 10 329    atau email : budi_wibowo_bb@yahoo.com

kami dengan senang hati membantu anda.

Tanggung Jawab dan wewenang SMK3

Tanggung jawab dan wewenang SMK3

Tanggung Jawab dan wewenang SMK3

Direktur

  • Bertanggung jawab untuk memastikan bahwa sistem manajemen K3 telah berjalan dengan baik dengan memberikan komitmen dan menetapkan kebijakan termasuk memberikan sumber daya yang diperlukan.
  • Melakukan tinjauan manajemen secara berkala untuk melihat kinerja pelaksanaan SMK3 serta memberikan arahan dan peningkatan yang diperlukan secara berkesinambungan

Management Representative  

  • Memastikan proses yang diperlukan untuk Sistem Manajemen K3 ditetapkan, diterapkan dan dipelihara.
  • Melaporkan kepada Direktur Utama / Top Management mengenai kinerja Sistem Manajemen K3L dan peluang untuk perbaikan.
  • Memastikan kesadaran dari seluruh karyawan mengenai pentingnya memenuhi persyaratan pelanggan.
  • Bertanggungjawab terhadap pemecahan masalah / kendala dalam pembangunan dan penerapan Sistem Manajemen K3 di semua unit kerja.
  • Memastikan penggunaan Standar Kerja/ Acuan Kerja terkini untuk masing-masing unit kerja.
  • Mewakili perusahaan untuk masalah Sistem Manajemen K3 terutama kepada Pihak Luar.
  • Merencanakan dan melaksanakan serta memantau Program Audit Internal serta Tinjauan Manajemen.
  • Mengontrol dokumen, seperti menerbitkan, perubahan, distribusi, penomoran dan pemusnahan.
  • Memelihara dokumen, seperti master dokumen Manual K3, Prosedur, K3 Plan, Form, Catatan K3, Laporan Audit dan hasil Rapat Sistem Manajemen K3.
  • Sebagai penghubung perusahaan dengan pihak luar yang berhubungan dengan Sistem Manajemen K3.

Manager

  • Bertanggung jawab terhadap keselamatan dan kesehatan dari seluruh pekerja, tamu dan masyarakat ketika berada di bidang kerjanya.
  • Bertanggung jawab menyediakan sumber daya untuk penerapan sistem manajemen K3 di lingkungannya masing-masing
  • Bertanggung jawab untuk memastikan bahwa peraturan perundangan dibidang K3 yang berlaku bagi perusahaan telah dipenuhi
  • Berwenang untuk menentukan suatu kegiatan dapat diteruskan atau harus dihentikan berdasarkan penilaian resiko
  • Berwenang untuk mengeluarkan Laporan ketidak sesuaian
  • Berwenang untuk mengambil tindakan tegas terhadap tindakan-tindakan yang dapat membahayakan K3
  • Berwenang untuk memberlakukan keadaan dalam darurat ( emergency )

Manager K3 (HSE):

  • Bertanggung jawab terjaganya dokumentasi sistem manajemen K3
  • Menerima tanggung jawab untuk memastikan sistem diterapkan diseluruh bagian/fungsi
  • Bertanggung jawab untuk memastikan sistem berjalan efektif dan tetap sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan
  • Bertanggung jawab mendapatkan informasi peraturan yang terbaru
  • Bertanggung jawab untuk mengaudit sistem dan melaporkan kepada managing director
  • Bertanggung jawab untuk melaksanakan komunikasi dengan eksternal
  • Bertanggung jawab mengevaluasi bahaya-bahaya dari proses yang ada atau yang baru dan untuk menekan resiko-resikonya
  • Bertanggung jawab menetapkan dan mengembangkan rencana tanggap darurat
  • Berwenang untuk mengeluarkan laporan kecelakaan, laporan ketidak sesuaian dan tindakan perbaikan

Seluruh Supervisor :

  • Bertanggung jawab untuk memastikan penerapan sistem manajemen K3 di tempat kerjanya dan memastikan bahwa seluruh resiko yang ada di areanya telah diidentifikasi, terdokumentasi, direkam dan dikendalikan
  • Memastikan bahwa program peningkatan K3 di area kerja mereka telah dijalankan dengan baik
  • Membina dan memastikan bahwa pekerja bawahannya termasuk pihak ketiga telah memahami dan mematuhi semua ketentuan keselamatan kerja yang berlaku.

