Kategori Temuan Audit SMK3: Kritikal, Mayor, dan Minor

Auditor mencatat temuan kritikal mayor minor pada audit SMK3

Auditor mencatat temuan kritikal mayor minor pada audit SMK3

Tidak semua temuan dalam audit SMK3 memiliki bobot yang sama. Auditor mengklasifikasikan setiap ketidaksesuaian yang ditemukan ke dalam tiga kategori — kritikal, mayor, dan minor — yang menentukan seberapa cepat perusahaan harus melakukan tindakan koreksi, dan seberapa besar pengaruhnya terhadap hasil sertifikasi.

Kategori Kritikal

Temuan kritikal adalah ketidaksesuaian yang berpotensi menyebabkan kematian atau kehilangan nyawa (fatality). Karena tingkat risikonya sangat tinggi, temuan kategori ini harus ditindaklanjuti dengan tindakan koreksi paling lambat dalam waktu 1×24 jam. Temuan kritikal yang tidak segera ditangani dapat sangat mempengaruhi — bahkan menggagalkan — proses sertifikasi perusahaan.

Kategori Mayor

Temuan digolongkan mayor apabila:

  • Terjadi ketidaksesuaian terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, atau
  • Salah satu prinsip dasar SMK3 sama sekali tidak dilaksanakan secara konsisten, atau
  • Ditemukan tiga atau lebih temuan minor pada kriteria audit yang sama namun di lokasi berbeda.

Temuan mayor harus ditindaklanjuti dengan tindakan koreksi paling lambat dalam waktu satu bulan. Kategori ini mengindikasikan adanya persoalan sistemik yang membutuhkan perbaikan substansial, bukan sekadar kesalahan administratif kecil.

Kategori Minor

Temuan minor merujuk pada ketidakkonsistenan dalam pemenuhan persyaratan peraturan perundang-undangan, standar, pedoman, atau acuan lain yang berlaku — sifatnya lebih ringan dibanding mayor, namun tetap perlu dikoreksi untuk menunjukkan kepatuhan yang utuh terhadap sistem.

Kenapa Klasifikasi Ini Penting?

Klasifikasi temuan bukan sekadar label administratif. Kombinasi dan tingkat keparahan temuan yang ditemukan auditor akan memengaruhi keputusan akhir sertifikasi — termasuk kemungkinan penundaan penerbitan sertifikat sampai tindakan koreksi terverifikasi, khususnya untuk temuan kritikal dan mayor.

Cara Meminimalkan Risiko Temuan Berat

  1. Lakukan audit internal berkala untuk menemukan dan memperbaiki ketidaksesuaian sebelum audit eksternal berlangsung.
  2. Prioritaskan potensi bahaya fatal (sumber temuan kritikal) dalam program inspeksi rutin K3.
  3. Pastikan prinsip dasar SMK3 berjalan konsisten di seluruh unit kerja, bukan hanya di lokasi yang biasa dikunjungi auditor.

Butuh Bantuan Menindaklanjuti Temuan Audit?

Baik untuk persiapan sebelum audit maupun menindaklanjuti temuan agar tidak menghambat proses sertifikasi, diskusikan kebutuhan pendampingan SMK3 perusahaan Anda dengan konsultan di sertifikat-iso.com.

Catatan: artikel ini disusun berdasarkan PP No. 50 Tahun 2012 dan publikasi terkait per September 2026. Untuk kepastian resmi, selalu rujuk dokumen PP No. 50 Tahun 2012 dan lembaga audit SMK3 yang berwenang.

Laporan Audit Sertifikasi SMK3 / Sistem Manajemen K3

Laporan audit SMK3

 

Laporan Audit SMK3

Audit SMK3 dilakukan oleh badan sertifikasi yang telah ditunjuk oleh depnaker untuk melakukan audit SMK3 dan memberikan rekomendasi/ penilaian terhadap perusahaan. keluaran dari audit ini adalah hasil audit SMK3/ Laporan audit SMK3, Seperti sistem manajemen yang lain, pada saat perusahaan kita sudah dilakukan audit oleh auditor dari badan sertifikasi yang mengeluarkan smk3, maka mereka akan mencatat ketidak sesuaian atau kekurangan terkait dengan sistem manajemen K3 atau SMK 3 yang sedang dibangun di dalam perusahaan. Laporan ini akan diberikan oleh auditor secara langsung untuk selanjutnya organisasi harus melakukan tindakan perbaikan.

Jenis Laporan / Ketidak sesuaian

Laporan ketidaksesuain audit akan memberikan gambaran kepada perusahaan, untuk mengetahui dimana kelemahan dan kekurangan dalam implementasi Sistem Manajemen Lingkungan dan sekaligus untuk melakukan perbaikan terhadap temuan auditor.

Untuk jenis ketidak sesuaian ada dua yaitu ada ketidak sesuaian major dan ketidak sesuaian minor.

Ketidak sesuaian Major: Yaitu apabila terjadi kekurangan dalam implementasi 1 elemen dari sistem manajemen k3 atau smk3, atau apabila terjadi pelanggaran yang bisa berakibat fatal terhadap keselamatan kerja karyawan.

Ketidak sesuaian Minor: Apabila terjadi ketidakkonsistenan terhadap pelaksanaan elemen dari sistem manajemen K3.

Tindakan Perbaikan : Setelah auditor memberikan laporan ketidak sesuaian, maka perusahaan harus mencari akar masalah dari ketidaksesuan, dan melakukan tindakan perbaikan, namun sebelumnya perusahaan harus mengisi apa rencana tindakan perbaikan yang akan dilakukan berikut target pelaksanaannya

Evaluasi Tindakan Perbaikan

Setelah tindakan perbaikan dilakukan perusahaan harus melakukan evaluasi terhadap tindakan perbaikan yang diambil, kemudian auditor akan memverifikasi apakah tindakan perbaikan yang diambil sudah bisa menghilangkan penyebab ketidak sesuaian. untuk ketidaksesuaian yang sudah selesai dilakukan tindakan perbaikan, bukti perbaikan bisa dilampirkan pada lembar laporan untuk mempermudah proes verivikasi laporan audit SMK3.

demikian sedikit penjelasan mengenai laporan audit sitem manajemen K3/ SMK3, semoga bermanfaat.

untuk anda yang membutuhkan training, konsultasi dan sertifikasi Sistem manajemen k3 atau SMK3, dapat menghubungi kami di HP/SMS/WA : 0812 10 9 10 329    atau email : budi_wibowo_bb@yahoo.com

kami dengan senang hati membantu anda.