Seluruh Karyawan:

  • Bertanggung jawab untuk memenuhi persyaratan sistem manajemen K3 setiap saat di dalam menjalankan pekerjaannya masing-masing.
  • Bertanggung jawab melaporkan kecelakaan atau insiden atau tindakan yang dapat mengarah pada insiden (unsafe condition) kepada atasannya dan merekamnya dalam buku kecelakaan dan insiden
  • Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan keselamatan dan cara kerja aman yang berlaku untuk pekerjaannya masing-masing, termasuk penggunaan alat keselamatan yang sesuai.

KOSA KATA SMK3 / Sistem Manajemen

kosa kata SMK3

KOSA KATA SMK3  / Sistem Manajemen K3

  1. Kecelakaan : Kejadian yang tidak diinginkan dapat menimbulkan cidera, sakit, luka, kerusakan atau kehilangan.
  2. Audit : Pengujian sistematis untuk menentukan apakah kegiatan dan hasil yang bersangkutan sesuai dengan pengaturan yang telah direncanakan dan apakah pengaturan ini diterapkan secara efektif dan sesuai dengan pencapaian kebijakan dan sasaran organisasi.
  3. Peningkatan berkelanjutan : Proses untuk peningkatan sistem manajemen K3 untuk mencapai perbaikan kinerja secara keseluruhan dari kesehatan dan keselamatan kerja, searah dengan kebijakan K3 organisasi
  1. Bahaya : Keadaan atau situasi yang berpotensi menimbulkan kerugian seperti luka, sakit, kerusakan harta-benda, kerusakan lingkungan kerja, atau gabungan dari keadaan-keadaan
  2. Identifikasi bahaya : Proses mengenali bahaya-bahaya yang ada dan menetapkan sifat-sifatnya.
  3. Kejadian / Insiden : Peristiwa yang menyebabkan kecelakaan atau yang dapat mengarah pada kecelakaan
  4. Pihak yang berkepentingan : Kelompok atau perorangan yang memperhatikan atau menerima dampak dari kinerja  K3 perusahaan.
  5. Ketidak sesuaian : Segala penyimpangan dari standar kerja, tuntunan, prosedur, peraturan, kinerja sistem manajemen, dll, yang dapat secara langsung atau tidak langsung menyebabkan luka atau sakit, kerusakan harta/benda, kerusakan lingkungan kerja atau gabungan dari semuanya.
  6. Sasaran : Target dibidang kinerja K3 yang ditetapkan oleh perusahan untuk dicapai.
  7. Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) : Proses untuk meningkatkan sistem manajemen K3, untuk memperoleh peningkatan keseluruhan dari peri kerja K3, searah dengan kebijakan K3 perusahaan.
  8. Sistem manajemen SMK3 : Bagian dari sistem manajemen keseluruhan yang memudahkan pengelolaan dari resiko-resiko K3 yang terkait dengan kegiatan perusahaan. Hal ini mencakup struktur organisasi, rencana kegiatan, tanggung jawab, turunan, prosedur, proses dan dan sumber daya untuk pengembangan, penerapan, pencapaian dan peninjauan
  9. Perusahaan : Perusahaan yang Mengimplementasikan SMK3
  10. Kinerja : Hasil yang dapat diukur dari sistem manajemen SMK3 yang berhubungan dengan pengendalian organisasi terhadap resiko K3, didasarkan pada kebijakan dan sasaran yang telah ditetapkan.
  11. Resiko : Gabungan dari kemungkinan dan konsekuensi dari bahaya yang telah ditentukan bila terjadi.
  12. Penilaian resiko : Proses mengukur besaran resiko secara menyeluruh dan memutuskan apakah resiko dapat diterima atau tidak.
  13. Keselamatan : Bebas dari resiko atau bahaya yang tidak dapat diterima
  14. Resiko yang dapat diterima : Resiko yang telah dikurangi sampai tingkatan yang dapat diterima oleh organisasi dalam upaya pemenuhan terhadap ketentuan hukum maupun kebijakan K3 yang telah ditetapkan perusahaan.

demikian beberapa  kosa kata SMK3, Semoga bermanfaat….

untuk ada yang memerlukan Training, Konsultasi, Sertifikasi SMK3, silahkan menghubungi kami di

HP/WA/SMS : 0812 10 9 10 329

email : budi_wibowo_bb@yahoo.com